<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hidup Papu Gomez Berubah karena Atalanta dan Gasperini </title><description>Kedatangan Gian Piero Gasperini di Atalanta mengubah jalan hidup seorang Papu Gomez.&amp;nbsp;</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/08/11/620/2260363/hidup-papu-gomez-berubah-karena-atalanta-dan-gasperini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/08/11/620/2260363/hidup-papu-gomez-berubah-karena-atalanta-dan-gasperini"/><item><title>Hidup Papu Gomez Berubah karena Atalanta dan Gasperini </title><link>https://www.okezone.com/read/2020/08/11/620/2260363/hidup-papu-gomez-berubah-karena-atalanta-dan-gasperini</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/08/11/620/2260363/hidup-papu-gomez-berubah-karena-atalanta-dan-gasperini</guid><pubDate>Selasa 11 Agustus 2020 13:39 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/11/620/2260363/hidup-papu-gomez-berubah-karena-atalanta-dan-gasperini-RoO0susqCq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Papu Gomez berterima kasih kepada Gian Piero Gasperini (Foto: Atalanta)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/08/11/620/2260363/hidup-papu-gomez-berubah-karena-atalanta-dan-gasperini-Wfu1JHm0yD.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/11/620/2260363/hidup-papu-gomez-berubah-karena-atalanta-dan-gasperini-RoO0susqCq.jpg</image><title>Papu Gomez berterima kasih kepada Gian Piero Gasperini (Foto: Atalanta)</title></images><description>BERGAMO &amp;ndash; Kapten Atalanta, Alejandro Dario Gomez, dinobatkan sebagai gelandang terbaik Liga Italia 2019-2020. Pemain yang akrab disapa Papu itu mengakui, hengkang ke Atalanta mengubah jalan hidupnya 180 derajat.
Karier Papu Gomez di dunia sepakbola diawali dengan membela Arsenal de Sarandi pada 2005-2009. Setelah itu, ia membela San Lorenzo hingga 2010. Seperti pemain berkebangsaan Argentina lainnya, Papu mencoba peruntungan dengan merumput di luar negeri.
Pemain bertinggi badan 167 sentimeter (cm) itu direkrut Catania pada 2010 dan bertahan di klub asal Pulau Sisilia tersebut hingga 2013. Tanpa alasan yang jelas, Catania menjual Papu Gomez ke Metalist Kharkiv. Hanya semusim di Ukraina, ia kembali ke Italia dan memperkuat Atalanta.
Baca juga: Jelang Atalanta vs PSG, Gosens Ungkap 2 Keuntungan La Dea

Pada 2014-2016, Atalanta bukanlah kesebelasan langganan papan atas. Begitu juga dengan karier Papu Gomez yang cenderung biasa-biasa saja. Semua berubah ketika Gian Piero Gasperini ditunjuk sebagai pelatih pada 14 Juni 2016.
Atalanta disulap menjadi tim dengan serangan mengerikan yang dimotori oleh Papu Gomez sebagai kapten. Pemain berusia 32 tahun itu mengakui, hidupnya berubah drastis ketika bertemu dengan Gian Piero Gasperini.
&amp;ldquo;Ketika saya bertemu Gasperini, saya bermain di kiri. Sepertinya, saya belajar banyak karena Gasperini. Jika saya bertemu Gasperini pada usia 24 atau 25 tahun, saya mungkin akan berkembang lebih pesat. Saya bisa saja punya kesempatan dan jalan hidup lain. Namun, saya sudah 28 tahun saat itu,&amp;rdquo; papar Alejandro Gomez, dilansir dari Football Italia, Selasa (11/8/2020).</description><content:encoded>BERGAMO &amp;ndash; Kapten Atalanta, Alejandro Dario Gomez, dinobatkan sebagai gelandang terbaik Liga Italia 2019-2020. Pemain yang akrab disapa Papu itu mengakui, hengkang ke Atalanta mengubah jalan hidupnya 180 derajat.
Karier Papu Gomez di dunia sepakbola diawali dengan membela Arsenal de Sarandi pada 2005-2009. Setelah itu, ia membela San Lorenzo hingga 2010. Seperti pemain berkebangsaan Argentina lainnya, Papu mencoba peruntungan dengan merumput di luar negeri.
Pemain bertinggi badan 167 sentimeter (cm) itu direkrut Catania pada 2010 dan bertahan di klub asal Pulau Sisilia tersebut hingga 2013. Tanpa alasan yang jelas, Catania menjual Papu Gomez ke Metalist Kharkiv. Hanya semusim di Ukraina, ia kembali ke Italia dan memperkuat Atalanta.
Baca juga: Jelang Atalanta vs PSG, Gosens Ungkap 2 Keuntungan La Dea

Pada 2014-2016, Atalanta bukanlah kesebelasan langganan papan atas. Begitu juga dengan karier Papu Gomez yang cenderung biasa-biasa saja. Semua berubah ketika Gian Piero Gasperini ditunjuk sebagai pelatih pada 14 Juni 2016.
Atalanta disulap menjadi tim dengan serangan mengerikan yang dimotori oleh Papu Gomez sebagai kapten. Pemain berusia 32 tahun itu mengakui, hidupnya berubah drastis ketika bertemu dengan Gian Piero Gasperini.
&amp;ldquo;Ketika saya bertemu Gasperini, saya bermain di kiri. Sepertinya, saya belajar banyak karena Gasperini. Jika saya bertemu Gasperini pada usia 24 atau 25 tahun, saya mungkin akan berkembang lebih pesat. Saya bisa saja punya kesempatan dan jalan hidup lain. Namun, saya sudah 28 tahun saat itu,&amp;rdquo; papar Alejandro Gomez, dilansir dari Football Italia, Selasa (11/8/2020).</content:encoded></item></channel></rss>
