<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Defisit APBN Disebut untuk Kurangi Pengangguran, Kok Bisa?</title><description>Virus Corona atau Covid-19 membuat tingkat pengangguran semakin tinggi. Pasalnya, pengangguran meningkat hingga 3,7 juta orang.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/07/28/620/2253270/defisit-apbn-disebut-untuk-kurangi-pengangguran-kok-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/07/28/620/2253270/defisit-apbn-disebut-untuk-kurangi-pengangguran-kok-bisa"/><item><title>Defisit APBN Disebut untuk Kurangi Pengangguran, Kok Bisa?</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/07/28/620/2253270/defisit-apbn-disebut-untuk-kurangi-pengangguran-kok-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/07/28/620/2253270/defisit-apbn-disebut-untuk-kurangi-pengangguran-kok-bisa</guid><pubDate>Selasa 28 Juli 2020 13:19 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/28/620/2253270/defisit-apbn-disebut-untuk-kurangi-pengangguran-kok-bisa-6hy0QFK7wI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lowongan Kerja (Reuters)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/07/28/620/2253270/defisit-apbn-disebut-untuk-kurangi-pengangguran-kok-bisa-udYU2zGxAY.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/28/620/2253270/defisit-apbn-disebut-untuk-kurangi-pengangguran-kok-bisa-6hy0QFK7wI.jpg</image><title>Lowongan Kerja (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Virus Corona atau Covid-19 membuat tingkat pengangguran semakin tinggi. Pasalnya, pengangguran meningkat hingga 3,7 juta orang.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) /Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan bahwa angka pengangguran akibat covid-19 meningkat sebanyak 3,7 juta. Dia menyebut angka tersebut sekitar 50% dari jumlah pengangguran yang ada.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sst...Obrolan Jokowi dengan Bos IMF, Ekonomi RI Terbaik ke-3 di Dunia
&amp;ldquo;3,7 juta sebuah angka yang relatif besar. Karena sekarang itu kita itu sekitar 7 jutaan. Jadi dengan 3,7 juta artinya karena pandemi ini ada kenaikan 50% dari yang ada,&amp;rdquo; katanya seusai rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Melalui pelebaran defisit, pemerintah akan dapat mengatasi masalah pengangguran tersebut di tahun depan. Seperti diketahui pemerintah melebarkan defisit APBN hingga 5,2% dari PDB.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Ungkap Ekonomi RI Bakal Pulih Tercepat Setelah China
&amp;ldquo;Maka tentu ada ruang fiskal yang cukup untuk belanja. Tapi tadi sesuai dengan persetujuan  bapak presiden tadi angka kenaikan itu akan didesain sedemikian rupa yang dapat memberikan implikasi yang positif terhadap pemulihan ekonomi. Utamanya untuk mencegah terjadinya bertambahnya jumlah orang miskin, bertambahnya pengangguran. Itu semua akan kita cegah dengan cara seperti itu,&amp;rdquo; paparnya.

Suharso mengatakan bahwa program-program yang diutamakan untuk mendapatkan tambahan belanja dari pelebaran defisit adalah yang mampu membuka kesempatan kerja. Namun dia belum dapat merinci program apa saja.

&amp;ldquo;Tapi setidak-tidaknya sektor-sektornya adalah sektor industri, pariwisata, reformasi sosial dalam hal ini adalah kesehatan. Kemudian tadi juga dalam pengarahan bapak presiden mengenai pangan. Yang samua memberikan implikasi yang kuat terhadap penciptaan lapangan kerja,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Virus Corona atau Covid-19 membuat tingkat pengangguran semakin tinggi. Pasalnya, pengangguran meningkat hingga 3,7 juta orang.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) /Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan bahwa angka pengangguran akibat covid-19 meningkat sebanyak 3,7 juta. Dia menyebut angka tersebut sekitar 50% dari jumlah pengangguran yang ada.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sst...Obrolan Jokowi dengan Bos IMF, Ekonomi RI Terbaik ke-3 di Dunia
&amp;ldquo;3,7 juta sebuah angka yang relatif besar. Karena sekarang itu kita itu sekitar 7 jutaan. Jadi dengan 3,7 juta artinya karena pandemi ini ada kenaikan 50% dari yang ada,&amp;rdquo; katanya seusai rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Melalui pelebaran defisit, pemerintah akan dapat mengatasi masalah pengangguran tersebut di tahun depan. Seperti diketahui pemerintah melebarkan defisit APBN hingga 5,2% dari PDB.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Ungkap Ekonomi RI Bakal Pulih Tercepat Setelah China
&amp;ldquo;Maka tentu ada ruang fiskal yang cukup untuk belanja. Tapi tadi sesuai dengan persetujuan  bapak presiden tadi angka kenaikan itu akan didesain sedemikian rupa yang dapat memberikan implikasi yang positif terhadap pemulihan ekonomi. Utamanya untuk mencegah terjadinya bertambahnya jumlah orang miskin, bertambahnya pengangguran. Itu semua akan kita cegah dengan cara seperti itu,&amp;rdquo; paparnya.

Suharso mengatakan bahwa program-program yang diutamakan untuk mendapatkan tambahan belanja dari pelebaran defisit adalah yang mampu membuka kesempatan kerja. Namun dia belum dapat merinci program apa saja.

&amp;ldquo;Tapi setidak-tidaknya sektor-sektornya adalah sektor industri, pariwisata, reformasi sosial dalam hal ini adalah kesehatan. Kemudian tadi juga dalam pengarahan bapak presiden mengenai pangan. Yang samua memberikan implikasi yang kuat terhadap penciptaan lapangan kerja,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
