<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tips Mendaki Gunung Agar Tidak Tersesat, Cocok Buat Pemula</title><description>Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan untuk mengantisipasi kejadian buruk di gunung.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/07/09/620/2243642/tips-mendaki-gunung-agar-tidak-tersesat-cocok-buat-pemula</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/07/09/620/2243642/tips-mendaki-gunung-agar-tidak-tersesat-cocok-buat-pemula"/><item><title>Tips Mendaki Gunung Agar Tidak Tersesat, Cocok Buat Pemula</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/07/09/620/2243642/tips-mendaki-gunung-agar-tidak-tersesat-cocok-buat-pemula</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/07/09/620/2243642/tips-mendaki-gunung-agar-tidak-tersesat-cocok-buat-pemula</guid><pubDate>Kamis 09 Juli 2020 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Andhika Fikri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/09/620/2243642/tips-mendaki-gunung-agar-tidak-tersesat-cocok-buat-pemula-KFUcDEI33V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/07/09/620/2243642/tips-mendaki-gunung-agar-tidak-tersesat-cocok-buat-pemula-mQU9KowizJ.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/09/620/2243642/tips-mendaki-gunung-agar-tidak-tersesat-cocok-buat-pemula-KFUcDEI33V.jpg</image><title>Ilustrasi. (Freepik)</title></images><description>CUACA ekstrem di Gunung Lawu memakan korban. Seorang pendaki gunung ditemukan tewas di jalur pendakian Gegerboyo Gunung Lawu, pada Senin 6 Juli 2020.
Seorang pendaki bernama Andi memang dilaporkan menghilang saat mendaki bersama lima rekannya pada Sabtu 4 Juli 2020. Menurut pengakuan salah satu rombongan bernama Nurhayati, Andi hilang saat menemaninya buang air kecil.
Dia mengira Andi telah balik ke tenda terlebih dahulu, namun Andi tidak ada di lokasi tempat mereka mendirikan tenda. Bersama teman-temannya, Nurhayati mencari keberadaan Andi sampai ke area Hargo Dalem, Pasar Dieng hingga ke Hargo Tiling.
Pencarian berlangsung sampai Minggu pukul 13.00 WIB. Akhirnya, mereka melapor ke posko pada Minggu pukul 17.00 WIB. Barulah pada hari Senin lalu, seorang relawan menemukan mayat seorang pendaki yang terkonfirmasi merupakan mayat Andi Sulitiyawan (18).
Berkaca dari kasus Thoriq, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan untuk mengantisipasi kasus serupa. Hal Ini sebetulnya berkaitan erat dengan persiapan para pendaki sebelum memulai petualangannya.
Manajemen perjalanan
Menurut salah satu anggota Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (MAPALA UI), Wahyu Adityo Prodjo, wajib hukumnya para pendaki gunung menyiapkan persiapan dengan matang. Salah satunya menyangkut manajemen perjalanan.
&quot;Manajemen perjalanan itu sangat penting, apalagi untuk para pemula. Dengan cara ini, pendaki bisa mengenali medan pendakiannya,&quot; tutur Wahyu saat dihubungi via sambungan telepon, beberapa waktu lalu.
Caranya bisa dengan melakukan riset menggunakan peta digital, peta kontur atau topografi yang dikeluarkan oleh Badan Informasi Geospasial.
Pada peta ini, pendaki bisa meniliti keadaan atau bentuk medan yang hendak mereka lalui. Mulai dari melihat posisi sungai, bukit, lembah, dataran tinggi, jurang, dan lain sebagainya.
Bila memiliki budget berlebih, disarankan untuk membawa GPS. Alat berteknologi canggih ini, bisa membantu menunjukkan arah, serta menyimpan informasi rute dari para pendaki lainnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;6 Foto Cantik Mama Raisa Main ke Rumah Pohon Pribadi Bareng Baby Zalina

Para pendaki juga harus menggali banyak informasi lain yang sekiranya dibutuhkan pada saat keadaan darurat.
&quot;Alangkah baiknya pendaki-pendaki pemula, minimal memahami ilmu peta kompas. Ini berfungsi untuk membantu pendaki mengenali medan, sehingga tidak terjadi yang namanya disorientasi atau tersesat,&quot; ujarnya.
