<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakai Masker Ampuh Kurangi Penyebaran Virus Corona? Ini Lho Kata Pakar</title><description>Selama pandemi Covid-19, masker jadi salah satu benda penting yang wajib dipakai semua orang.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/06/04/620/2224638/pakai-masker-ampuh-kurangi-penyebaran-virus-corona-ini-lho-kata-pakar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/06/04/620/2224638/pakai-masker-ampuh-kurangi-penyebaran-virus-corona-ini-lho-kata-pakar"/><item><title>Pakai Masker Ampuh Kurangi Penyebaran Virus Corona? Ini Lho Kata Pakar</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/06/04/620/2224638/pakai-masker-ampuh-kurangi-penyebaran-virus-corona-ini-lho-kata-pakar</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/06/04/620/2224638/pakai-masker-ampuh-kurangi-penyebaran-virus-corona-ini-lho-kata-pakar</guid><pubDate>Kamis 04 Juni 2020 20:15 WIB</pubDate><dc:creator>Pradita Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/04/620/2224638/pakai-masker-ampuh-kurangi-penyebaran-virus-corona-ini-lho-kata-pakar-q3JEBWXJx4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/06/04/620/2224638/pakai-masker-ampuh-kurangi-penyebaran-virus-corona-ini-lho-kata-pakar-16xemROnMO.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/04/620/2224638/pakai-masker-ampuh-kurangi-penyebaran-virus-corona-ini-lho-kata-pakar-q3JEBWXJx4.jpg</image><title>Ilustrasi. (Freepik)</title></images><description>SELAMA pandemi Covid-19, masker jadi salah satu benda penting yang wajib dipakai semua orang, baik itu dalam kondisi sehat ataupun sakit. Ini demi mencegah penularan virus Corona.
Pakar kesehatan mengimbau agar orang awam cukup memakai masker kain. Sedangkan pemakaian masker medis diutamakan untuk tenaga kesehatan. Maka, kini kita dengan mudah mendapatkan masker kain, bahkan bisa membuat sendiri.
Tapi terkait dengan penggunaan masker kain ini, ternyata masih ada perdebatan seputar manfaat pemakaian masker. Benarkah masker kain yang direkomendasikan dipakai khalayak umum bisa membantu memperlambat penyebaran virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19?
Para peneliti menulis dua makalah seputar tingkat efektivitas  beragam jenis masker (masker kain, masker medis, masker N95, dan lain-lain). Kedua penelitian ini mendapatkan kesimpulan yang berbeda. Satu studi meneliti manfaat penggunaan masker untuk mengurangi penyebaran  virus Corona musiman (penyebab banyak kasus flu-common cold). Hasilnya, studi ini menemukan bahwa masker medis sangat membantu mengurangi jumlah virus yang disebarkan orang sakit.
Studi lain menemukan fakta bahwa baik masker medis maupun kain tidak mampu mengurangi penyebaran Covid-19 dengan optimal. Namun perlu dicatat, studi ini hanya memiliki empat responden dan menggunakan ukuran kasar penyebaran virus.

Baca Juga:&amp;nbsp;Pulang ke Malaysia, Ini Protokol Kesehatan yang Wajib Diikuti Mertua BCL
Pendek kata, para ahli mengatakan penggunaan masker memang dapat membantu orang yang terinfeksi Covid-19 namun belum tahu kondisinya, agar tidak menularkan virus tersebut kepada orang lain. Tapi efektivitas masker medis, masker kain maupun masker lain untuk menangkal penyebaran virus Corona, ternyata sangat kecil. Pemakaian masker tidak menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan penyebaran Covid-19.
May Chu, pakar Epidemiologi di Colorado School of Public Health, Anschutz Medical Campus mengatakan hanya karena selalu patuh pakai masker bukan berarti kita bisa mengabaikan perilaku hidup bersih dan sehat lainnya.
&amp;ldquo;Pakai masker bukan berarti Anda bisa berhenti melakukan upaya protokol kesehatan lain. Hanya karena pakai masker, lalu Anda merasa tidak perlu jaga jarak, tidak perlu rajin cuci tangan serta bebas menyentuh wajah dengan tangan yang kotor. Ini cara berpikir yang salah,&amp;rdquo; ujar Mary.
Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, CDC diketahui tidak merekomendasikan pemakaian masker medis untuk awam. Masker jenis  ini disebutkan tidak menutupi wajah, tapi memang di masker medis terdapat lapisan polypropylene non-anyaman yang tahan kelembapan.
May menjelaskan, di dalam masker medis, sekitar 70 persen dari udara luar bergerak melalui masker dan sekitar 30 persen bergerak di kanan kiri masker. Maka, masker medis tidak menawarkan perlindungan sebaik masker N95.
Lalu bagaimana dengan masker kain, yang direkomendasikan pemerintah bahkan CDC untuk dipakai oleh masyarakat umum. Well, ketika dipakai masker kain tetap memungkinkan udara bebas keluar masuk di kedua sisi kanan kiri. Tetapi masker kain tidak memiliki lapisan yang tidak non-woven dan tahan kelembapan. Kemampuan masker kain untuk menghambat aliran udara masuk hanya sekitar 2 persen.
