<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berita Baik: 9 Negara Mulai Aktivitas Kembali Setelah Lockdown Akibat Wabah Corona</title><description>PANDEMI Corona COVID-19 memaksa semua orang di seluruh dunia untuk mengurung diri dalam rumah</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/04/17/620/2200451/berita-baik-9-negara-mulai-aktivitas-kembali-setelah-lockdown-akibat-wabah-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/04/17/620/2200451/berita-baik-9-negara-mulai-aktivitas-kembali-setelah-lockdown-akibat-wabah-corona"/><item><title>Berita Baik: 9 Negara Mulai Aktivitas Kembali Setelah Lockdown Akibat Wabah Corona</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/04/17/620/2200451/berita-baik-9-negara-mulai-aktivitas-kembali-setelah-lockdown-akibat-wabah-corona</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/04/17/620/2200451/berita-baik-9-negara-mulai-aktivitas-kembali-setelah-lockdown-akibat-wabah-corona</guid><pubDate>Jum'at 17 April 2020 00:19 WIB</pubDate><dc:creator>Pradita Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/17/620/2200451/berita-baik-9-negara-mulai-aktivitas-kembali-setelah-lockdown-akibat-wabah-corona-F0KuJ36rzU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lockdown Mulai Dibuka di Beberapa Negara Setelah Corona Mereda (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/04/17/620/2200451/berita-baik-9-negara-mulai-aktivitas-kembali-setelah-lockdown-akibat-wabah-corona-U5SG4owdBU.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/17/620/2200451/berita-baik-9-negara-mulai-aktivitas-kembali-setelah-lockdown-akibat-wabah-corona-F0KuJ36rzU.jpg</image><title>Lockdown Mulai Dibuka di Beberapa Negara Setelah Corona Mereda (Foto: Shutterstock)</title></images><description>PANDEMI Corona COVID-19 memaksa semua orang di seluruh dunia untuk mengurung diri dalam rumah guna memutus mata rantai penularannya. Beberapa negara bahkan memilih menerapkan kebijakan ekstrim berupa lockdown.
Setelah menelan pil pahit akibat lockdown guna memutus mata rantai penyebaran virus, kini beberapa negara tersebut mulai berangsur pulih dan rakyatnya telah beraktivitas seperti sedia kala, meski diikuti aturan ketat.
Dikutip dari Arabnews, Jumat (17/4/2020) berikut negara-negara yang sudah mulai membuka diri setelah lockdown.

1. Bahrain
Pada 9 April 2020, Bahrain mengumumkan pusat perbelanjaan seperti mal dan toko boleh beroperasi lagi setelah diberlakukan kebijakan lockdown akibat corona selama beberapa pekan. Kendati demikian para pekerja dan pengunjung toko tetap diwajibkan memakai masker. Begitu juga dengan setiap orang yang keluar rumah, wajib menggunakan masker.
(Baca Juga : COVID-19 Menjinak, Peneliti Ingatkan Gejalanya Tak Lagi Batuk)
Pembukaan mal dan toko ini dijalankan dengan aturan ketat. Di antaranya, pihak toko harus mengontrol jumlah orang yang ada di dalam area toko untuk menghindari terjadinya kerumuman orang. Selain itu, harus dipastikan semua permukaan di area toko dibersihkan dengan disinfektan secara rutin.
Khusus untuk supermarket dan toko-toko makanan harus mengalokasikan jam pertama operasional toko untuk para lansia dan ibu hamil agar meminimasilisasi risiko infeksi pada orang-orang tua dan wanita mengandung.
Sementara itu, untuk tempat olahraga seperti gym, kolam renang umum, kafe sisha, atau gerai-gerai kecantikan serta taman hiburan masih akan ditutup hingga 23 April 2020 mendatang.
Larangan berkumpul di tempat umum pun masih dibatasi, dengan maksimal lima orang saja. Semua orang masih diimbau untuk tetap berada di rumah, dan keluar rumah hanya dalam keadaan penting dan mendesak. Bahrain sendiri, seperti dilaporkan Reuters memiliki catatan kasus COVID-19 sebanyak 1.361 dengan enam kasus kematian.
2.      Iran
Setelah memberlakukan lockdown selama satu pekan, Iran mencoba memulihkan keadaan dengan terlebih dahulu membuka kembali kantor-kantor pemerintahan yang berlokasi di luar ibukota, dengan  aturan sepertiga karyawan tetap bekerja dari rumah.
(Baca Juga : Humor Gus Dur: Suwuk, Gus Dur Ahlinya)
Industri bisnis yang ada di luar wilayah ibu kota juga sudah kembali buka sejak 11 April 2020. Sementara itu, untuk di Teheran, bisnis baru diizinkan untuk dibuka kembali Sabtu 18 April 2020 mendatang. Tapi bisnis yang diizinkan untuk dibuka kembali ini,  bisa dilakukan selama pihak bisnis tersebut mendaftar pada pihak berwenang dan mengikuti pedoman tentang menjaga jarak sosial.  Kasus COVID-19, di Iran tercatat sebanyak 73.303 dengan 4.585 di antaranya meninggal dunia.
3.      Spanyol
Sejak 27 Maret 2020 silam pemerintah Spanyol telah menerapkan aturan pembatasan, yang akhirnya sudah dicabut pada Senin 13 April 2020.
