<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>New Normal Kita Harus Hidup Bersama Virus COVID-19 Sampai Kapan?   </title><description>Korban yang terkena virus corona ini masih mencapai ratusan setiap harinya, dengan puluhan orang meninggal.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/05/19/620/2216492/new-normal-kita-harus-hidup-bersama-virus-covid-19-sampai-kapan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/05/19/620/2216492/new-normal-kita-harus-hidup-bersama-virus-covid-19-sampai-kapan"/><item><title>New Normal Kita Harus Hidup Bersama Virus COVID-19 Sampai Kapan?   </title><link>https://www.okezone.com/read/2020/05/19/620/2216492/new-normal-kita-harus-hidup-bersama-virus-covid-19-sampai-kapan</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/05/19/620/2216492/new-normal-kita-harus-hidup-bersama-virus-covid-19-sampai-kapan</guid><pubDate>Selasa 19 Mei 2020 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/19/620/2216492/new-normal-kita-harus-hidup-bersama-virus-covid-19-sampai-kapan-WtdRXcPbOz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/05/19/620/2216492/new-normal-kita-harus-hidup-bersama-virus-covid-19-sampai-kapan-YzMOVE3wlO.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/19/620/2216492/new-normal-kita-harus-hidup-bersama-virus-covid-19-sampai-kapan-WtdRXcPbOz.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>PEMERINTAH mulai melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan mengizinkan beberapa maskapai penerbangan beroperasi. Bahkan, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo pun mengizinkan mereka yang berusia di bawah 45 tahun untuk keluar rumah.
Meski demikian, kasus COVID-19 di Indonesia nampak belum menunjukkan tanda-tanda pelambatan. Korban yang terkena virus corona ini masih mencapai ratusan setiap harinya, dengan puluhan orang meninggal.
Karenanya, World Health Organization (WHO) memperingatkan beberapa negara yang mulai melonggarkan lockdown dan membuka kembali bisnis dan tempat usaha di tengah pandemi COVID-19, agar bersiap akan terjadi kasus baru virus corona di masa depan.
&amp;ldquo;Di Wuhan, China kasus pertama telah muncul sejak status lockdown dilepas. Jerman juga melaporkan peningkatan kasus sejak adanya pelonggaran pembatasan,&amp;rdquo; ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, melansir dari CNBC.



Baca Juga: Korea Selatan Desak Negara-Negara Laporkan Data Virus Corona ke WHO
Tedros meminta setiap negara untuk berhati-hati dengan kebijakan pelonggaran pembatasan, alih-alih ingin memulihkan ekonomi dengan cepat. Ia menyarankan kepada setiap negara, agar sebelum mencabut pembatasan sosial, mereka harus mampu mengendalikan epidemi.
Selain itu, setiap negara juga harus bisa memastikan sistem kesehatannya mampu mengatasi potensi penularan kembali. Ditambah, setiap negara memiliki infrastruktur pengujian yang diperlukan untuk melacak serta mengisolasi para penderita COVID-19.
Di sisi lain, Dr Takeshi Kasai, direktur regional WHO untuk Pasifik Barat, mencatat di World Economic Forum (WEF) dan WHO ada perdebatan tentang apakah langkah-langkah yang diambil untuk menghentikan penyebaran virus malah mengorbankan ekonomi?</description><content:encoded>PEMERINTAH mulai melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan mengizinkan beberapa maskapai penerbangan beroperasi. Bahkan, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo pun mengizinkan mereka yang berusia di bawah 45 tahun untuk keluar rumah.
Meski demikian, kasus COVID-19 di Indonesia nampak belum menunjukkan tanda-tanda pelambatan. Korban yang terkena virus corona ini masih mencapai ratusan setiap harinya, dengan puluhan orang meninggal.
Karenanya, World Health Organization (WHO) memperingatkan beberapa negara yang mulai melonggarkan lockdown dan membuka kembali bisnis dan tempat usaha di tengah pandemi COVID-19, agar bersiap akan terjadi kasus baru virus corona di masa depan.
&amp;ldquo;Di Wuhan, China kasus pertama telah muncul sejak status lockdown dilepas. Jerman juga melaporkan peningkatan kasus sejak adanya pelonggaran pembatasan,&amp;rdquo; ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, melansir dari CNBC.



Baca Juga: Korea Selatan Desak Negara-Negara Laporkan Data Virus Corona ke WHO
Tedros meminta setiap negara untuk berhati-hati dengan kebijakan pelonggaran pembatasan, alih-alih ingin memulihkan ekonomi dengan cepat. Ia menyarankan kepada setiap negara, agar sebelum mencabut pembatasan sosial, mereka harus mampu mengendalikan epidemi.
Selain itu, setiap negara juga harus bisa memastikan sistem kesehatannya mampu mengatasi potensi penularan kembali. Ditambah, setiap negara memiliki infrastruktur pengujian yang diperlukan untuk melacak serta mengisolasi para penderita COVID-19.
Di sisi lain, Dr Takeshi Kasai, direktur regional WHO untuk Pasifik Barat, mencatat di World Economic Forum (WEF) dan WHO ada perdebatan tentang apakah langkah-langkah yang diambil untuk menghentikan penyebaran virus malah mengorbankan ekonomi?</content:encoded></item></channel></rss>
