<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sarang Burung Walet hingga Jahe Jadi Strategi Pengembangan Ekspor di Tengah Corona</title><description>Penjajakan kesepakatan dagang temu bisnis (business matching) secara virtual antara pelaku usaha Indonesia dan eksportir Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/07/17/620/2247905/sarang-burung-walet-hingga-jahe-jadi-strategi-pengembangan-ekspor-di-tengah-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/07/17/620/2247905/sarang-burung-walet-hingga-jahe-jadi-strategi-pengembangan-ekspor-di-tengah-corona"/><item><title>Sarang Burung Walet hingga Jahe Jadi Strategi Pengembangan Ekspor di Tengah Corona</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/07/17/620/2247905/sarang-burung-walet-hingga-jahe-jadi-strategi-pengembangan-ekspor-di-tengah-corona</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/07/17/620/2247905/sarang-burung-walet-hingga-jahe-jadi-strategi-pengembangan-ekspor-di-tengah-corona</guid><pubDate>Jum'at 17 Juli 2020 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/17/620/2247905/sarang-burung-walet-hingga-jahe-jadi-strategi-pengembangan-ekspor-di-tengah-corona-VsIcOe9vHo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sarang Burung Walet (Foto: SCMP)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/07/17/620/2247905/sarang-burung-walet-hingga-jahe-jadi-strategi-pengembangan-ekspor-di-tengah-corona-dqg5psR5SC.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/17/620/2247905/sarang-burung-walet-hingga-jahe-jadi-strategi-pengembangan-ekspor-di-tengah-corona-VsIcOe9vHo.jpg</image><title>Sarang Burung Walet (Foto: SCMP)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor  Nasional dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver menggelar penjajakan kesepakatan dagang temu bisnis (business matching) secara virtual antara pelaku usaha Indonesia dan eksportir Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Peluang Besar di Era Covid-19, RI Bidik Arab Saudi Jadi Pasar Ekspor Produk Mamin&amp;nbsp;
Adapun produk mamin yang ditawarkan antara lain kopi, teh, minuman jahe, bumbu masak, berbagai saus siap pakai, rempah-rempah, makanan laut, keripik, mi instan, sarang burung walet, dan produk berbahan baku gula (confectionery products).

&amp;ldquo;Kementerian Perdagangan akan terus menggencarkan strategi pengembangan ekspor di tengah pandemi Covid-19. Business matching virtual ini menjadi salah satu langkah yang tepat di tengah pembatasan pertemuan tatap muka,&amp;rdquo; jelas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2020)
Baca Juga:&amp;nbsp;Daftar Produk Rempah RI yang Mendunia, Nomor 6 Sempat Mahal Efek Corona&amp;nbsp;
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menyampaikan, saat ini industri mamin olahan menghadapi tantangan ekspor yang cukup berat karena pandemi Covid-19 menyebabkan pembatasan sosial.

&quot;Kebijakan karantina yang diberlakukan banyak negara tujuan ekspor, termasuk negara-negara pemasok bahan baku di dunia, tidak menyurutkan  semangat ekspor produk mamin olahan Indonesia. Kami yakin produk mamin olahan Indonesia tetap sangat dibutuhkan pasar dunia. Kemendag akan terus mendorong pengembangan ekspor mamin untuk mengawal kinerja ekspor khususnya di tengah pandemi Covid-19,&quot; tegas Kasan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor  Nasional dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver menggelar penjajakan kesepakatan dagang temu bisnis (business matching) secara virtual antara pelaku usaha Indonesia dan eksportir Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Peluang Besar di Era Covid-19, RI Bidik Arab Saudi Jadi Pasar Ekspor Produk Mamin&amp;nbsp;
Adapun produk mamin yang ditawarkan antara lain kopi, teh, minuman jahe, bumbu masak, berbagai saus siap pakai, rempah-rempah, makanan laut, keripik, mi instan, sarang burung walet, dan produk berbahan baku gula (confectionery products).

&amp;ldquo;Kementerian Perdagangan akan terus menggencarkan strategi pengembangan ekspor di tengah pandemi Covid-19. Business matching virtual ini menjadi salah satu langkah yang tepat di tengah pembatasan pertemuan tatap muka,&amp;rdquo; jelas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2020)
Baca Juga:&amp;nbsp;Daftar Produk Rempah RI yang Mendunia, Nomor 6 Sempat Mahal Efek Corona&amp;nbsp;
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menyampaikan, saat ini industri mamin olahan menghadapi tantangan ekspor yang cukup berat karena pandemi Covid-19 menyebabkan pembatasan sosial.

&quot;Kebijakan karantina yang diberlakukan banyak negara tujuan ekspor, termasuk negara-negara pemasok bahan baku di dunia, tidak menyurutkan  semangat ekspor produk mamin olahan Indonesia. Kami yakin produk mamin olahan Indonesia tetap sangat dibutuhkan pasar dunia. Kemendag akan terus mendorong pengembangan ekspor mamin untuk mengawal kinerja ekspor khususnya di tengah pandemi Covid-19,&quot; tegas Kasan.
</content:encoded></item></channel></rss>
