<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Pasien Corona Sembuh Asal Ponorogo, Sempat Berpikir Akan Meninggal</title><description>Seorang pasien positif virus corona yang sembuh asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mengaku terkejut saat ia divonis terpapar corona.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/04/20/620/2201803/cerita-pasien-corona-sembuh-asal-ponorogo-sempat-berpikir-akan-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/04/20/620/2201803/cerita-pasien-corona-sembuh-asal-ponorogo-sempat-berpikir-akan-meninggal"/><item><title>Cerita Pasien Corona Sembuh Asal Ponorogo, Sempat Berpikir Akan Meninggal</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/04/20/620/2201803/cerita-pasien-corona-sembuh-asal-ponorogo-sempat-berpikir-akan-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/04/20/620/2201803/cerita-pasien-corona-sembuh-asal-ponorogo-sempat-berpikir-akan-meninggal</guid><pubDate>Senin 20 April 2020 10:13 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/20/620/2201803/cerita-pasien-corona-sembuh-asal-ponorogo-sempat-berpikir-akan-meninggal-ud7H7n4mrL.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/04/20/620/2201803/cerita-pasien-corona-sembuh-asal-ponorogo-sempat-berpikir-akan-meninggal-BoqSc10tko.JPG</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/20/620/2201803/cerita-pasien-corona-sembuh-asal-ponorogo-sempat-berpikir-akan-meninggal-ud7H7n4mrL.JPG</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>PONOROGO - Seorang pasien positif virus corona yang sembuh asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mengaku terkejut saat ia divonis terpapar corona setelah pulang dari Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Pasien dengan kode 04 ini pun mengungkapkan ceritanya usai menjalani perawatan selama 19 hari di RSUD dr Harjono, Ponorogo dan dinyatakan sembuh.
Melalui rekaman video conference bersama Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni yang diterima Okezone, pasien tersebut mengaku bahagia bisa sembuh dari corona.
&quot;Rasanya sudah lega, lebih tenang, bersyukur sudah dinyatakan sembuh. Secara fisik tidak ada keluhan sama sekali,&quot; ungkapnya, Senin (20/4/2020).
Dirinya menyatakan sempat mengalami stres ringan karena vonis positif corona. Hal ini membuat dirinya sampai terbayang akan meninggal dunia.
&quot;Waktu pertama kali masuk (rumah sakit) saya merasa stres, takut corona kalau sampai meninggal bagaimana. Selanjutnya saya dikirim bacaan doa oleh anak saya, akhirnya saya pasrah dan tidak boleh stres. Banyak makan dan minum serta dapat dukungan dari keluarga, rekan kerja dan Kadinkes. Itu yang jadi penyemangat saya sembuh,&quot; terangnya.
Saat ditanya Bupati ihwal kronologi awal ia tertular corona, ia mengaku sebelumnya mengikuti pelatihan tenaga haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
&quot;Rabu 18 Maret 2020 lalu saya pulang dari Surabaya, tanggal 24 baru saya merasakan badan saya menggigil, kemudian saya semprot semua barang-barang saya, baju semua saya cuci,&quot; paparnya.
Namun saat itu ia masih menjalani isolasi mandiri di rumahnya selamat empat hari. Baru tanggal 28 Maret 2020 ia dibawa ke RSUD dr Harjono Ponorogo hingga akhirnya dinyatakan positif corona.</description><content:encoded>PONOROGO - Seorang pasien positif virus corona yang sembuh asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mengaku terkejut saat ia divonis terpapar corona setelah pulang dari Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Pasien dengan kode 04 ini pun mengungkapkan ceritanya usai menjalani perawatan selama 19 hari di RSUD dr Harjono, Ponorogo dan dinyatakan sembuh.
Melalui rekaman video conference bersama Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni yang diterima Okezone, pasien tersebut mengaku bahagia bisa sembuh dari corona.
&quot;Rasanya sudah lega, lebih tenang, bersyukur sudah dinyatakan sembuh. Secara fisik tidak ada keluhan sama sekali,&quot; ungkapnya, Senin (20/4/2020).
Dirinya menyatakan sempat mengalami stres ringan karena vonis positif corona. Hal ini membuat dirinya sampai terbayang akan meninggal dunia.
&quot;Waktu pertama kali masuk (rumah sakit) saya merasa stres, takut corona kalau sampai meninggal bagaimana. Selanjutnya saya dikirim bacaan doa oleh anak saya, akhirnya saya pasrah dan tidak boleh stres. Banyak makan dan minum serta dapat dukungan dari keluarga, rekan kerja dan Kadinkes. Itu yang jadi penyemangat saya sembuh,&quot; terangnya.
Saat ditanya Bupati ihwal kronologi awal ia tertular corona, ia mengaku sebelumnya mengikuti pelatihan tenaga haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
&quot;Rabu 18 Maret 2020 lalu saya pulang dari Surabaya, tanggal 24 baru saya merasakan badan saya menggigil, kemudian saya semprot semua barang-barang saya, baju semua saya cuci,&quot; paparnya.
Namun saat itu ia masih menjalani isolasi mandiri di rumahnya selamat empat hari. Baru tanggal 28 Maret 2020 ia dibawa ke RSUD dr Harjono Ponorogo hingga akhirnya dinyatakan positif corona.</content:encoded></item></channel></rss>
