<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>      Lebaran di Rumah Tetap Bisa Rayakan dengan Sukacita, Ini Caranya!   </title><description></description><link>https://www.okezone.com/read/2020/05/25/620/2219354/lebaran-di-rumah-tetap-bisa-rayakan-dengan-sukacita-ini-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/05/25/620/2219354/lebaran-di-rumah-tetap-bisa-rayakan-dengan-sukacita-ini-caranya"/><item><title>      Lebaran di Rumah Tetap Bisa Rayakan dengan Sukacita, Ini Caranya!   </title><link>https://www.okezone.com/read/2020/05/25/620/2219354/lebaran-di-rumah-tetap-bisa-rayakan-dengan-sukacita-ini-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/05/25/620/2219354/lebaran-di-rumah-tetap-bisa-rayakan-dengan-sukacita-ini-caranya</guid><pubDate>Senin 25 Mei 2020 17:21 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/25/620/2219354/lebaran-di-rumah-tetap-bisa-rayakan-dengan-sukacita-ini-caranya-JTYeuHXnbx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/05/25/620/2219354/lebaran-di-rumah-tetap-bisa-rayakan-dengan-sukacita-ini-caranya-gKAbv6tQsM.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/25/620/2219354/lebaran-di-rumah-tetap-bisa-rayakan-dengan-sukacita-ini-caranya-JTYeuHXnbx.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>Idul Fitri 1441 H menjadi sejarah dalam kehidupan ini, karena dirayakan tak semeriah biasanya. Tak ada open house, bahkan tak ada sholat Id berjamaah di masjid.

Ya, Lebaran 2020 dirayakan di tengah pandemi COVID-19. Pemerintah mengimbau agar Idul Fitri kali ini cukup dirayakan di rumah saja. Ini demi menghentikan penularan COVID-19.

Maka, lebaran kali ini, kita diimbau Sholat Id di rumah. Begitupula perayaan Idul Fitri cukup dilakukan di rumah saja, tak perlu saling kunjung ke rumah tetangga  maupun kerabat.

Lebaran kali ini memang terasa berbeda dibanding tahun sebelumnya. Mungkin sebagian dari Anda akan meneteskan air mata tanpa disadari. Lebaran kali ini tak ada pelukan hangat saudara tersayang atau tetangga yang sudah lama menetap di samping rumah.

Meski begitu, Lebaran tetap harus disambut dengan sukacita, disambut dengan perasaan bahagia. Lantas, bagaimana cara kita mengobati hati yang sedih karena merayakan Lebaran tak seperti biasanya?

Diterangkan Psikolog Meity Arianty, perlu dicatat oleh semua Muslim yang merayakan Idul Fitri, makna Lebaran bukan hanya kembali ke fitrah tapi lebih luas. Pemahaman Jawa misalnya, Lebaran itu disebut juga sebagai pelebur dosa sehingga seorang Muslim kembali suci.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8yMy82Ni8xMjEzNDMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga: 3 Strategi Cegah Mudik Jelang Lebaran
Lebaran pada umumnya dilakukan dengan serangkaian silaturahim ke keluarga, tetangga, sahabat terkasih, dan teman-teman. Dari sini, makna Lebaran pun jadi berbeda yaitu kebersamaan.

&quot;Ada juga yang memaknai Lebaran sebagai momen saling memaafkan dan identik dengan makan bersama, ini artinya saling berbagi,&quot; terang Mei pada Okezone.

Namun, itu semua tak bisa dilakukan karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemerintah pun mengeluarkan kebijakan ini dengan maksud menyelamatkan banyak nyawa manusia. Tak ada lagi penyebaran virus corona karena kerumunan.

Meski merayakan Lebaran di rumah saja, bagi Mei, itu tak akan mengurangi khidmatnya Idul Fitri yang suci. Salah satunya adalah dengan solusi silaturahim via media sosial.
</description><content:encoded>Idul Fitri 1441 H menjadi sejarah dalam kehidupan ini, karena dirayakan tak semeriah biasanya. Tak ada open house, bahkan tak ada sholat Id berjamaah di masjid.

Ya, Lebaran 2020 dirayakan di tengah pandemi COVID-19. Pemerintah mengimbau agar Idul Fitri kali ini cukup dirayakan di rumah saja. Ini demi menghentikan penularan COVID-19.

Maka, lebaran kali ini, kita diimbau Sholat Id di rumah. Begitupula perayaan Idul Fitri cukup dilakukan di rumah saja, tak perlu saling kunjung ke rumah tetangga  maupun kerabat.

Lebaran kali ini memang terasa berbeda dibanding tahun sebelumnya. Mungkin sebagian dari Anda akan meneteskan air mata tanpa disadari. Lebaran kali ini tak ada pelukan hangat saudara tersayang atau tetangga yang sudah lama menetap di samping rumah.

Meski begitu, Lebaran tetap harus disambut dengan sukacita, disambut dengan perasaan bahagia. Lantas, bagaimana cara kita mengobati hati yang sedih karena merayakan Lebaran tak seperti biasanya?

Diterangkan Psikolog Meity Arianty, perlu dicatat oleh semua Muslim yang merayakan Idul Fitri, makna Lebaran bukan hanya kembali ke fitrah tapi lebih luas. Pemahaman Jawa misalnya, Lebaran itu disebut juga sebagai pelebur dosa sehingga seorang Muslim kembali suci.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8yMy82Ni8xMjEzNDMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga: 3 Strategi Cegah Mudik Jelang Lebaran
Lebaran pada umumnya dilakukan dengan serangkaian silaturahim ke keluarga, tetangga, sahabat terkasih, dan teman-teman. Dari sini, makna Lebaran pun jadi berbeda yaitu kebersamaan.

&quot;Ada juga yang memaknai Lebaran sebagai momen saling memaafkan dan identik dengan makan bersama, ini artinya saling berbagi,&quot; terang Mei pada Okezone.

Namun, itu semua tak bisa dilakukan karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemerintah pun mengeluarkan kebijakan ini dengan maksud menyelamatkan banyak nyawa manusia. Tak ada lagi penyebaran virus corona karena kerumunan.

Meski merayakan Lebaran di rumah saja, bagi Mei, itu tak akan mengurangi khidmatnya Idul Fitri yang suci. Salah satunya adalah dengan solusi silaturahim via media sosial.
</content:encoded></item></channel></rss>