Urusan logistik pun tidak kalah pentingnya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Wahyu mengatakan agar pendaki melebihkan jumlah atau porsi makanan yang hendak mereka bawa.
Sederhananya, bila rencana awal Anda hendak mendaki selama tiga hari, maka bawalah persediaan makanan untuk kebutuhan lima hari.
&quot;Pokoknya harus dipersiapkan secara matang, sekali gagal mempersiapkan manajemen perjalanan akan berpengaruh pada proses pendakian,&quot; tegas Wahyu.</description><content:encoded>CUACA ekstrem di Gunung Lawu memakan korban. Seorang pendaki gunung ditemukan tewas di jalur pendakian Gegerboyo Gunung Lawu, pada Senin 6 Juli 2020.
Seorang pendaki bernama Andi memang dilaporkan menghilang saat mendaki bersama lima rekannya pada Sabtu 4 Juli 2020. Menurut pengakuan salah satu rombongan bernama Nurhayati, Andi hilang saat menemaninya buang air kecil.
Dia mengira Andi telah balik ke tenda terlebih dahulu, namun Andi tidak ada di lokasi tempat mereka mendirikan tenda. Bersama teman-temannya, Nurhayati mencari keberadaan Andi sampai ke area Hargo Dalem, Pasar Dieng hingga ke Hargo Tiling.
Pencarian berlangsung sampai Minggu pukul 13.00 WIB. Akhirnya, mereka melapor ke posko pada Minggu pukul 17.00 WIB. Barulah pada hari Senin lalu, seorang relawan menemukan mayat seorang pendaki yang terkonfirmasi merupakan mayat Andi Sulitiyawan (18).
Berkaca dari kasus Thoriq, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan untuk mengantisipasi kasus serupa. Hal Ini sebetulnya berkaitan erat dengan persiapan para pendaki sebelum memulai petualangannya.
Manajemen perjalanan
Menurut salah satu anggota Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (MAPALA UI), Wahyu Adityo Prodjo, wajib hukumnya para pendaki gunung menyiapkan persiapan dengan matang. Salah satunya menyangkut manajemen perjalanan.
&quot;Manajemen perjalanan itu sangat penting, apalagi untuk para pemula. Dengan cara ini, pendaki bisa mengenali medan pendakiannya,&quot; tutur Wahyu saat dihubungi via sambungan telepon, beberapa waktu lalu.
Caranya bisa dengan melakukan riset menggunakan peta digital, peta kontur atau topografi yang dikeluarkan oleh Badan Informasi Geospasial.
Pada peta ini, pendaki bisa meniliti keadaan atau bentuk medan yang hendak mereka lalui. Mulai dari melihat posisi sungai, bukit, lembah, dataran tinggi, jurang, dan lain sebagainya.
Bila memiliki budget berlebih, disarankan untuk membawa GPS. Alat berteknologi canggih ini, bisa membantu menunjukkan arah, serta menyimpan informasi rute dari para pendaki lainnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;6 Foto Cantik Mama Raisa Main ke Rumah Pohon Pribadi Bareng Baby Zalina

Para pendaki juga harus menggali banyak informasi lain yang sekiranya dibutuhkan pada saat keadaan darurat.
&quot;Alangkah baiknya pendaki-pendaki pemula, minimal memahami ilmu peta kompas. Ini berfungsi untuk membantu pendaki mengenali medan, sehingga tidak terjadi yang namanya disorientasi atau tersesat,&quot; ujarnya.
Urusan logistik pun tidak kalah pentingnya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Wahyu mengatakan agar pendaki melebihkan jumlah atau porsi makanan yang hendak mereka bawa.
Sederhananya, bila rencana awal Anda hendak mendaki selama tiga hari, maka bawalah persediaan makanan untuk kebutuhan lima hari.
&quot;Pokoknya harus dipersiapkan secara matang, sekali gagal mempersiapkan manajemen perjalanan akan berpengaruh pada proses pendakian,&quot; tegas Wahyu.</content:encoded></item></channel></rss>
