<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Penumpang KRL Dilarang Pakai Masker Scuba atau Buff</title><description>Banyak sekali jenis masker yang ada di pasaran sekarang ini, salah satu yang cukup dilirik adalah masker scuba.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/09/15/620/2277861/alasan-penumpang-krl-dilarang-pakai-masker-scuba-atau-buff</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/09/15/620/2277861/alasan-penumpang-krl-dilarang-pakai-masker-scuba-atau-buff"/><item><title>Alasan Penumpang KRL Dilarang Pakai Masker Scuba atau Buff</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/09/15/620/2277861/alasan-penumpang-krl-dilarang-pakai-masker-scuba-atau-buff</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/09/15/620/2277861/alasan-penumpang-krl-dilarang-pakai-masker-scuba-atau-buff</guid><pubDate>Selasa 15 September 2020 10:06 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/15/620/2277861/alasan-penumpang-krl-dilarang-pakai-masker-scuba-atau-buff-8J1IfEqeM1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penumpang KRL wajib patuhi protokol kesehatan (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/09/15/620/2277861/alasan-penumpang-krl-dilarang-pakai-masker-scuba-atau-buff-c8lOyBY5xN.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/15/620/2277861/alasan-penumpang-krl-dilarang-pakai-masker-scuba-atau-buff-8J1IfEqeM1.jpg</image><title>Penumpang KRL wajib patuhi protokol kesehatan (Foto : Okezone)</title></images><description>Banyak sekali jenis masker yang ada di pasaran sekarang ini, salah satu yang cukup dilirik adalah masker scuba. Masker jenis ini berbahan elastis dan cenderung nyaman dikenakan.
Tapi, apakah Anda tahu bahwa penggunaan masker scuba ternyata tidak direkomendasikan untuk mencegah paparan virus corona di tempat umum. Ya, salah satunya di dalam kereta cepat atau KRL.
Hal ini diterangkan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dalam unggahan Instagram belum lama ini. Dijelaskan di situ, masker scuba tidak cukup efektif menghalau virus ketika Anda gunakan. Selain masker scuba, masker buff pun tidak disarankan untuk dipakai di dalam kereta.

&quot;Hindari pemakaian masker scuba atau buff yang hanya 5 persen efektifnya dalam mencegah risiko terpaparnya debu, virus, dan bakteri,&quot; tulis akun Instagram resmi tersebut.
Baca Juga : Pesona Prita Aunalal, Asisten Nia Ramadhani yang Cantik
Sementara itu, dalam unggahan tersebut pun diterangkan jenis masker lain dan efektivitasnya dalam menangkal virus. Misalnya masker N95 yang punya efektivitas 95 hingga 100 persen, masker bedah (80-95%), masker FFP1 (80-95%), dan masker bahan 3 lapis (50-70%).</description><content:encoded>Banyak sekali jenis masker yang ada di pasaran sekarang ini, salah satu yang cukup dilirik adalah masker scuba. Masker jenis ini berbahan elastis dan cenderung nyaman dikenakan.
Tapi, apakah Anda tahu bahwa penggunaan masker scuba ternyata tidak direkomendasikan untuk mencegah paparan virus corona di tempat umum. Ya, salah satunya di dalam kereta cepat atau KRL.
Hal ini diterangkan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dalam unggahan Instagram belum lama ini. Dijelaskan di situ, masker scuba tidak cukup efektif menghalau virus ketika Anda gunakan. Selain masker scuba, masker buff pun tidak disarankan untuk dipakai di dalam kereta.

&quot;Hindari pemakaian masker scuba atau buff yang hanya 5 persen efektifnya dalam mencegah risiko terpaparnya debu, virus, dan bakteri,&quot; tulis akun Instagram resmi tersebut.
Baca Juga : Pesona Prita Aunalal, Asisten Nia Ramadhani yang Cantik
Sementara itu, dalam unggahan tersebut pun diterangkan jenis masker lain dan efektivitasnya dalam menangkal virus. Misalnya masker N95 yang punya efektivitas 95 hingga 100 persen, masker bedah (80-95%), masker FFP1 (80-95%), dan masker bahan 3 lapis (50-70%).</content:encoded></item></channel></rss>
