<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Please Pasien COVID-19 Jangan Bohong agar Tenaga Medis Tak Jadi Korban</title><description>Tenaga medis di Indonesia banyak yang terkena COVID-19.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/04/23/620/2203842/please-pasien-covid-19-jangan-bohong-agar-tenaga-medis-tak-jadi-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/04/23/620/2203842/please-pasien-covid-19-jangan-bohong-agar-tenaga-medis-tak-jadi-korban"/><item><title>Please Pasien COVID-19 Jangan Bohong agar Tenaga Medis Tak Jadi Korban</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/04/23/620/2203842/please-pasien-covid-19-jangan-bohong-agar-tenaga-medis-tak-jadi-korban</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/04/23/620/2203842/please-pasien-covid-19-jangan-bohong-agar-tenaga-medis-tak-jadi-korban</guid><pubDate>Kamis 23 April 2020 17:32 WIB</pubDate><dc:creator>Dewi Kania</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/23/620/2203842/please-pasien-covid-19-jangan-bohong-agar-tenaga-medis-tak-jadi-korban-UQ3NbqdFb4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/04/23/620/2203842/please-pasien-covid-19-jangan-bohong-agar-tenaga-medis-tak-jadi-korban-xHBZhQygjp.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/23/620/2203842/please-pasien-covid-19-jangan-bohong-agar-tenaga-medis-tak-jadi-korban-UQ3NbqdFb4.jpg</image><title>Ilustrasi. (Freepik)</title></images><description>TENAGA medis di Indonesia banyak yang terkena COVID-19. Salah satu penyebab utama adalah pasien positif corona berbohong tentang riwayat sakitnya kepada dokter.
Profesi dokter, suster dan tenaga medis di masa pandemi Corona COVID-19 ini jadi kategori orang yang paling rentan tertular. Maka, para tenaga medis ini wajib memakai APD (Alat Pelindung Diri) saat mereka bertugas di garda terdepan melawan COVID-19.
Namun, apa yang bisa diperbuat para dokter ketika menghadapi pasien positif corona COVID-19 dan keluarganya yang berbohong tentang riwayat sakitnya. Saat pertama kali berkonsultasi ke dokter, mereka tidak jujur bercerita bahwa pernah kontak dengan orang yang positif Covid-19 atau ada riwayat pergi ke kota yang telah menjadi zona merah.
Kasus pasien berbohong hingga membahayakan dokter di rumah sakit pun sudah terjadi. Beberapa minggu lalu, sebanyak 46 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi Semarang tertular virus corona, karena menangani pasien tidak jujur. Beberapa di antaranya ada dari kalangan dokter spesialis.
Disebutkan bahwa pasien berbohong itu berasal dari zona merah corona COVID-19 yang datang ke Semarang. Kemudian pasien tersebut datang ke RSUP Kariadi dan tidak jujur bahwa dirinya baru datang dari zona merah corona COVID-19.

Saat datang ke rumah sakit, pasien datang dengan gejala yang mirip corona COVID-19. Karena pasien tidak jujur, akhirnya tenaga medis di RSUP Kariadi malah mendapat petaka.
Ada lagi kasus serupa di RS TNI Ciremai Cirebon. Akibat pasien tidak jujur menceritakan riwayat perjalanannya ke dokter, ada 21 tenaga medis juga harus diisolasi. Diikuti dengan kabar terbaru dari salah satu RS di Kota Bekasi, 11 tenaga medis harus diisolasi juga akibat pasien berbohong.
Pasien corona COVID-19 diimbau tidak melakukan hal serupa. Ingatlah, banyak tenaga medis yang meninggal akibat terpapar corona COVID, baik itu dengan hasil rapid test positif atau masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PD).
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengeluarkan data terbaru dokter yang meninggal dunia karena corona COVID-19 sebanyak 23 dokter per 22 April 2020. Indonesia hingga kini memiliki 223.826 dokter berdasarkan registrasi keseluruhan di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).
Sementara menurut data dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)  ada 16 perawat diduga meninggal  karena COVID-19.
Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah mengatakan, data tersebut belum melaporkan semua kematian perawat akibat corona COVID-19. PPNI memiliki sistem pemantauan internal yang diisi perawat secara volunteer. &quot;Tapi sepertinya 16 perawat yang diduga meninggal akibat corona sepertinya belum sesuai dengan fakta, karena masih banyak yang tidak mengisi,&quot; terangnya saat dihubungi Okezone.</description><content:encoded>TENAGA medis di Indonesia banyak yang terkena COVID-19. Salah satu penyebab utama adalah pasien positif corona berbohong tentang riwayat sakitnya kepada dokter.
Profesi dokter, suster dan tenaga medis di masa pandemi Corona COVID-19 ini jadi kategori orang yang paling rentan tertular. Maka, para tenaga medis ini wajib memakai APD (Alat Pelindung Diri) saat mereka bertugas di garda terdepan melawan COVID-19.
Namun, apa yang bisa diperbuat para dokter ketika menghadapi pasien positif corona COVID-19 dan keluarganya yang berbohong tentang riwayat sakitnya. Saat pertama kali berkonsultasi ke dokter, mereka tidak jujur bercerita bahwa pernah kontak dengan orang yang positif Covid-19 atau ada riwayat pergi ke kota yang telah menjadi zona merah.
Kasus pasien berbohong hingga membahayakan dokter di rumah sakit pun sudah terjadi. Beberapa minggu lalu, sebanyak 46 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi Semarang tertular virus corona, karena menangani pasien tidak jujur. Beberapa di antaranya ada dari kalangan dokter spesialis.
Disebutkan bahwa pasien berbohong itu berasal dari zona merah corona COVID-19 yang datang ke Semarang. Kemudian pasien tersebut datang ke RSUP Kariadi dan tidak jujur bahwa dirinya baru datang dari zona merah corona COVID-19.

Saat datang ke rumah sakit, pasien datang dengan gejala yang mirip corona COVID-19. Karena pasien tidak jujur, akhirnya tenaga medis di RSUP Kariadi malah mendapat petaka.
Ada lagi kasus serupa di RS TNI Ciremai Cirebon. Akibat pasien tidak jujur menceritakan riwayat perjalanannya ke dokter, ada 21 tenaga medis juga harus diisolasi. Diikuti dengan kabar terbaru dari salah satu RS di Kota Bekasi, 11 tenaga medis harus diisolasi juga akibat pasien berbohong.
Pasien corona COVID-19 diimbau tidak melakukan hal serupa. Ingatlah, banyak tenaga medis yang meninggal akibat terpapar corona COVID, baik itu dengan hasil rapid test positif atau masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PD).
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengeluarkan data terbaru dokter yang meninggal dunia karena corona COVID-19 sebanyak 23 dokter per 22 April 2020. Indonesia hingga kini memiliki 223.826 dokter berdasarkan registrasi keseluruhan di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).
Sementara menurut data dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)  ada 16 perawat diduga meninggal  karena COVID-19.
Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah mengatakan, data tersebut belum melaporkan semua kematian perawat akibat corona COVID-19. PPNI memiliki sistem pemantauan internal yang diisi perawat secara volunteer. &quot;Tapi sepertinya 16 perawat yang diduga meninggal akibat corona sepertinya belum sesuai dengan fakta, karena masih banyak yang tidak mengisi,&quot; terangnya saat dihubungi Okezone.</content:encoded></item></channel></rss>
