<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mainan Impor dari China Banjiri RI Selama Covid-19</title><description>Industri mainan sedang mengalami peningkat penjualan.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/08/06/620/2257945/mainan-impor-dari-china-banjiri-ri-selama-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/08/06/620/2257945/mainan-impor-dari-china-banjiri-ri-selama-covid-19"/><item><title>Mainan Impor dari China Banjiri RI Selama Covid-19</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/08/06/620/2257945/mainan-impor-dari-china-banjiri-ri-selama-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/08/06/620/2257945/mainan-impor-dari-china-banjiri-ri-selama-covid-19</guid><pubDate>Kamis 06 Agustus 2020 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/06/620/2257945/mainan-impor-dari-china-banjiri-ri-selama-covid-19-GDUgCgavRN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mainan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/08/06/620/2257945/mainan-impor-dari-china-banjiri-ri-selama-covid-19-4DQjN0rhyN.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/06/620/2257945/mainan-impor-dari-china-banjiri-ri-selama-covid-19-GDUgCgavRN.jpg</image><title>Mainan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI) Johan S. Tandanu mengatakan, industri mainan sedang mengalami peningkat penjualan. Hal tersebut bisa terjadi setelah adanya pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB).


&quot;Dari data anggota kami, saat  PSBB produksi turun 70% karena toko offline tutup. Namun setelah PSBB dilonggarkan, sudah meningkat lagi produksinya mencapai 80% melalui platform e-commerce.&quot; kata Johan dalam market review IDX Channel, Kamis (6/8/2020)
Baca Juga:&amp;nbsp;85,42% UMKM Terancam Bangkrut, Cuma Tahan Covid-19 Selama 1 Tahun&amp;nbsp;
Meski begitu, lanjut Johan, pihaknya menyayangkan masih banyaknya produk mainan impor yang masuk ke Tanah Air. Padahal, situasinya masih dalam keadaan pandemi covid-19

&quot;Pada masa PSBB impor mainan dari China tidak begitu turun, bahkan label SNI yang diberikan pada produk mainan, lebih banyak ke produk impor daripada produk lokal,&quot; jelasnya
Baca Juga: Jeff Bezos Jual Saham Amazon, Rp107 Triliun Masuk Rekening

Untuk itu, Johan berharap, agar pemerintah bisa melindungi industri mainan di tanah air. Pasalnya, banyak produk impor yang tak memiliki SNI, bahkan ada yang palsu.

&quot;Untuk bisa bersaing, pemerintah harus melindungi produk mainan lokal. Pemerintah harus turun kelapangan untuk mengecek SNI produk mainan impor. Sebab ditemukan ada produk impor yang SNI nya palsu, bahkan ada yang mengcopy dari produk lokal,&quot; tandasnya
</description><content:encoded>JAKARTA - Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI) Johan S. Tandanu mengatakan, industri mainan sedang mengalami peningkat penjualan. Hal tersebut bisa terjadi setelah adanya pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB).


&quot;Dari data anggota kami, saat  PSBB produksi turun 70% karena toko offline tutup. Namun setelah PSBB dilonggarkan, sudah meningkat lagi produksinya mencapai 80% melalui platform e-commerce.&quot; kata Johan dalam market review IDX Channel, Kamis (6/8/2020)
Baca Juga:&amp;nbsp;85,42% UMKM Terancam Bangkrut, Cuma Tahan Covid-19 Selama 1 Tahun&amp;nbsp;
Meski begitu, lanjut Johan, pihaknya menyayangkan masih banyaknya produk mainan impor yang masuk ke Tanah Air. Padahal, situasinya masih dalam keadaan pandemi covid-19

&quot;Pada masa PSBB impor mainan dari China tidak begitu turun, bahkan label SNI yang diberikan pada produk mainan, lebih banyak ke produk impor daripada produk lokal,&quot; jelasnya
Baca Juga: Jeff Bezos Jual Saham Amazon, Rp107 Triliun Masuk Rekening

Untuk itu, Johan berharap, agar pemerintah bisa melindungi industri mainan di tanah air. Pasalnya, banyak produk impor yang tak memiliki SNI, bahkan ada yang palsu.

&quot;Untuk bisa bersaing, pemerintah harus melindungi produk mainan lokal. Pemerintah harus turun kelapangan untuk mengecek SNI produk mainan impor. Sebab ditemukan ada produk impor yang SNI nya palsu, bahkan ada yang mengcopy dari produk lokal,&quot; tandasnya
</content:encoded></item></channel></rss>
