<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siswa Madrasah Asal Kediri Juara III Kompetisi Sains di Hong Kong</title><description>Syauqi juga menceritakan bahwa ketika presentasi melalui Zoom, juri mengajukan pertanyaan yang sulit.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/08/04/620/2256860/siswa-madrasah-asal-kediri-juara-iii-kompetisi-sains-di-hong-kong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/08/04/620/2256860/siswa-madrasah-asal-kediri-juara-iii-kompetisi-sains-di-hong-kong"/><item><title>Siswa Madrasah Asal Kediri Juara III Kompetisi Sains di Hong Kong</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/08/04/620/2256860/siswa-madrasah-asal-kediri-juara-iii-kompetisi-sains-di-hong-kong</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/08/04/620/2256860/siswa-madrasah-asal-kediri-juara-iii-kompetisi-sains-di-hong-kong</guid><pubDate>Selasa 04 Agustus 2020 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Novie Fauziah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/04/620/2256860/siswa-madrasah-asal-kediri-juara-iii-kompetisi-sains-di-hong-kong-oTHzMmzz7l.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Tiga siswa MAN 2 Kediri juara 3 kompetisi sains dan inovasi di Hong Kong (Foto: Kemenag.go.id)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/08/04/620/2256860/siswa-madrasah-asal-kediri-juara-iii-kompetisi-sains-di-hong-kong-tVFfTU4MRi.JPG</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/04/620/2256860/siswa-madrasah-asal-kediri-juara-iii-kompetisi-sains-di-hong-kong-oTHzMmzz7l.JPG</image><title>Tiga siswa MAN 2 Kediri juara 3 kompetisi sains dan inovasi di Hong Kong (Foto: Kemenag.go.id)</title></images><description>SEBANYAK tiga siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kediri, Jawa Timur unjuk prestasi di ajang Global Youth Science and Technology Bowl (GYSTB) 2020. Mereka adalah Aqsa Aufa Syauqi Sadana, Muhamad Rijal Firdaus dan Azzahra Fitri Videyarani.
Ketiganya meraih adalah Third Prize (Juara III) pada event yang diselenggarakan oleh Hong Kong Federation Youth Group.
GYSTB adalah ajang kompetisi sains dan inovasi karya ilmiah tingkat internasional. Event ini diikuti oleh ilmuan muda se-dunia. Setelah melalui seleksi yang panjang, terpilihlah 100 peserta dari berbagai negara termasuk Indonesia, Filipina, Hong Kong, Thailand, China, Singapura, Malaysia, Korea, Turki, Irian, Africa, Eropa dan Rusia.
Karena pandemi Covid-19, kompetisi ini diadakan secara online dengan menggunakan aplikasi Zoom pada 1 Agustus 2020.
Syauqi mengisahkan bahwa masuknya tim MAN 2 Kediri ini melalui seleksi yang  diadakan oleh IYSA. IYSA adalah asosiasi yang menyelenggarakan seleksi tingkat nasional untuk memilih 3 tim terbaik dari Indonesia yang akan berlaga di tingkat Internasional.
Baca juga:&amp;nbsp;9 Siswa Madrasah di Jakarta Juara Olimpiade Sains, Ini Nama-namanya
Tahun ini, terpilih untuk mewakili Indonesia di tingkat internasional adalah  MAN 2 Kota Kediri, SMAN 4 Denpasar, dan MAN Sidoarjo.
&amp;ldquo;Dalam event internasional tersebut, kami membuat inovasi pelapis material untuk baja karbon dari lempung bentonit yang diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghambat terjadinya korosi, khususnya pada dunia industri yang menggunakan baja. Inovasi ini kami beri judul &amp;ldquo;The Effects of Anti Corrosion Material Coating on Carbon Steel Based on Natural Inhibitors from Bentonite Clay with Matrix Epoxy Resin in Corrosive Mediums,&amp;rdquo; jelas Syauqi Sadana, melansir laman resmi Kemenag, Selasa (4/8/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8wMi82Ni8xMjE1NzkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Syauqi juga menceritakan bahwa ketika presentasi melalui Zoom, juri mengajukan pertanyaan yang sulit. Namun, pertanyaan itu bisa dijawab oleh mereka.
&quot;Dewan Juri sangat antusias dan mendukung penelitian kami ini. Kelebihan dari penelitian kami adalah pelapisan korosi dengan lempung bentonit merupakan suatu kebaruan sekaligus sebagi upaya pemanfaatan SDA yang melimpah di Indonesia,&amp;rdquo; tutur dia.</description><content:encoded>SEBANYAK tiga siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kediri, Jawa Timur unjuk prestasi di ajang Global Youth Science and Technology Bowl (GYSTB) 2020. Mereka adalah Aqsa Aufa Syauqi Sadana, Muhamad Rijal Firdaus dan Azzahra Fitri Videyarani.
Ketiganya meraih adalah Third Prize (Juara III) pada event yang diselenggarakan oleh Hong Kong Federation Youth Group.
GYSTB adalah ajang kompetisi sains dan inovasi karya ilmiah tingkat internasional. Event ini diikuti oleh ilmuan muda se-dunia. Setelah melalui seleksi yang panjang, terpilihlah 100 peserta dari berbagai negara termasuk Indonesia, Filipina, Hong Kong, Thailand, China, Singapura, Malaysia, Korea, Turki, Irian, Africa, Eropa dan Rusia.
Karena pandemi Covid-19, kompetisi ini diadakan secara online dengan menggunakan aplikasi Zoom pada 1 Agustus 2020.
Syauqi mengisahkan bahwa masuknya tim MAN 2 Kediri ini melalui seleksi yang  diadakan oleh IYSA. IYSA adalah asosiasi yang menyelenggarakan seleksi tingkat nasional untuk memilih 3 tim terbaik dari Indonesia yang akan berlaga di tingkat Internasional.
Baca juga:&amp;nbsp;9 Siswa Madrasah di Jakarta Juara Olimpiade Sains, Ini Nama-namanya
Tahun ini, terpilih untuk mewakili Indonesia di tingkat internasional adalah  MAN 2 Kota Kediri, SMAN 4 Denpasar, dan MAN Sidoarjo.
&amp;ldquo;Dalam event internasional tersebut, kami membuat inovasi pelapis material untuk baja karbon dari lempung bentonit yang diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghambat terjadinya korosi, khususnya pada dunia industri yang menggunakan baja. Inovasi ini kami beri judul &amp;ldquo;The Effects of Anti Corrosion Material Coating on Carbon Steel Based on Natural Inhibitors from Bentonite Clay with Matrix Epoxy Resin in Corrosive Mediums,&amp;rdquo; jelas Syauqi Sadana, melansir laman resmi Kemenag, Selasa (4/8/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8wMi82Ni8xMjE1NzkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Syauqi juga menceritakan bahwa ketika presentasi melalui Zoom, juri mengajukan pertanyaan yang sulit. Namun, pertanyaan itu bisa dijawab oleh mereka.
&quot;Dewan Juri sangat antusias dan mendukung penelitian kami ini. Kelebihan dari penelitian kami adalah pelapisan korosi dengan lempung bentonit merupakan suatu kebaruan sekaligus sebagi upaya pemanfaatan SDA yang melimpah di Indonesia,&amp;rdquo; tutur dia.</content:encoded></item></channel></rss>
