<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanda-Tanda Indonesia Resesi, Berikut 5 Faktanya</title><description>Pemerintah pesimis perekonomian Indonesia bisa kembali positif pada kuartal III-2020.&amp;nbsp;</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/09/04/620/2272786/tanda-tanda-indonesia-resesi-berikut-5-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/09/04/620/2272786/tanda-tanda-indonesia-resesi-berikut-5-faktanya"/><item><title>Tanda-Tanda Indonesia Resesi, Berikut 5 Faktanya</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/09/04/620/2272786/tanda-tanda-indonesia-resesi-berikut-5-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/09/04/620/2272786/tanda-tanda-indonesia-resesi-berikut-5-faktanya</guid><pubDate>Sabtu 05 September 2020 08:08 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/04/620/2272786/tanda-tanda-indonesia-resesi-berikut-5-faktanya-xZoil1HuBL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Resesi (Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/09/04/620/2272786/tanda-tanda-indonesia-resesi-berikut-5-faktanya-b8e5DpPaIW.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/04/620/2272786/tanda-tanda-indonesia-resesi-berikut-5-faktanya-xZoil1HuBL.jpg</image><title>Resesi (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah pesimis perekonomian Indonesia bisa  kembali positif pada kuartal III-2020. Diprediksi ekonomi Tanah Air akan  tercebur ke jurang resesi dengan kontraksi minus 2%.

Okezone pada Sabtu (5/9/2020), merangkum beberapa tanda Indonesia menuju resesi.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Sri Mulyani Sebut Ada Hambatan di Sistem KSSK
 
1. Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Minus 2%

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ekonomi Indonesia masih  menghadapi tekanan pasar pada kuartal III. Sehingga, untuk terhindar  dari jeratan resesi diprediksi akan sulit.

&quot;Kuartal III outlook-nya antara 0% hingga negatif 2%,&quot; kata Sri Mulyani beberapa waktu lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penyaluran Anggaran PEN Perlindungan Sosial Akan Dirombak, seperti Apa?
 
2. Pemulihan Ekonomi Amat Rapuh

Bendahara negara itu menilai, pandemi masih menjadi faktor utama yang  menentukan kegiatan dan pemulihan ekonomi. Bahkan, beberapa negara pun  masih belum terlepas dari krisis akibat jumlah kasus baru Covid-19 terus  meningkat.

&quot;Pemulihan ekonomi kita sangat rapuh,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;
 
3. 4 Indikator Negara Akan Alami Resesi

Bila pemerintah tak cepat mengatasi ancaman gejolak ekonomi itu,  kemungkinan besar krisis itu akan berlangsung lama. Oleh sebab itu,  mereka harus segera bertindak membaca sejumlah indikator negara akan  mengalami resesi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Rp695 Triliun Bisa Terserap? Ini Kata Ketua Satgas PEN
Dilansir dari buku Mewaspadai Terulangnya Krisis Ekonomi 1998 &amp;amp;  Upaya Pencegahannya karya Eri Hariyanto, Jakarta, ada 4 tanda-tanda  negara akan mengalami resesi. Berikut indikatornya :

 
A. Ketidakseimbangan antara produksi dengan konsumsi

Keseimbangan di antara kedua jelas menjadi dasar pertumbuhan ekonomi.  Ketika terjadi produksi dan konsumsi yang tidak seimbang, akan terjadi  masalah dalam siklus ekonomi.

 
B. Perlambatan pertumbuhan ekonomi
 
&amp;nbsp;
Pertumbuhan ekonomi dalam skala global digunakan sebagai ukuran untuk  menentukan baik buruknya kondisi ekonomi suatu negara. Jika pertumbuhan  ekonomi mengalami kenaikan secara signifikan, artinya negara tersebut  dalam kondisi ekonomi yang kuat.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah pesimis perekonomian Indonesia bisa  kembali positif pada kuartal III-2020. Diprediksi ekonomi Tanah Air akan  tercebur ke jurang resesi dengan kontraksi minus 2%.

Okezone pada Sabtu (5/9/2020), merangkum beberapa tanda Indonesia menuju resesi.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Sri Mulyani Sebut Ada Hambatan di Sistem KSSK
 
1. Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Minus 2%

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ekonomi Indonesia masih  menghadapi tekanan pasar pada kuartal III. Sehingga, untuk terhindar  dari jeratan resesi diprediksi akan sulit.

&quot;Kuartal III outlook-nya antara 0% hingga negatif 2%,&quot; kata Sri Mulyani beberapa waktu lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penyaluran Anggaran PEN Perlindungan Sosial Akan Dirombak, seperti Apa?
 
2. Pemulihan Ekonomi Amat Rapuh

Bendahara negara itu menilai, pandemi masih menjadi faktor utama yang  menentukan kegiatan dan pemulihan ekonomi. Bahkan, beberapa negara pun  masih belum terlepas dari krisis akibat jumlah kasus baru Covid-19 terus  meningkat.

&quot;Pemulihan ekonomi kita sangat rapuh,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;
 
3. 4 Indikator Negara Akan Alami Resesi

Bila pemerintah tak cepat mengatasi ancaman gejolak ekonomi itu,  kemungkinan besar krisis itu akan berlangsung lama. Oleh sebab itu,  mereka harus segera bertindak membaca sejumlah indikator negara akan  mengalami resesi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Rp695 Triliun Bisa Terserap? Ini Kata Ketua Satgas PEN
Dilansir dari buku Mewaspadai Terulangnya Krisis Ekonomi 1998 &amp;amp;  Upaya Pencegahannya karya Eri Hariyanto, Jakarta, ada 4 tanda-tanda  negara akan mengalami resesi. Berikut indikatornya :

 
A. Ketidakseimbangan antara produksi dengan konsumsi

Keseimbangan di antara kedua jelas menjadi dasar pertumbuhan ekonomi.  Ketika terjadi produksi dan konsumsi yang tidak seimbang, akan terjadi  masalah dalam siklus ekonomi.

 
B. Perlambatan pertumbuhan ekonomi
 
&amp;nbsp;
Pertumbuhan ekonomi dalam skala global digunakan sebagai ukuran untuk  menentukan baik buruknya kondisi ekonomi suatu negara. Jika pertumbuhan  ekonomi mengalami kenaikan secara signifikan, artinya negara tersebut  dalam kondisi ekonomi yang kuat.</content:encoded></item></channel></rss>