Kini, Spanyol mengizinkan sektor industri bisnis yang para pegawainya tidak memungkinkan kerja dari rumah, untuk buka. Industri manufaktur, konstruksi, dan beberapa pekerja jasa layanan diizinkan untuk kembali bekerja tapi tetap harus mematuhi pedoman keselamatan yang ketat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNC8xNS8xLzEyMTI1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Baca juga : Bintang Tsurayya Muncul, Tanda-Tanda Wabah Corona Berakhir?)
Para pejabat Spanyol mengatakan juga akan mendistribusikan 10 juta masker di sarana transportasi umum. Spanyol memang tercatat memiliki kasus angka kematian cukup tinggi, dengan catatan sebanyak hampir 17.500 pasien positif COVID-19 meninggal, tetapi Spanyol berhasil menurunkan angka kasus infeksi baru.</description><content:encoded>PANDEMI Corona COVID-19 memaksa semua orang di seluruh dunia untuk mengurung diri dalam rumah guna memutus mata rantai penularannya. Beberapa negara bahkan memilih menerapkan kebijakan ekstrim berupa lockdown.
Setelah menelan pil pahit akibat lockdown guna memutus mata rantai penyebaran virus, kini beberapa negara tersebut mulai berangsur pulih dan rakyatnya telah beraktivitas seperti sedia kala, meski diikuti aturan ketat.
Dikutip dari Arabnews, Jumat (17/4/2020) berikut negara-negara yang sudah mulai membuka diri setelah lockdown.

1. Bahrain
Pada 9 April 2020, Bahrain mengumumkan pusat perbelanjaan seperti mal dan toko boleh beroperasi lagi setelah diberlakukan kebijakan lockdown akibat corona selama beberapa pekan. Kendati demikian para pekerja dan pengunjung toko tetap diwajibkan memakai masker. Begitu juga dengan setiap orang yang keluar rumah, wajib menggunakan masker.
(Baca Juga : COVID-19 Menjinak, Peneliti Ingatkan Gejalanya Tak Lagi Batuk)
Pembukaan mal dan toko ini dijalankan dengan aturan ketat. Di antaranya, pihak toko harus mengontrol jumlah orang yang ada di dalam area toko untuk menghindari terjadinya kerumuman orang. Selain itu, harus dipastikan semua permukaan di area toko dibersihkan dengan disinfektan secara rutin.
Khusus untuk supermarket dan toko-toko makanan harus mengalokasikan jam pertama operasional toko untuk para lansia dan ibu hamil agar meminimasilisasi risiko infeksi pada orang-orang tua dan wanita mengandung.
Sementara itu, untuk tempat olahraga seperti gym, kolam renang umum, kafe sisha, atau gerai-gerai kecantikan serta taman hiburan masih akan ditutup hingga 23 April 2020 mendatang.
Larangan berkumpul di tempat umum pun masih dibatasi, dengan maksimal lima orang saja. Semua orang masih diimbau untuk tetap berada di rumah, dan keluar rumah hanya dalam keadaan penting dan mendesak. Bahrain sendiri, seperti dilaporkan Reuters memiliki catatan kasus COVID-19 sebanyak 1.361 dengan enam kasus kematian.
2.      Iran
Setelah memberlakukan lockdown selama satu pekan, Iran mencoba memulihkan keadaan dengan terlebih dahulu membuka kembali kantor-kantor pemerintahan yang berlokasi di luar ibukota, dengan  aturan sepertiga karyawan tetap bekerja dari rumah.
(Baca Juga : Humor Gus Dur: Suwuk, Gus Dur Ahlinya)
Industri bisnis yang ada di luar wilayah ibu kota juga sudah kembali buka sejak 11 April 2020. Sementara itu, untuk di Teheran, bisnis baru diizinkan untuk dibuka kembali Sabtu 18 April 2020 mendatang. Tapi bisnis yang diizinkan untuk dibuka kembali ini,  bisa dilakukan selama pihak bisnis tersebut mendaftar pada pihak berwenang dan mengikuti pedoman tentang menjaga jarak sosial.  Kasus COVID-19, di Iran tercatat sebanyak 73.303 dengan 4.585 di antaranya meninggal dunia.
3.      Spanyol
Sejak 27 Maret 2020 silam pemerintah Spanyol telah menerapkan aturan pembatasan, yang akhirnya sudah dicabut pada Senin 13 April 2020.
Kini, Spanyol mengizinkan sektor industri bisnis yang para pegawainya tidak memungkinkan kerja dari rumah, untuk buka. Industri manufaktur, konstruksi, dan beberapa pekerja jasa layanan diizinkan untuk kembali bekerja tapi tetap harus mematuhi pedoman keselamatan yang ketat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNC8xNS8xLzEyMTI1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
(Baca juga : Bintang Tsurayya Muncul, Tanda-Tanda Wabah Corona Berakhir?)
Para pejabat Spanyol mengatakan juga akan mendistribusikan 10 juta masker di sarana transportasi umum. Spanyol memang tercatat memiliki kasus angka kematian cukup tinggi, dengan catatan sebanyak hampir 17.500 pasien positif COVID-19 meninggal, tetapi Spanyol berhasil menurunkan angka kasus infeksi baru.</content:encoded></item></channel></rss>
