<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belajar dari Drama Korea Itaewon Class, Ini 5 Kiat Sukses Membuka Restoran</title><description>Film Itaewon Class ini menceritakan tentang seorang anak muda yang menjadi narapidana.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/04/19/620/2201543/belajar-dari-drama-korea-itaewon-class-ini-5-kiat-sukses-membuka-restoran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/04/19/620/2201543/belajar-dari-drama-korea-itaewon-class-ini-5-kiat-sukses-membuka-restoran"/><item><title>Belajar dari Drama Korea Itaewon Class, Ini 5 Kiat Sukses Membuka Restoran</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/04/19/620/2201543/belajar-dari-drama-korea-itaewon-class-ini-5-kiat-sukses-membuka-restoran</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/04/19/620/2201543/belajar-dari-drama-korea-itaewon-class-ini-5-kiat-sukses-membuka-restoran</guid><pubDate>Minggu 19 April 2020 12:44 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Andhika Fikri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/19/620/2201543/belajar-dari-drama-korea-itaewon-class-ini-5-kiat-sukses-membuka-restoran-KZN0f90gpo.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/04/19/620/2201543/belajar-dari-drama-korea-itaewon-class-ini-5-kiat-sukses-membuka-restoran-rvjY1l3B9P.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/19/620/2201543/belajar-dari-drama-korea-itaewon-class-ini-5-kiat-sukses-membuka-restoran-KZN0f90gpo.jpg</image><title></title></images><description>Pandemi virus corona (COVID-19) memaksa masyarakat Indonesia untuk mengisolasi di rumah, demi mencegah penularannya. Rasa bosan tentu tidak terelakkan lagi. Namun masyarakat sepertinya sudah sangat pintar untuk menyiasati dan memanfaatkan waktu luangnya.
Nah, kegiatan yang kini banyak dilakukan adalah menonton drama korea alias drakor. Meski terdengar hanya membuang-buang waktu, tetapi bila memilih film atau serial yang tepat, ada banyak inspirasi yang bisa didapatkan.
Salah satu contohnya adalah serial Itaewon Class di Netflix yang lagi nge-hype banget! Film yang dibintangi oleh Park Seo-joon (Park Sae-ro-yi) ini menceritakan tentang seorang anak muda berbakat yang terpaksa menjadi narapidana.
Dia memukul Jang Geun-won, pelaku perundungan di sekolahnya dan juga menjadi tersangka tabrak lari yang mengakibatkan ayah Park Sae-ro-yi meninggal dunia. Selama mendekam di penjara, dia bertekad untuk mewujudkan impian ayahnya membuka kedai makan.
Berkat kerja keras dan prinsip yang kuat, Prak Sae-ro-yi, berhasil membuka perusahaan franchise kuliner yang dia namakan Itaewon Class.
(Baca Juga : 10 Makanan Khas Korea Paling Populer di Indonesia, Kamu Suka yang Mana?)
Kesuksesan tersebut tidak dia dapatkan dengan mudah. Park Sae-ro-yi sempat menghadapi sejumlah rintangan, hingga membuat kedainya (DanBam) nyaris gulung tikar. Namun dia dapat bangkit dari keterpurukan dan berhasil mewujudkan mimpi ayahnya.
Bila Anda saksikan secara seksama, serial Itaewon Class ini sebetulnya mengajarkan beberapa nilai kehidupan, serta tips sukses merintis bisnis kuliner di era serba digital seperti saat ini.
Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk sinak langsung penjelasan lengkapnya yang berhasil di rangkum Okezone. Semoga bisa menginspirasi Anda yang berencana membuka bisnis kuliner setelah pandem COVID-19 berakhir.
Desain interior yang Instagramable

Setelah keluar dari penjara, Park Sae-ro-yi memantapkan diri untuk membuka kedai bernama DanBam dari hasil uang asuransi ayahnya. Lokasinya cukup strategis yakni, berada di jantung kawasan Itaewon berdekatan dengan lokasi rival terberatnya, Jangga.
