<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Defisit Transaksi Berjalan Mengecil Jadi USD2,9 Miliar, Ini Sebabnya</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan makin menurun</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/08/18/620/2263725/defisit-transaksi-berjalan-mengecil-jadi-usd2-9-miliar-ini-sebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/08/18/620/2263725/defisit-transaksi-berjalan-mengecil-jadi-usd2-9-miliar-ini-sebabnya"/><item><title>Defisit Transaksi Berjalan Mengecil Jadi USD2,9 Miliar, Ini Sebabnya</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/08/18/620/2263725/defisit-transaksi-berjalan-mengecil-jadi-usd2-9-miliar-ini-sebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/08/18/620/2263725/defisit-transaksi-berjalan-mengecil-jadi-usd2-9-miliar-ini-sebabnya</guid><pubDate>Selasa 18 Agustus 2020 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/08/18/620/2263725/defisit-transaksi-berjalan-mengecil-jadi-usd2-9-miliar-ini-sebabnya-6JbWb7cQvs.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Defisit Transaksi Berjalan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/08/18/620/2263725/defisit-transaksi-berjalan-mengecil-jadi-usd2-9-miliar-ini-sebabnya-YZPXk74G9l.jpeg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/08/18/620/2263725/defisit-transaksi-berjalan-mengecil-jadi-usd2-9-miliar-ini-sebabnya-6JbWb7cQvs.jpeg</image><title>Defisit Transaksi Berjalan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat defisit  transaksi berjalan makin menurun, ditopang oleh surplus neraca barang serta berkurangnya defisit neraca pendapatan primer.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako merinci defisit transaksi berjalan tercatat sebesar USD2,9 miliar  (1,2% dari PDB) pada triwulan II. Posisi ini  lebih rendah dari defisit pada triwulan sebelumnya sebesar USD3,7 miliar  (1,4% dari PDB).

&quot;Penurunan defisit transaksi berjalan tersebut bersumber dari surplus neraca perdagangan barang akibat penurunan impor karena melemahnya permintaan domestik,&quot; kata Onny di Jakarta, Selasa (18/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal II-2020 Surplus USD9,2 Miliar&amp;nbsp;
Lanjutnya, defisit neraca pendapatan mengecil karena berkurangnya pembayaran imbal hasil kepada investor asing sejalan dengan kontraksi pertumbuhan ekonomi domestik di triwulan II 2020 yang tercermin pada penurunan kinerja perusahaan dan investasi.

Sementara itu, defisit neraca jasa sedikit meningkat didorong oleh defisit jasa perjalanan karena kunjungan wisatawan mancanegara yang turun signifikan selama pandemi COVID-19.

&quot;Di sisi lain, remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) berkurang, sejalan dengan kontraksi pertumbuhan ekonomi dunia juga menahan penurunan defisit transaksi berjalan lebih lanjut,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat defisit  transaksi berjalan makin menurun, ditopang oleh surplus neraca barang serta berkurangnya defisit neraca pendapatan primer.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako merinci defisit transaksi berjalan tercatat sebesar USD2,9 miliar  (1,2% dari PDB) pada triwulan II. Posisi ini  lebih rendah dari defisit pada triwulan sebelumnya sebesar USD3,7 miliar  (1,4% dari PDB).

&quot;Penurunan defisit transaksi berjalan tersebut bersumber dari surplus neraca perdagangan barang akibat penurunan impor karena melemahnya permintaan domestik,&quot; kata Onny di Jakarta, Selasa (18/8/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal II-2020 Surplus USD9,2 Miliar&amp;nbsp;
Lanjutnya, defisit neraca pendapatan mengecil karena berkurangnya pembayaran imbal hasil kepada investor asing sejalan dengan kontraksi pertumbuhan ekonomi domestik di triwulan II 2020 yang tercermin pada penurunan kinerja perusahaan dan investasi.

Sementara itu, defisit neraca jasa sedikit meningkat didorong oleh defisit jasa perjalanan karena kunjungan wisatawan mancanegara yang turun signifikan selama pandemi COVID-19.

&quot;Di sisi lain, remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) berkurang, sejalan dengan kontraksi pertumbuhan ekonomi dunia juga menahan penurunan defisit transaksi berjalan lebih lanjut,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
