<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasil Penelitian Ilmiah, Baca Al-Qur'an Bisa Jadi Obat Banyak Penyakit</title><description>Bacaan Al-Qur&amp;rsquo;an berpengaruh besar hingga 97 persen dapat melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/04/09/620/2196729/hasil-penelitian-ilmiah-baca-al-qur-an-bisa-jadi-obat-banyak-penyakit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/04/09/620/2196729/hasil-penelitian-ilmiah-baca-al-qur-an-bisa-jadi-obat-banyak-penyakit"/><item><title>Hasil Penelitian Ilmiah, Baca Al-Qur'an Bisa Jadi Obat Banyak Penyakit</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/04/09/620/2196729/hasil-penelitian-ilmiah-baca-al-qur-an-bisa-jadi-obat-banyak-penyakit</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/04/09/620/2196729/hasil-penelitian-ilmiah-baca-al-qur-an-bisa-jadi-obat-banyak-penyakit</guid><pubDate>Kamis 09 April 2020 15:50 WIB</pubDate><dc:creator>Dyah Ratna Meta Novia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/09/620/2196729/hasil-penelitian-ilmiah-baca-al-qur-an-bisa-jadi-obat-banyak-penyakit-ZoPOFPxlZZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/04/09/620/2196729/hasil-penelitian-ilmiah-baca-al-qur-an-bisa-jadi-obat-banyak-penyakit-zuNAowousW.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/09/620/2196729/hasil-penelitian-ilmiah-baca-al-qur-an-bisa-jadi-obat-banyak-penyakit-ZoPOFPxlZZ.jpg</image><title></title></images><description>Di tengah wabah virus corona banyak orang yang merasa stres, sedih, gelisah bahkan sakit. Namun tahukah Anda bahwa membaca dan mendengarkan Alquran bisa jadi obatnya.
Menurut sebuah studi ilmiah Efek Terapi Membaca Alquran: Sebuah Studi Ilmiah yang dilakukan oleh Dr Ahmed Al-Qadhi di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat membuktikan bahwa perubahan fisiologis terjadi pada sistem saraf otak dari sampel pasien yang mendengarkan pembacaan Al-Qur&amp;rsquo;an ketika sedang dipantau oleh sistem yang sangat canggih di klinik yang terletak di Panama City, Florida.
Studi ini melakukan 120 eksperimen pada lima relawan dari dua jenis kelamin, kelompok usia yang berbeda, yang non-muslim dan tidak mengerti Bahasa Arab. Percobaan yang dilakukan melibatkan pembacaan ayat-ayat Al-Qur&amp;rsquo;an bersama dengan teks Arab biasa.
(Baca Juga : Baca Alquran Bisa Diniatkan untuk Menghindari Virus Corona)
Menurut Every Muslim, para objek percobaan tidak bisa membedakan antara bacaan Al-Qur&amp;rsquo;an dan teks Arab biasa. Namun percobaan yang dilakukan oleh Dr Ahmed Al-Qadhi membuktikan bahwa ada 97 persen efek positif pada subjek percobaan yang mendengarkan bacaan dari Al-Qur&amp;rsquo;an dibandingkan dengan yang hanya mendengarkan teks Arab biasa. Ini membuktikan bahwa mendengarkan Al-Qur&amp;rsquo;an bisa menjadi obat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMS8xMy8xLzExODIwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Baca Juga : Arab Saudi Gelar Lomba Baca Alquran dan Azan, Hadiahnya Rp25 Miliar)
Sementara itu, dilansir dari situs Research Gate, Dr Ahmed Al-Qadhi berhasil  membuktikan bahwa mendengarkan  bacaan  ayat-ayat  Al-Qur&amp;rsquo;an, baik mereka yang  bisa  berbahasa Arab maupun tidak, dapat  merasakan perubahan psikologis  yang  sangat besar.
Para objek penelitian yang mendengarkan bacaan Al-Qur&amp;rsquo;an mengalami penurunan depresi, penurunan kesedihan,  meningkatnya ketenangan jiwa, menangkal  berbagai  macam  penyakit. Ini merupakan dampak yang dirasakan orang-orang  yang  menjadi objek penelitiannya.</description><content:encoded>Di tengah wabah virus corona banyak orang yang merasa stres, sedih, gelisah bahkan sakit. Namun tahukah Anda bahwa membaca dan mendengarkan Alquran bisa jadi obatnya.
Menurut sebuah studi ilmiah Efek Terapi Membaca Alquran: Sebuah Studi Ilmiah yang dilakukan oleh Dr Ahmed Al-Qadhi di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat membuktikan bahwa perubahan fisiologis terjadi pada sistem saraf otak dari sampel pasien yang mendengarkan pembacaan Al-Qur&amp;rsquo;an ketika sedang dipantau oleh sistem yang sangat canggih di klinik yang terletak di Panama City, Florida.
Studi ini melakukan 120 eksperimen pada lima relawan dari dua jenis kelamin, kelompok usia yang berbeda, yang non-muslim dan tidak mengerti Bahasa Arab. Percobaan yang dilakukan melibatkan pembacaan ayat-ayat Al-Qur&amp;rsquo;an bersama dengan teks Arab biasa.
(Baca Juga : Baca Alquran Bisa Diniatkan untuk Menghindari Virus Corona)
Menurut Every Muslim, para objek percobaan tidak bisa membedakan antara bacaan Al-Qur&amp;rsquo;an dan teks Arab biasa. Namun percobaan yang dilakukan oleh Dr Ahmed Al-Qadhi membuktikan bahwa ada 97 persen efek positif pada subjek percobaan yang mendengarkan bacaan dari Al-Qur&amp;rsquo;an dibandingkan dengan yang hanya mendengarkan teks Arab biasa. Ini membuktikan bahwa mendengarkan Al-Qur&amp;rsquo;an bisa menjadi obat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMS8xMy8xLzExODIwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Baca Juga : Arab Saudi Gelar Lomba Baca Alquran dan Azan, Hadiahnya Rp25 Miliar)
Sementara itu, dilansir dari situs Research Gate, Dr Ahmed Al-Qadhi berhasil  membuktikan bahwa mendengarkan  bacaan  ayat-ayat  Al-Qur&amp;rsquo;an, baik mereka yang  bisa  berbahasa Arab maupun tidak, dapat  merasakan perubahan psikologis  yang  sangat besar.
Para objek penelitian yang mendengarkan bacaan Al-Qur&amp;rsquo;an mengalami penurunan depresi, penurunan kesedihan,  meningkatnya ketenangan jiwa, menangkal  berbagai  macam  penyakit. Ini merupakan dampak yang dirasakan orang-orang  yang  menjadi objek penelitiannya.</content:encoded></item></channel></rss>
