<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Ekonomi Indonesia 2021 Dipatok 5,5%, Bisa Dicapai Bu Sri Mulyani?</title><description>Pemerintah optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan cukup moderat di rentang 4,5% - 5,5%.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/09/01/620/2270832/ekonomi-indonesia-2021-dipatok-5-5-bisa-dicapai-bu-sri-mulyani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/09/01/620/2270832/ekonomi-indonesia-2021-dipatok-5-5-bisa-dicapai-bu-sri-mulyani"/><item><title>   Ekonomi Indonesia 2021 Dipatok 5,5%, Bisa Dicapai Bu Sri Mulyani?</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/09/01/620/2270832/ekonomi-indonesia-2021-dipatok-5-5-bisa-dicapai-bu-sri-mulyani</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/09/01/620/2270832/ekonomi-indonesia-2021-dipatok-5-5-bisa-dicapai-bu-sri-mulyani</guid><pubDate>Selasa 01 September 2020 14:19 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/01/620/2270832/ekonomi-indonesia-2021-dipatok-5-5-bisa-dicapai-bu-sri-mulyani-23y2iqMd45.png" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani di DPR (Foto: Sindonews/Rina)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/09/01/620/2270832/ekonomi-indonesia-2021-dipatok-5-5-bisa-dicapai-bu-sri-mulyani-eCLLwaTF1V.png</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/01/620/2270832/ekonomi-indonesia-2021-dipatok-5-5-bisa-dicapai-bu-sri-mulyani-23y2iqMd45.png</image><title>Sri Mulyani di DPR (Foto: Sindonews/Rina)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa di tahun 2021, pemerintah optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan cukup moderat di rentang 4,5% - 5,5%.

Meski tingkat ketidakpastian tinggi akibat pandemi Covid-19, Sri Mulyani menyampaikan bahwa rentang perkiraan yang cukup lebar juga terjadi pada proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh lembaga-lembaga internasional.

&quot;Tahun 2021, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,1% sementara World Bank 4,8%, dan ADB 5,3%,&quot; terang Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Adapun pertumbuhan ekonomi di rentang tersebut didorong oleh beberapa faktor utama. &quot;Pertama, karena keberhasilan penanganan pandemi Covid-19, termasuk upaya riset vaksin,&quot; ucap Ani.
Baca Juga:&amp;nbsp;Anggaran PEN 2021 Turun Jadi Rp356 Triliun, Ini Perhitungan Sri Mulyani&amp;nbsp;
Kemudian, faktor kedua karena kondisi pemulihan kinerja perekonomian global, terutama dipengaruhi penanganan pandemi Covid-19, faktor geopolitik, pasca pemilu Amerika, dinamika hubungan Amerika dan Tiongkok, serta harga komoditas.

&quot;Juga karena upaya reformasi struktural untuk meningkatkan kemudahan usaha dan menarik investasi dan dukungan kebijakan fiskal yang bercorak countercyclical termasuk melalui lanjutan program pemulihan ekonomi nasional (PEN),&quot; imbuhnya.

Pemerintah berkeyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5% - 5,5% cukup realistis dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, dan baseline pertumbuhan ekonomi yang rendah di tahun 2020.

&quot;Pemerintah sepakat bahwa penanganan pandemi Covid-19 yang menyeluruh menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional dan mengembalikan pertumbuhan ekonomi ke jalur alamiahnya,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa di tahun 2021, pemerintah optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan cukup moderat di rentang 4,5% - 5,5%.

Meski tingkat ketidakpastian tinggi akibat pandemi Covid-19, Sri Mulyani menyampaikan bahwa rentang perkiraan yang cukup lebar juga terjadi pada proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh lembaga-lembaga internasional.

&quot;Tahun 2021, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,1% sementara World Bank 4,8%, dan ADB 5,3%,&quot; terang Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Adapun pertumbuhan ekonomi di rentang tersebut didorong oleh beberapa faktor utama. &quot;Pertama, karena keberhasilan penanganan pandemi Covid-19, termasuk upaya riset vaksin,&quot; ucap Ani.
Baca Juga:&amp;nbsp;Anggaran PEN 2021 Turun Jadi Rp356 Triliun, Ini Perhitungan Sri Mulyani&amp;nbsp;
Kemudian, faktor kedua karena kondisi pemulihan kinerja perekonomian global, terutama dipengaruhi penanganan pandemi Covid-19, faktor geopolitik, pasca pemilu Amerika, dinamika hubungan Amerika dan Tiongkok, serta harga komoditas.

&quot;Juga karena upaya reformasi struktural untuk meningkatkan kemudahan usaha dan menarik investasi dan dukungan kebijakan fiskal yang bercorak countercyclical termasuk melalui lanjutan program pemulihan ekonomi nasional (PEN),&quot; imbuhnya.

Pemerintah berkeyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5% - 5,5% cukup realistis dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, dan baseline pertumbuhan ekonomi yang rendah di tahun 2020.

&quot;Pemerintah sepakat bahwa penanganan pandemi Covid-19 yang menyeluruh menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional dan mengembalikan pertumbuhan ekonomi ke jalur alamiahnya,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