Semua potensi kebocoran pada masker medis dan kain inilah yang jadi alasan petugas medis kurang percaya bahwa memakai masker bisa mencegah siapa pun dari paparan Covid-19.
Rachael Jones, dokter di Utah University menyatakan, aliran udara  itu mengikuti jalur yang paling tidak resistan. Nah, jika partikel virus ada di dekatnya, virus jadi punya jalur masuk yang mudah di sekitar masker medis maupun kain. Bahkan, partikel virus yang kecil bisa menembus masker kain dengan mudah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wNC8xLzEyMTM4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>SELAMA pandemi Covid-19, masker jadi salah satu benda penting yang wajib dipakai semua orang, baik itu dalam kondisi sehat ataupun sakit. Ini demi mencegah penularan virus Corona.
Pakar kesehatan mengimbau agar orang awam cukup memakai masker kain. Sedangkan pemakaian masker medis diutamakan untuk tenaga kesehatan. Maka, kini kita dengan mudah mendapatkan masker kain, bahkan bisa membuat sendiri.
Tapi terkait dengan penggunaan masker kain ini, ternyata masih ada perdebatan seputar manfaat pemakaian masker. Benarkah masker kain yang direkomendasikan dipakai khalayak umum bisa membantu memperlambat penyebaran virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19?
Para peneliti menulis dua makalah seputar tingkat efektivitas  beragam jenis masker (masker kain, masker medis, masker N95, dan lain-lain). Kedua penelitian ini mendapatkan kesimpulan yang berbeda. Satu studi meneliti manfaat penggunaan masker untuk mengurangi penyebaran  virus Corona musiman (penyebab banyak kasus flu-common cold). Hasilnya, studi ini menemukan bahwa masker medis sangat membantu mengurangi jumlah virus yang disebarkan orang sakit.
Studi lain menemukan fakta bahwa baik masker medis maupun kain tidak mampu mengurangi penyebaran Covid-19 dengan optimal. Namun perlu dicatat, studi ini hanya memiliki empat responden dan menggunakan ukuran kasar penyebaran virus.

Baca Juga:&amp;nbsp;Pulang ke Malaysia, Ini Protokol Kesehatan yang Wajib Diikuti Mertua BCL
Pendek kata, para ahli mengatakan penggunaan masker memang dapat membantu orang yang terinfeksi Covid-19 namun belum tahu kondisinya, agar tidak menularkan virus tersebut kepada orang lain. Tapi efektivitas masker medis, masker kain maupun masker lain untuk menangkal penyebaran virus Corona, ternyata sangat kecil. Pemakaian masker tidak menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan penyebaran Covid-19.
May Chu, pakar Epidemiologi di Colorado School of Public Health, Anschutz Medical Campus mengatakan hanya karena selalu patuh pakai masker bukan berarti kita bisa mengabaikan perilaku hidup bersih dan sehat lainnya.
&amp;ldquo;Pakai masker bukan berarti Anda bisa berhenti melakukan upaya protokol kesehatan lain. Hanya karena pakai masker, lalu Anda merasa tidak perlu jaga jarak, tidak perlu rajin cuci tangan serta bebas menyentuh wajah dengan tangan yang kotor. Ini cara berpikir yang salah,&amp;rdquo; ujar Mary.
Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, CDC diketahui tidak merekomendasikan pemakaian masker medis untuk awam. Masker jenis  ini disebutkan tidak menutupi wajah, tapi memang di masker medis terdapat lapisan polypropylene non-anyaman yang tahan kelembapan.
May menjelaskan, di dalam masker medis, sekitar 70 persen dari udara luar bergerak melalui masker dan sekitar 30 persen bergerak di kanan kiri masker. Maka, masker medis tidak menawarkan perlindungan sebaik masker N95.
Lalu bagaimana dengan masker kain, yang direkomendasikan pemerintah bahkan CDC untuk dipakai oleh masyarakat umum. Well, ketika dipakai masker kain tetap memungkinkan udara bebas keluar masuk di kedua sisi kanan kiri. Tetapi masker kain tidak memiliki lapisan yang tidak non-woven dan tahan kelembapan. Kemampuan masker kain untuk menghambat aliran udara masuk hanya sekitar 2 persen.
Semua potensi kebocoran pada masker medis dan kain inilah yang jadi alasan petugas medis kurang percaya bahwa memakai masker bisa mencegah siapa pun dari paparan Covid-19.
Rachael Jones, dokter di Utah University menyatakan, aliran udara  itu mengikuti jalur yang paling tidak resistan. Nah, jika partikel virus ada di dekatnya, virus jadi punya jalur masuk yang mudah di sekitar masker medis maupun kain. Bahkan, partikel virus yang kecil bisa menembus masker kain dengan mudah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wNC8xLzEyMTM4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
