<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Cara Mendeteksi COVID-19 dengan Tes PCR   </title><description>Mereka yang disarankan melakukan rapid test adalah kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP).</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/04/20/620/2202184/ini-cara-mendeteksi-covid-19-dengan-tes-pcr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/04/20/620/2202184/ini-cara-mendeteksi-covid-19-dengan-tes-pcr"/><item><title>Ini Cara Mendeteksi COVID-19 dengan Tes PCR   </title><link>https://www.okezone.com/read/2020/04/20/620/2202184/ini-cara-mendeteksi-covid-19-dengan-tes-pcr</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/04/20/620/2202184/ini-cara-mendeteksi-covid-19-dengan-tes-pcr</guid><pubDate>Senin 20 April 2020 20:33 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/20/620/2202184/ini-cara-mendeteksi-covid-19-dengan-tes-pcr-qvd72W58UP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/04/20/620/2202184/ini-cara-mendeteksi-covid-19-dengan-tes-pcr-PoHQk4xb0r.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/20/620/2202184/ini-cara-mendeteksi-covid-19-dengan-tes-pcr-qvd72W58UP.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>PEMERINTAH menargetkan menggelar sebanyak mungkin tes cepat atau rapid test untuk mencegah semakin meluasnya virus Corona COVID-19. Pemerintah pun akan menyiapkan sebanyak 1 juta alat rapid test atau tes cepat COVID-19.
Mereka yang disarankan melakukan rapid test adalah kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP). Namun jika Anda merasakan gejala COVID-19, tes ini bisa dilakukan.
Juri Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan rapid test ini berbasis seurologi, bagi orang yang nantinya dinyatakan positif, mereka tetap harus menjalani tes tambahan menggunakan Polimerase Chain Reaction (PCR).
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, pada Minggu 19/4/2020 Indonesia telah mendatangkan bahan tes PCR untuk pendeteksian virus corona dari Korea Selatan.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Lakukan 6 Hal Ini jika Anda Mengalami Gejala Mirip Virus Corona)
  
Menurutnya, Indonesia membutuhkan bahan untuk melakukan tes PCR bagi deteksi covid-19 agar laboratorium bisa segera bekerja memeriksa warga. &quot;Kita bersyukur dalam waktu kurang dari 24 jam kita bisa mendapatkan 50.000 tes PCR hari ini,&amp;rdquo; ujar Doni kemarin.
Presiden Joko Widodo pun berharap agar setiap hari setidaknya bisa dilakukan 10.000 pemeriksaan. Selain itu, pemerintah sudah menetapkan 19 laboratorium untuk pendeteksian Covid-19 di seluruh Indonesia. Hanya saja, semua laboratorium tersebut membutuhkan reagent PCR dan reagent ekstrasi RNA agar bisa melakukan pemeriksaan kepada warga yang diduga terpapar covid-19.
Doni pun berharap dalam sepekan ke depan akan bisa didapatkan sekitar 495.000 bahan untuk pemeriksaan covid-19. Dengan jumlah itu maka Indonesia akan bisa memetakan lebih tepat jumlah warga yang terpapar COVID-19 dan di mana mereka berada. Masalahnya, pemeriksaan PCR membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Oleh karena itu, International Atomic Energy Agency (IAEA) pun tengah mengembangkan PCR secara real-time. IAEA bersama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), menyatakan salah satu metode laboratorium yang paling akurat untuk mendeteksi, melacak, dan mempelajari virus corona adalah PCR secara realtime (RT-PCR).</description><content:encoded>PEMERINTAH menargetkan menggelar sebanyak mungkin tes cepat atau rapid test untuk mencegah semakin meluasnya virus Corona COVID-19. Pemerintah pun akan menyiapkan sebanyak 1 juta alat rapid test atau tes cepat COVID-19.
Mereka yang disarankan melakukan rapid test adalah kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP). Namun jika Anda merasakan gejala COVID-19, tes ini bisa dilakukan.
Juri Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan rapid test ini berbasis seurologi, bagi orang yang nantinya dinyatakan positif, mereka tetap harus menjalani tes tambahan menggunakan Polimerase Chain Reaction (PCR).
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, pada Minggu 19/4/2020 Indonesia telah mendatangkan bahan tes PCR untuk pendeteksian virus corona dari Korea Selatan.
(Baca Juga:&amp;nbsp;Lakukan 6 Hal Ini jika Anda Mengalami Gejala Mirip Virus Corona)
  
Menurutnya, Indonesia membutuhkan bahan untuk melakukan tes PCR bagi deteksi covid-19 agar laboratorium bisa segera bekerja memeriksa warga. &quot;Kita bersyukur dalam waktu kurang dari 24 jam kita bisa mendapatkan 50.000 tes PCR hari ini,&amp;rdquo; ujar Doni kemarin.
Presiden Joko Widodo pun berharap agar setiap hari setidaknya bisa dilakukan 10.000 pemeriksaan. Selain itu, pemerintah sudah menetapkan 19 laboratorium untuk pendeteksian Covid-19 di seluruh Indonesia. Hanya saja, semua laboratorium tersebut membutuhkan reagent PCR dan reagent ekstrasi RNA agar bisa melakukan pemeriksaan kepada warga yang diduga terpapar covid-19.
Doni pun berharap dalam sepekan ke depan akan bisa didapatkan sekitar 495.000 bahan untuk pemeriksaan covid-19. Dengan jumlah itu maka Indonesia akan bisa memetakan lebih tepat jumlah warga yang terpapar COVID-19 dan di mana mereka berada. Masalahnya, pemeriksaan PCR membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Oleh karena itu, International Atomic Energy Agency (IAEA) pun tengah mengembangkan PCR secara real-time. IAEA bersama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), menyatakan salah satu metode laboratorium yang paling akurat untuk mendeteksi, melacak, dan mempelajari virus corona adalah PCR secara realtime (RT-PCR).</content:encoded></item></channel></rss>
