<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aman Nggak Sih, Imunisasi Bayi dan Lansia di Saat Pandemi Covid-19?   </title><description>Setelah itu imunisasi pengulangan (booster) hingga anak berumur lima tahun.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/06/30/620/2238968/aman-nggak-sih-imunisasi-bayi-dan-lansia-di-saat-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/06/30/620/2238968/aman-nggak-sih-imunisasi-bayi-dan-lansia-di-saat-pandemi-covid-19"/><item><title>Aman Nggak Sih, Imunisasi Bayi dan Lansia di Saat Pandemi Covid-19?   </title><link>https://www.okezone.com/read/2020/06/30/620/2238968/aman-nggak-sih-imunisasi-bayi-dan-lansia-di-saat-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/06/30/620/2238968/aman-nggak-sih-imunisasi-bayi-dan-lansia-di-saat-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Selasa 30 Juni 2020 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/30/620/2238968/aman-nggak-sih-imunisasi-bayi-dan-lansia-di-saat-pandemi-covid-19-tiqrVFOgzG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Vaksin. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/06/30/620/2238968/aman-nggak-sih-imunisasi-bayi-dan-lansia-di-saat-pandemi-covid-19-5rtNvrFnQk.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/30/620/2238968/aman-nggak-sih-imunisasi-bayi-dan-lansia-di-saat-pandemi-covid-19-tiqrVFOgzG.jpg</image><title>Ilustrasi Vaksin. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>PANDEMI Covid-19 membuat beberapa rumah sakit memilih menghentikan sebagian layanannya. Pasalnya, para dokter di rumah sakit tersebut harus fokus menangani pasien Covid-19.

Meski demikian, bukan berarti imunisasi bayi harus ditunda di tengah pandemi sekarang ini. Pasalnya, imunisasi bayi dapat memperkuat daya tahan tubuh, yang pada gilirannya menjadi salah satu cara untuk terhindar dari paparan virus corona.

Nah, ada beberapa kelompok masyarakat yang wajib  mendapat vaksinasi, yakni bayi dan orang lanjut usia (lansia). Imunisasi bayi wajib dijadwalkan hingga anak berusia lima tahun, dengan jadwal imunisasi dasar selama 18 bulan. Setelah itu imunisasi pengulangan (booster) hingga anak berumur lima tahun.

Hal ini wajib dilakukan lantaran dengan adanya virus corona, bukan berarti virus lain seperti virus campak, virus polio, kuman difteri, hingga tetanus hilang. Ini artinya berbagai penyakit, bukan hanya COVID-19 masih tetap mengintai anak-anak di Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xOC8xLzEyMTQ3My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga: 14 Vaksin Wajib Didapat Anak Sebelum Usia 2 Tahun
Namun situasi pandemi Covid-19 membuat banyak orangtua alami dilema. Di satu sisi ingin tetap menjadwalkan pemberian imunisasi bayi, tapi di sisi lain para orangtua merasa takut dan cemas jika harus ke rumah sakit dengan membawa anak. Menurut dr. Anjar Setiani, dokter spesialis anak, justru imunisasi bayi tetap harus diberikan sesuai jadwal.

&amp;ldquo;Sesuai anjuran Kemenkes, semua imunisasi harus dilengkapi jadwalnya, jangan ditunda hanya karena kita takut ke rumah sakit jadinya malah enggak imunisasi,&amp;rdquo; ujar dr. Anjar dalam diskusi daring media.

Pada kasus lansia, mereka ini menjadi sangat berisiko karena sistem imunitas tubuh tak lagi kuat. Karena itu, salah satu kunci pencegahan Covid-19 pada lansia adalah memperkuat imunitas.
</description><content:encoded>PANDEMI Covid-19 membuat beberapa rumah sakit memilih menghentikan sebagian layanannya. Pasalnya, para dokter di rumah sakit tersebut harus fokus menangani pasien Covid-19.

Meski demikian, bukan berarti imunisasi bayi harus ditunda di tengah pandemi sekarang ini. Pasalnya, imunisasi bayi dapat memperkuat daya tahan tubuh, yang pada gilirannya menjadi salah satu cara untuk terhindar dari paparan virus corona.

Nah, ada beberapa kelompok masyarakat yang wajib  mendapat vaksinasi, yakni bayi dan orang lanjut usia (lansia). Imunisasi bayi wajib dijadwalkan hingga anak berusia lima tahun, dengan jadwal imunisasi dasar selama 18 bulan. Setelah itu imunisasi pengulangan (booster) hingga anak berumur lima tahun.

Hal ini wajib dilakukan lantaran dengan adanya virus corona, bukan berarti virus lain seperti virus campak, virus polio, kuman difteri, hingga tetanus hilang. Ini artinya berbagai penyakit, bukan hanya COVID-19 masih tetap mengintai anak-anak di Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xOC8xLzEyMTQ3My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga: 14 Vaksin Wajib Didapat Anak Sebelum Usia 2 Tahun
Namun situasi pandemi Covid-19 membuat banyak orangtua alami dilema. Di satu sisi ingin tetap menjadwalkan pemberian imunisasi bayi, tapi di sisi lain para orangtua merasa takut dan cemas jika harus ke rumah sakit dengan membawa anak. Menurut dr. Anjar Setiani, dokter spesialis anak, justru imunisasi bayi tetap harus diberikan sesuai jadwal.

&amp;ldquo;Sesuai anjuran Kemenkes, semua imunisasi harus dilengkapi jadwalnya, jangan ditunda hanya karena kita takut ke rumah sakit jadinya malah enggak imunisasi,&amp;rdquo; ujar dr. Anjar dalam diskusi daring media.

Pada kasus lansia, mereka ini menjadi sangat berisiko karena sistem imunitas tubuh tak lagi kuat. Karena itu, salah satu kunci pencegahan Covid-19 pada lansia adalah memperkuat imunitas.
</content:encoded></item></channel></rss>
