<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alat Bantu Pernapasan Produksi Tim Mercedes F1 Disetujui Pemerintah Inggris </title><description>Pemerintah Inggris memesan 10 ribu unit alat bantu pernapasan itu untuk pasien virus Corona Covid-19.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/04/08/620/2196242/alat-bantu-pernapasan-produksi-tim-mercedes-f1-disetujui-pemerintah-inggris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/04/08/620/2196242/alat-bantu-pernapasan-produksi-tim-mercedes-f1-disetujui-pemerintah-inggris"/><item><title>Alat Bantu Pernapasan Produksi Tim Mercedes F1 Disetujui Pemerintah Inggris </title><link>https://www.okezone.com/read/2020/04/08/620/2196242/alat-bantu-pernapasan-produksi-tim-mercedes-f1-disetujui-pemerintah-inggris</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/04/08/620/2196242/alat-bantu-pernapasan-produksi-tim-mercedes-f1-disetujui-pemerintah-inggris</guid><pubDate>Rabu 08 April 2020 17:51 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/08/620/2196242/alat-bantu-pernapasan-produksi-tim-mercedes-f1-disetujui-pemerintah-inggris-P51EIvBD0c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alat bantu pernapasan CPAP hasil produksi Mercedes F1 (Foto: Twitter/@MercedesAMG)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/04/08/620/2196242/alat-bantu-pernapasan-produksi-tim-mercedes-f1-disetujui-pemerintah-inggris-ecltuXRXsI.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/08/620/2196242/alat-bantu-pernapasan-produksi-tim-mercedes-f1-disetujui-pemerintah-inggris-P51EIvBD0c.jpg</image><title>Alat bantu pernapasan CPAP hasil produksi Mercedes F1 (Foto: Twitter/@MercedesAMG)</title></images><description>BRACKLEY &amp;ndash; Langkah Tim Mercedes AMG Petronas untuk memproduksi alat bantu pernapasan diapresiasi Pemerintah Inggris. Alat bantu pernapasan itu berhasil mendapatkan persetujuan untuk diproduksi secara massal dan dipesan sebanyak 10 ribu unit.
Mercedes bersama dengan teknisi dari University College London berusaha memproduksi alat bantu pernapasan dengan tenggat waktu kurang dari seminggu pekan lalu. Alat tersebut diharapkan dapat membantu melawan wabah virus Corona Covid-19 di Inggris.
Baca juga: Hamilton Bangga Mercedes F1 Produksi Alat Bantu Pernapasan untuk Pasien Covid-19

Alat bernama Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) atau UCL-Ventura itu tidak terlalu mengganggu dibandingkan peralatan pernapasan lainnya karena memberikan udara ke paru-paru tanpa membutuhkan ventilator. Setelah sukses diuji coba, alat tersebut langsung mendapat izin untuk diproduksi sebanyak 10 ribu unit.
&amp;ldquo;Tim bekerja tanpa lelah untuk merekayasa balik perangkat itu dalam waktu kurang dari 100 jam. Alat tersebut kini meraih persetujuan dari Pemerintah Inggris yang langsung memesan sebanyak 10 ribu unit,&amp;rdquo; bunyi pernyataan resmi UCL-Ventura, dilansir dari Crash, Rabu (8/4/2020).</description><content:encoded>BRACKLEY &amp;ndash; Langkah Tim Mercedes AMG Petronas untuk memproduksi alat bantu pernapasan diapresiasi Pemerintah Inggris. Alat bantu pernapasan itu berhasil mendapatkan persetujuan untuk diproduksi secara massal dan dipesan sebanyak 10 ribu unit.
Mercedes bersama dengan teknisi dari University College London berusaha memproduksi alat bantu pernapasan dengan tenggat waktu kurang dari seminggu pekan lalu. Alat tersebut diharapkan dapat membantu melawan wabah virus Corona Covid-19 di Inggris.
Baca juga: Hamilton Bangga Mercedes F1 Produksi Alat Bantu Pernapasan untuk Pasien Covid-19

Alat bernama Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) atau UCL-Ventura itu tidak terlalu mengganggu dibandingkan peralatan pernapasan lainnya karena memberikan udara ke paru-paru tanpa membutuhkan ventilator. Setelah sukses diuji coba, alat tersebut langsung mendapat izin untuk diproduksi sebanyak 10 ribu unit.
&amp;ldquo;Tim bekerja tanpa lelah untuk merekayasa balik perangkat itu dalam waktu kurang dari 100 jam. Alat tersebut kini meraih persetujuan dari Pemerintah Inggris yang langsung memesan sebanyak 10 ribu unit,&amp;rdquo; bunyi pernyataan resmi UCL-Ventura, dilansir dari Crash, Rabu (8/4/2020).</content:encoded></item></channel></rss>
