<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cuitan 'Polusi Visual' Revina VT Viral, Apa Itu Body Shaming?</title><description>Cuitan selebgram Revina VT soal 'polusi visual' viral di Twitter. Dia membagikan pengalamannya saat pergi</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/09/04/620/2272708/cuitan-polusi-visual-revina-vt-viral-apa-itu-body-shaming</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/09/04/620/2272708/cuitan-polusi-visual-revina-vt-viral-apa-itu-body-shaming"/><item><title>Cuitan 'Polusi Visual' Revina VT Viral, Apa Itu Body Shaming?</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/09/04/620/2272708/cuitan-polusi-visual-revina-vt-viral-apa-itu-body-shaming</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/09/04/620/2272708/cuitan-polusi-visual-revina-vt-viral-apa-itu-body-shaming</guid><pubDate>Jum'at 04 September 2020 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Helmi Ade Saputra/Dewi Kania</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/04/620/2272708/cuitan-polusi-visual-revina-vt-viral-apa-itu-body-shaming-ZaRDC1p7fr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cuitan polusi visual Revina VT viral (Foto : Instagram/@revinavt)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/09/04/620/2272708/cuitan-polusi-visual-revina-vt-viral-apa-itu-body-shaming-pUfwYUvP2A.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/04/620/2272708/cuitan-polusi-visual-revina-vt-viral-apa-itu-body-shaming-ZaRDC1p7fr.jpg</image><title>Cuitan polusi visual Revina VT viral (Foto : Instagram/@revinavt)</title></images><description>Cuitan selebgram Revina VT soal 'polusi visual' viral  di Twitter. Dia membagikan pengalamannya saat pergi ke tempat gym.
Revina VT mengaku merasa terganggu dengan orang di depannya yang memamerkan badannya yang dinilai kurang proporsional dan mengeluarkan bau tak sedap.
&amp;ldquo;Squat gue terganggu karena ada orang (pamer) pantat separuh hitam dan keteknya ke mana-mana. Dan baunya, ebuset. Kenapa gue yang terganggu elo yang marah? Dih, sjw,&quot; tulisnya di Twitter.

Cuitannya tersebut viral karena dianggap melakukan body shaming. Revina VT akhirnya mengakui kesalahan usai mendapat kritik atas cuitan bernada body shaming di Twitter. Ia mengakui tulisannya beracun (toxic) karena tidak menghargai orang lain.
&quot;Secara moralitas gue salah karena tidak berempati. Gue tetap sama dengan pendirian gue bahwa tidak akan bisa membuat semua orang menyukai badan gue dan begitu juga lo,&quot; kata dia seperti dikutip dari Insta Storynya, Jumat (4/9/2020).
Sementara itu, mengenai body shaming, Psikolog Meity Arianty mengatakan, ejekan fisik masuk ke dalam golongan bullying. Hal ini dianggap sebagai kekerasan dalam bentuk verbal.
&quot;Walaupun bercanda saya selalu mengatakan ke remaja bahwa body shaming sama dengan bullying. Karena perilakunya menghina bentuk fisik oranf lain, yang tidak sesuai dengan standar ideal,&quot; tutur Mei saat dihubungi Okezone, beberapa waktu lalu. (Judul Berita : Perlukah Berteman dengan Orang yang Lakukan Body Shaming?)

Dijelaskan lebih lanjut, ejekan fisik menurut Damanik (2018), merupakan penilaian individu akan tubuhnya yang memunculkan perasaan malu, karena penilaian dirinya dan orang lain terhadap bentuk tubuh ideal tidak sesuai dengan tubuhnya.
Baca Juga : Revina VT Body Shaming, Nana Mirdad Beri Pesan Positif untuk Perempuan
Body shaming, sering terjadi di kalangan teman sebaya. Sasarannya yakni penampilan fisik sebagai bahan ejekan oleh teman-temannya yang lain.
&quot;Sejumlah penelitian terkait, telah dilakukan dan umumnya fokus ke citra diri. Semakin ideal tubuhnya, akan membuat individu lebih mudah menerima dirinya,&quot; bebernya.
Tapi yang lebih jahat saat ini Anda sering menjumpai body shaming di dunia maya, seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Biasanya pelaku body shaming jauh lebih berani dan sering kali membuat korban stres dan merasa tidak berharga.
Sayangnya, pelaku tidak menyadari dampak yang terjadi ketika mengejek seseorang. Apa sih dampaknya yang fatal?</description><content:encoded>Cuitan selebgram Revina VT soal 'polusi visual' viral  di Twitter. Dia membagikan pengalamannya saat pergi ke tempat gym.
Revina VT mengaku merasa terganggu dengan orang di depannya yang memamerkan badannya yang dinilai kurang proporsional dan mengeluarkan bau tak sedap.
&amp;ldquo;Squat gue terganggu karena ada orang (pamer) pantat separuh hitam dan keteknya ke mana-mana. Dan baunya, ebuset. Kenapa gue yang terganggu elo yang marah? Dih, sjw,&quot; tulisnya di Twitter.

Cuitannya tersebut viral karena dianggap melakukan body shaming. Revina VT akhirnya mengakui kesalahan usai mendapat kritik atas cuitan bernada body shaming di Twitter. Ia mengakui tulisannya beracun (toxic) karena tidak menghargai orang lain.
&quot;Secara moralitas gue salah karena tidak berempati. Gue tetap sama dengan pendirian gue bahwa tidak akan bisa membuat semua orang menyukai badan gue dan begitu juga lo,&quot; kata dia seperti dikutip dari Insta Storynya, Jumat (4/9/2020).
Sementara itu, mengenai body shaming, Psikolog Meity Arianty mengatakan, ejekan fisik masuk ke dalam golongan bullying. Hal ini dianggap sebagai kekerasan dalam bentuk verbal.
&quot;Walaupun bercanda saya selalu mengatakan ke remaja bahwa body shaming sama dengan bullying. Karena perilakunya menghina bentuk fisik oranf lain, yang tidak sesuai dengan standar ideal,&quot; tutur Mei saat dihubungi Okezone, beberapa waktu lalu. (Judul Berita : Perlukah Berteman dengan Orang yang Lakukan Body Shaming?)

Dijelaskan lebih lanjut, ejekan fisik menurut Damanik (2018), merupakan penilaian individu akan tubuhnya yang memunculkan perasaan malu, karena penilaian dirinya dan orang lain terhadap bentuk tubuh ideal tidak sesuai dengan tubuhnya.
Baca Juga : Revina VT Body Shaming, Nana Mirdad Beri Pesan Positif untuk Perempuan
Body shaming, sering terjadi di kalangan teman sebaya. Sasarannya yakni penampilan fisik sebagai bahan ejekan oleh teman-temannya yang lain.
&quot;Sejumlah penelitian terkait, telah dilakukan dan umumnya fokus ke citra diri. Semakin ideal tubuhnya, akan membuat individu lebih mudah menerima dirinya,&quot; bebernya.
Tapi yang lebih jahat saat ini Anda sering menjumpai body shaming di dunia maya, seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Biasanya pelaku body shaming jauh lebih berani dan sering kali membuat korban stres dan merasa tidak berharga.
Sayangnya, pelaku tidak menyadari dampak yang terjadi ketika mengejek seseorang. Apa sih dampaknya yang fatal?</content:encoded></item></channel></rss>