Namun sayang, saat pertama kali membuka kedai, Sae-ro-yoi tidak memikirkan konsep dan desain interior secara matang. Dia sepertinya tidak paham bahwa di era digital seperti saat ini, tampilan dan suasana tempat menjadi salah satu pertimbangan utama bagi para pengunjung.
(Baca Juga : Cantiknya Para Member SNSD Pakai Masker, Pilih Yoona atau Tiffany?)
Sementara Sae-ro-yi hanya menata kedai seadanya. Dia menggunakan furniture sederhana seperti meja bundar dan kursi berukuran kecil. Dekorasi di dalam kedainya pun hanya dihiasi tempelan foto dan pernak-pernik ala kadarnya.
Sampai pada akhirnya dia bertemu dengan wanita muda bernama Jo Yi-seo. Sebagai seorang influencer dan blogger, Yi-seo memang cukup mengerti perkembangan pasar kuliner, dan hal-hal yang menarik perhatian para pelanggan muda alias milenial. Karena pada dasarnya kedai DanBam menyasar segementasi pasar tersebut.
Setelah direkrut menjadi manajer DanBam, Yi-seo langsung mengubah total wajah kedai Sae-ro-yi hingga ramai dikunjungi banyak orang. Salah satu kunci suksesnya adalah mengubah tampilan interior di dalam kedai tersebut.
Dia menata ulang meja dan kursi makan agar suasana kedai menjadi lebih nyaman, dan mudah dilalui oleh para pekerja maupun pengunjung. Tak hanya itu, Yi-seo juga menambahkan dekorasi kekinian dengan nuansa instagramable yang sangat kental.
Mulai dari menghias langit-langit menggunakan bola atau balon-balon berwarna merah muda, menambah kapasitas kedai menggunakan bean bag, memasang lampu neon dengan slogan yang eye catching seperti 'Honey Night', serta memberikan sentuhan nature melalui tanaman-tanaman hias.
(Baca Juga : 10 Makanan Klasik Korea yang Jadi Favorit Pencinta Kuliner Dunia)
Hasilnya pun terlihat sangat luar biasa. Selain dapat menikmati beragam hidanan lezat, mengunjung juga dapat mengabadikan momen di sejumlah spot-spot instagramable yang memang sengaja disediakan.
Hubungan antara restauran berkonsep instagramable dan peningkatan jumlah pengunjung ini sebelumnya sempat dibahas oleh sejumlah pengamat bisnis. Mengutip socialmediatoday, disebutkan bahwa 69% pengunjung milenial mengabadikan menu makan malam mereka sebelum menikmatinya.
Tak hanya itu, 30% pengunjung milenial cenderung menghindari restoran yang tidak memiliki tampilan menarik atau instagramable.</description><content:encoded>Pandemi virus corona (COVID-19) memaksa masyarakat Indonesia untuk mengisolasi di rumah, demi mencegah penularannya. Rasa bosan tentu tidak terelakkan lagi. Namun masyarakat sepertinya sudah sangat pintar untuk menyiasati dan memanfaatkan waktu luangnya.
Nah, kegiatan yang kini banyak dilakukan adalah menonton drama korea alias drakor. Meski terdengar hanya membuang-buang waktu, tetapi bila memilih film atau serial yang tepat, ada banyak inspirasi yang bisa didapatkan.
Salah satu contohnya adalah serial Itaewon Class di Netflix yang lagi nge-hype banget! Film yang dibintangi oleh Park Seo-joon (Park Sae-ro-yi) ini menceritakan tentang seorang anak muda berbakat yang terpaksa menjadi narapidana.
Dia memukul Jang Geun-won, pelaku perundungan di sekolahnya dan juga menjadi tersangka tabrak lari yang mengakibatkan ayah Park Sae-ro-yi meninggal dunia. Selama mendekam di penjara, dia bertekad untuk mewujudkan impian ayahnya membuka kedai makan.
Berkat kerja keras dan prinsip yang kuat, Prak Sae-ro-yi, berhasil membuka perusahaan franchise kuliner yang dia namakan Itaewon Class.
