<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ajip Rosidi dan Daftar Karyanya yang Melegenda</title><description>Berikut daftar karya Ajip Rosidi, sastrawan yang sudah berkarya sejak usia 17 tahun.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/07/30/620/2254536/ajip-rosidi-dan-daftar-karyanya-yang-melegenda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/07/30/620/2254536/ajip-rosidi-dan-daftar-karyanya-yang-melegenda"/><item><title>Ajip Rosidi dan Daftar Karyanya yang Melegenda</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/07/30/620/2254536/ajip-rosidi-dan-daftar-karyanya-yang-melegenda</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/07/30/620/2254536/ajip-rosidi-dan-daftar-karyanya-yang-melegenda</guid><pubDate>Kamis 30 Juli 2020 15:13 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/30/620/2254536/ajip-rosidi-dan-daftar-karyanya-yang-melegenda-DD49wn75Ks.png" expression="full" type="image/jpeg">Ajip Rosidi. (Foto: FB Rumah Baca Ajip Rosidi)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/07/30/620/2254536/ajip-rosidi-dan-daftar-karyanya-yang-melegenda-Iu29UT9TNM.png</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/30/620/2254536/ajip-rosidi-dan-daftar-karyanya-yang-melegenda-DD49wn75Ks.png</image><title>Ajip Rosidi. (Foto: FB Rumah Baca Ajip Rosidi)</title></images><description>JAKARTA - Ajip Rosidi, sastrawan yang telah menghasilkan ratusan karya itu mengembuskan napas terakhirnya di usia 82 tahun. Dia meninggal di Rumah Sakit Tidar Magelang, pukul 22.30 WIB, Rabu 29 Juli 2020.
Semasa hidupnya, pria kelahiran Jatiwangi, Jawa Barat 21 Januari 1928 itu telah meraih berbagai penghargaan sastra. Antara lain Hadiah Sastera Nasional 1955-1956 untuk puisi dan 1957-1958 untuk prosa dan hadiah Seni dari Pemerintah RI 1993.
Ajip Rosidi juga mendapatkan Kun Santo Zui Hou Sho (Bintang Jasa Khazanah Suci, Sinar Emas dengan Selempang Leher) dari pemerintah Jepang, sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang dinilai sangat bermanfaat bagi hubungan Indonesia-Jepang 1999.

Tak hanya itu, dia juga mendapatkan Anugerah Hamengku Buwono IX 2008 untuk berbagai sumbangan positifnya bagi masyarakat Indonesia di bidang sastra dan budaya. Pria yang tak tamat SMA itu juga mendapat gelar Doktor Honoris Causa (HC) untuk program studi Budaya Fakultas Sastra dari Universitas Padjadjaran (Unpad).
Baca juga: Profil Ajip Rosidi, Sastrawan yang Aktif Berkarya Sejak Usia 17 Tahun
Ajip Rosidi mengumumkan karya sastra pertamanya pada 1952 yang dimuat di beberapa majalah terkenal kala itu, di antaranya Mimbar Indonesia, Gelanggang/Siasat, Indonesia, Zenith, dan Kisha.
Sampai dengan tahun 1983, Ajip Rosidi aktif mengarang sajak dan cerita pendek. Ia bahkan dikabarkan menulis 326 judul karya yang dimuat dalam 22 majalah.
Bukunya yang pertama, Tahun-Tahun Kematian terbit ketika usianya 17 tahun yakni pada 1955, diikuti oleh kumpulan sajak, kumpulan cerita pendek, roman, drama, kumpulan esai dan kritik, dan hasil penelitian.</description><content:encoded>JAKARTA - Ajip Rosidi, sastrawan yang telah menghasilkan ratusan karya itu mengembuskan napas terakhirnya di usia 82 tahun. Dia meninggal di Rumah Sakit Tidar Magelang, pukul 22.30 WIB, Rabu 29 Juli 2020.
Semasa hidupnya, pria kelahiran Jatiwangi, Jawa Barat 21 Januari 1928 itu telah meraih berbagai penghargaan sastra. Antara lain Hadiah Sastera Nasional 1955-1956 untuk puisi dan 1957-1958 untuk prosa dan hadiah Seni dari Pemerintah RI 1993.
Ajip Rosidi juga mendapatkan Kun Santo Zui Hou Sho (Bintang Jasa Khazanah Suci, Sinar Emas dengan Selempang Leher) dari pemerintah Jepang, sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang dinilai sangat bermanfaat bagi hubungan Indonesia-Jepang 1999.

Tak hanya itu, dia juga mendapatkan Anugerah Hamengku Buwono IX 2008 untuk berbagai sumbangan positifnya bagi masyarakat Indonesia di bidang sastra dan budaya. Pria yang tak tamat SMA itu juga mendapat gelar Doktor Honoris Causa (HC) untuk program studi Budaya Fakultas Sastra dari Universitas Padjadjaran (Unpad).
Baca juga: Profil Ajip Rosidi, Sastrawan yang Aktif Berkarya Sejak Usia 17 Tahun
Ajip Rosidi mengumumkan karya sastra pertamanya pada 1952 yang dimuat di beberapa majalah terkenal kala itu, di antaranya Mimbar Indonesia, Gelanggang/Siasat, Indonesia, Zenith, dan Kisha.
Sampai dengan tahun 1983, Ajip Rosidi aktif mengarang sajak dan cerita pendek. Ia bahkan dikabarkan menulis 326 judul karya yang dimuat dalam 22 majalah.
Bukunya yang pertama, Tahun-Tahun Kematian terbit ketika usianya 17 tahun yakni pada 1955, diikuti oleh kumpulan sajak, kumpulan cerita pendek, roman, drama, kumpulan esai dan kritik, dan hasil penelitian.</content:encoded></item></channel></rss>
