<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inilah Penyebab Banyak Tenaga Medis di Indonesia Meninggal Terkena Corona COVID-19</title><description>Sebanyak 31 tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 meninggal dunia.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/04/12/620/2197924/inilah-penyebab-banyak-tenaga-medis-di-indonesia-meninggal-terkena-corona-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/04/12/620/2197924/inilah-penyebab-banyak-tenaga-medis-di-indonesia-meninggal-terkena-corona-covid-19"/><item><title>Inilah Penyebab Banyak Tenaga Medis di Indonesia Meninggal Terkena Corona COVID-19</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/04/12/620/2197924/inilah-penyebab-banyak-tenaga-medis-di-indonesia-meninggal-terkena-corona-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/04/12/620/2197924/inilah-penyebab-banyak-tenaga-medis-di-indonesia-meninggal-terkena-corona-covid-19</guid><pubDate>Minggu 12 April 2020 11:34 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/12/620/2197924/inilah-penyebab-banyak-tenaga-medis-di-indonesia-meninggal-terkena-corona-covid-19-yr8quAcabJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Dokter Meninggal Akibat Corona (Foto: BBC)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/04/12/620/2197924/inilah-penyebab-banyak-tenaga-medis-di-indonesia-meninggal-terkena-corona-covid-19-FDxkB1X7RA.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/12/620/2197924/inilah-penyebab-banyak-tenaga-medis-di-indonesia-meninggal-terkena-corona-covid-19-yr8quAcabJ.jpg</image><title>Ilustrasi Dokter Meninggal Akibat Corona (Foto: BBC)</title></images><description>Sebanyak 31 tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 meninggal dunia. Mereka gugur saat menjalankan sumpah profesinya, menyelamatkan nyawa manusia tanpa pandang bulu.
Fakta miris memang. Mereka bertaruh nyawa demi kesembuhan manusia lain, sementara itu alat pelindung diri (APD) yang digunakan tak layak dan tak memadai jumlahnya di saat pandemi COVID-19 seperti sekarang. Lantas, bisa apa?
Dalam laporan Kementerian Kesehatan RI, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Bambang Wibowo mengungkap, kebutuhan APD sangat tinggi di tengah pandemi tapi stok terbatas.
&quot;Kebutuhan APD sangat tinggi, sementara persediaannya terbatas. Pada saat pandemi seperti sekarang, APD ternyata tak hanya digunakan tenaga medis, tetapi pasien dan masyarakat umum pun menggunakannya,&quot; kata Bambang beberapa waktu lalu.

(Baca Juga : 100 Dokter di Italia Meninggal karena Virus Corona)
Keterbatasan APD ini menjadi ancaman serius para garda terdepan ini. Mereka yang bertemu langsung dengan pasien COVID-19 dihadapkan pada realita miris yang harus mereka terima. Lagi-lagi, semua demi menjalankan sumpah profesi yang tak boleh mereka abaikan.
APD sangat dibutuhkan karena atribut itu berfungsi sebagai penghalang bahan infeksius seperti virus dan bakteri yang bisa saja menempel di kulit, mulut, hidung, atau selaput lendir mata para tenaga kesehatan.

Tidak hanya itu APD ini pun digunakan untuk memblokir kontaminasi darah, cairan tubuh, dan sekresi pernapasan pasien COVID-19. Lalu, kalau alat pelindungnya saja terbatas, dengan apa para tenaga medis ini berlindung? Makanya, jangan heran kalau banyak dari mereka yang menggunakan jas hujan bahkan galon.
(Baca Juga : 3 Dokter Muslim Meninggal akibat Corona)
Masalah lain yang dihadapi petugas medis di Indonesia dalam menangani kasus COVID-19 ini adalah sifat tidak jujur pasien. Ya, ini juga menjadi fakta yang mesti dijadikan pembelajaran bagi siapapun. Ternyata, masih banyak pasien tidak mau menjelaskan secara jujur kondisi kesehatan maupun riwayat hidupnya. Dalam situasi ini apakah Anda tak sadar sangat membahayakan petugas medis yang merawat?</description><content:encoded>Sebanyak 31 tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 meninggal dunia. Mereka gugur saat menjalankan sumpah profesinya, menyelamatkan nyawa manusia tanpa pandang bulu.
Fakta miris memang. Mereka bertaruh nyawa demi kesembuhan manusia lain, sementara itu alat pelindung diri (APD) yang digunakan tak layak dan tak memadai jumlahnya di saat pandemi COVID-19 seperti sekarang. Lantas, bisa apa?
Dalam laporan Kementerian Kesehatan RI, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Bambang Wibowo mengungkap, kebutuhan APD sangat tinggi di tengah pandemi tapi stok terbatas.
&quot;Kebutuhan APD sangat tinggi, sementara persediaannya terbatas. Pada saat pandemi seperti sekarang, APD ternyata tak hanya digunakan tenaga medis, tetapi pasien dan masyarakat umum pun menggunakannya,&quot; kata Bambang beberapa waktu lalu.

(Baca Juga : 100 Dokter di Italia Meninggal karena Virus Corona)
Keterbatasan APD ini menjadi ancaman serius para garda terdepan ini. Mereka yang bertemu langsung dengan pasien COVID-19 dihadapkan pada realita miris yang harus mereka terima. Lagi-lagi, semua demi menjalankan sumpah profesi yang tak boleh mereka abaikan.
APD sangat dibutuhkan karena atribut itu berfungsi sebagai penghalang bahan infeksius seperti virus dan bakteri yang bisa saja menempel di kulit, mulut, hidung, atau selaput lendir mata para tenaga kesehatan.

Tidak hanya itu APD ini pun digunakan untuk memblokir kontaminasi darah, cairan tubuh, dan sekresi pernapasan pasien COVID-19. Lalu, kalau alat pelindungnya saja terbatas, dengan apa para tenaga medis ini berlindung? Makanya, jangan heran kalau banyak dari mereka yang menggunakan jas hujan bahkan galon.
(Baca Juga : 3 Dokter Muslim Meninggal akibat Corona)
Masalah lain yang dihadapi petugas medis di Indonesia dalam menangani kasus COVID-19 ini adalah sifat tidak jujur pasien. Ya, ini juga menjadi fakta yang mesti dijadikan pembelajaran bagi siapapun. Ternyata, masih banyak pasien tidak mau menjelaskan secara jujur kondisi kesehatan maupun riwayat hidupnya. Dalam situasi ini apakah Anda tak sadar sangat membahayakan petugas medis yang merawat?</content:encoded></item></channel></rss>
