<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Terkuak, Ini Penyebab Biaya Operasional Bank di Indonesia Tinggi   </title><description>Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) bank umum nasional masih di atas 80%.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/07/23/620/2250933/terkuak-ini-penyebab-biaya-operasional-bank-di-indonesia-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/07/23/620/2250933/terkuak-ini-penyebab-biaya-operasional-bank-di-indonesia-tinggi"/><item><title>   Terkuak, Ini Penyebab Biaya Operasional Bank di Indonesia Tinggi   </title><link>https://www.okezone.com/read/2020/07/23/620/2250933/terkuak-ini-penyebab-biaya-operasional-bank-di-indonesia-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/07/23/620/2250933/terkuak-ini-penyebab-biaya-operasional-bank-di-indonesia-tinggi</guid><pubDate>Kamis 23 Juli 2020 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Farmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/23/620/2250933/terkuak-ini-penyebab-biaya-operasional-bank-di-indonesia-tinggi-lMDhdsIAQ5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/07/23/620/2250933/terkuak-ini-penyebab-biaya-operasional-bank-di-indonesia-tinggi-f98iO9PEC7.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/23/620/2250933/terkuak-ini-penyebab-biaya-operasional-bank-di-indonesia-tinggi-lMDhdsIAQ5.jpg</image><title>Bank (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Institute For Development of Economics and Finance (Indef) menyebut, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) bank umum nasional masih di atas 80% sehingga perlu ditekan lebih rendah. Penyebab BOPO tinggi di Indonesia dikarenakan beberapa faktor pertama Likuiditas ketat.

&quot;Dengan likuiditas ketat maka bank harus menawarkan promo atau hadiah kepada calon nasabah,&quot; kata Ekonom Senior Indef Aviliani saat webinar Indef di Jakarta, Kamis (23/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Sebut Perbankan Syariah Mulai Sakit karena Corona&amp;nbsp;
Kedua, karena suku bunga simpanan masih tinggi dibandingkan negara lain. Ketiga, segmentasi perbankan di mana bank bank besar lebih efisien karena teknologi.

Menurut dia, bank-bank di Asia memiliki BOPO rendah, bahkan rata-rata di bawah 30%. Kajian The Asian Banker menyimpulkan BOPO bank di Vietnam cukup rendah, seperti Southeast Asia Commercial Bank, Vietnam Technological and Commercial Bank; Commercial Bank for Foreign Trade masing-masing 28%.

Secara umum, sambung Aviliani, kondisi bank umum relatif kokoh. Namun, analisis lebih lanjut menggunakan data individual bank perlu dilakukan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Perbankan Jangan Gaptek, Nasabah Bisa Lari&amp;nbsp;
Adapun jika dilihat secara Non Performing Loan (NPL), porsi kredit macet yang paling tinggi terjadi pada jenis kredit modal kerja. Kredit macet modal kerja di BUKU I mencapai 7,8% sedangkan di BUKU II mencapai 5,6%.

&quot;Kredit macet investasi di BUKU II mencapai 5,1%,&quot; katanya.

Secara keseluruhan, nominal kredit macet di seluruh kelompok bank naik, kecuali pada BUKU I. Lonjakan tertinggi pada BUKU II (27%) disusul BUKU IV (19%) dan BUKU III (18%).</description><content:encoded>JAKARTA - Institute For Development of Economics and Finance (Indef) menyebut, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) bank umum nasional masih di atas 80% sehingga perlu ditekan lebih rendah. Penyebab BOPO tinggi di Indonesia dikarenakan beberapa faktor pertama Likuiditas ketat.

&quot;Dengan likuiditas ketat maka bank harus menawarkan promo atau hadiah kepada calon nasabah,&quot; kata Ekonom Senior Indef Aviliani saat webinar Indef di Jakarta, Kamis (23/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Sebut Perbankan Syariah Mulai Sakit karena Corona&amp;nbsp;
Kedua, karena suku bunga simpanan masih tinggi dibandingkan negara lain. Ketiga, segmentasi perbankan di mana bank bank besar lebih efisien karena teknologi.

Menurut dia, bank-bank di Asia memiliki BOPO rendah, bahkan rata-rata di bawah 30%. Kajian The Asian Banker menyimpulkan BOPO bank di Vietnam cukup rendah, seperti Southeast Asia Commercial Bank, Vietnam Technological and Commercial Bank; Commercial Bank for Foreign Trade masing-masing 28%.

Secara umum, sambung Aviliani, kondisi bank umum relatif kokoh. Namun, analisis lebih lanjut menggunakan data individual bank perlu dilakukan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Perbankan Jangan Gaptek, Nasabah Bisa Lari&amp;nbsp;
Adapun jika dilihat secara Non Performing Loan (NPL), porsi kredit macet yang paling tinggi terjadi pada jenis kredit modal kerja. Kredit macet modal kerja di BUKU I mencapai 7,8% sedangkan di BUKU II mencapai 5,6%.

&quot;Kredit macet investasi di BUKU II mencapai 5,1%,&quot; katanya.

Secara keseluruhan, nominal kredit macet di seluruh kelompok bank naik, kecuali pada BUKU I. Lonjakan tertinggi pada BUKU II (27%) disusul BUKU IV (19%) dan BUKU III (18%).</content:encoded></item></channel></rss>