(Baca Juga : 10 Makanan Khas Korea Paling Populer di Indonesia, Kamu Suka yang Mana?)
Kesuksesan tersebut tidak dia dapatkan dengan mudah. Park Sae-ro-yi sempat menghadapi sejumlah rintangan, hingga membuat kedainya (DanBam) nyaris gulung tikar. Namun dia dapat bangkit dari keterpurukan dan berhasil mewujudkan mimpi ayahnya.
Bila Anda saksikan secara seksama, serial Itaewon Class ini sebetulnya mengajarkan beberapa nilai kehidupan, serta tips sukses merintis bisnis kuliner di era serba digital seperti saat ini.
Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk sinak langsung penjelasan lengkapnya yang berhasil di rangkum Okezone. Semoga bisa menginspirasi Anda yang berencana membuka bisnis kuliner setelah pandem COVID-19 berakhir.
Desain interior yang Instagramable

Setelah keluar dari penjara, Park Sae-ro-yi memantapkan diri untuk membuka kedai bernama DanBam dari hasil uang asuransi ayahnya. Lokasinya cukup strategis yakni, berada di jantung kawasan Itaewon berdekatan dengan lokasi rival terberatnya, Jangga.
Namun sayang, saat pertama kali membuka kedai, Sae-ro-yoi tidak memikirkan konsep dan desain interior secara matang. Dia sepertinya tidak paham bahwa di era digital seperti saat ini, tampilan dan suasana tempat menjadi salah satu pertimbangan utama bagi para pengunjung.
(Baca Juga : Cantiknya Para Member SNSD Pakai Masker, Pilih Yoona atau Tiffany?)
Sementara Sae-ro-yi hanya menata kedai seadanya. Dia menggunakan furniture sederhana seperti meja bundar dan kursi berukuran kecil. Dekorasi di dalam kedainya pun hanya dihiasi tempelan foto dan pernak-pernik ala kadarnya.
Sampai pada akhirnya dia bertemu dengan wanita muda bernama Jo Yi-seo. Sebagai seorang influencer dan blogger, Yi-seo memang cukup mengerti perkembangan pasar kuliner, dan hal-hal yang menarik perhatian para pelanggan muda alias milenial. Karena pada dasarnya kedai DanBam menyasar segementasi pasar tersebut.
Setelah direkrut menjadi manajer DanBam, Yi-seo langsung mengubah total wajah kedai Sae-ro-yi hingga ramai dikunjungi banyak orang. Salah satu kunci suksesnya adalah mengubah tampilan interior di dalam kedai tersebut.
Dia menata ulang meja dan kursi makan agar suasana kedai menjadi lebih nyaman, dan mudah dilalui oleh para pekerja maupun pengunjung. Tak hanya itu, Yi-seo juga menambahkan dekorasi kekinian dengan nuansa instagramable yang sangat kental.
Mulai dari menghias langit-langit menggunakan bola atau balon-balon berwarna merah muda, menambah kapasitas kedai menggunakan bean bag, memasang lampu neon dengan slogan yang eye catching seperti 'Honey Night', serta memberikan sentuhan nature melalui tanaman-tanaman hias.
(Baca Juga : 10 Makanan Klasik Korea yang Jadi Favorit Pencinta Kuliner Dunia)
Hasilnya pun terlihat sangat luar biasa. Selain dapat menikmati beragam hidanan lezat, mengunjung juga dapat mengabadikan momen di sejumlah spot-spot instagramable yang memang sengaja disediakan.
Hubungan antara restauran berkonsep instagramable dan peningkatan jumlah pengunjung ini sebelumnya sempat dibahas oleh sejumlah pengamat bisnis. Mengutip socialmediatoday, disebutkan bahwa 69% pengunjung milenial mengabadikan menu makan malam mereka sebelum menikmatinya.
Tak hanya itu, 30% pengunjung milenial cenderung menghindari restoran yang tidak memiliki tampilan menarik atau instagramable.</content:encoded></item></channel></rss>
