<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Tips Kunjungi Objek Wisata Gunung Bromo</title><description>Kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk umum setelah sempat ditutup guna mencegah penyebaran Covid-19.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/09/15/620/2277883/6-tips-kunjungi-objek-wisata-gunung-bromo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/09/15/620/2277883/6-tips-kunjungi-objek-wisata-gunung-bromo"/><item><title>6 Tips Kunjungi Objek Wisata Gunung Bromo</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/09/15/620/2277883/6-tips-kunjungi-objek-wisata-gunung-bromo</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/09/15/620/2277883/6-tips-kunjungi-objek-wisata-gunung-bromo</guid><pubDate>Selasa 15 September 2020 10:44 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Andhika Fikri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/15/620/2277883/6-tips-kunjungi-objek-wisata-gunung-bromo-3muRc4CKvP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wisata Gunung Bromo. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/09/15/620/2277883/6-tips-kunjungi-objek-wisata-gunung-bromo-IDUPyf1ZeW.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/15/620/2277883/6-tips-kunjungi-objek-wisata-gunung-bromo-3muRc4CKvP.jpg</image><title>Wisata Gunung Bromo. (Foto: Okezone)</title></images><description>KAWASAN wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk umum setelah sempat ditutup guna mencegah penyebaran Covid-19. Namun, kini pihak pengelola menerapkan peraturan dan protokol kesehatan ketat yang wajib dipatuhi wisatawan.

Bukan tanpa alasan, Gunung Bromo memang merupakan salah satu primadona di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Pesonanya tidak terbantahkan lagi.

Di tempat ini, wisatawan dapat menikmati momen matahari terbit yang spektakuler, menjajal sensasi berkemah di alam terbuka, hingga berpetualang menyisiri hamparan gurun pasir yang eksotis.


Nah, bila dalam waktu dekat ini kamu berencana ke Gunung Bromo, berikut Okezone rangkumkan 6 tips agar momen liburan kamu jadi lebih seru dan menyenangkan. Ingat, selalu patuhi protokol kesehatan yang berlaku ya!

Baca Juga:&amp;nbsp;Prita Aunalal Bikinian di Pantai, Lebih Menggoda Mana Sama Bu Bos Nia Ramadhani?
Musim kemarau waktu terbaik mengunjungi Bromo

Tips yang pertama sebetulnya kembalj ke preferensi masing-masing. Tapi kalau kamu ingin melihat Bromo dengan panorama yang eksotis, datanglah di musim kemarau. Kamu akan menikmati pemandangan Gunung Bromo yang tampak kecokelatan dengan hiasan hamparan gurun pasir yang luas.

Datang di hari biasa

Meski pihak pengelola telah meningkatkan jumlah kuota kunjungan hingga 40%, Gunung Bromo itu selalu ramai dikunjungi wisatawan. Termasuk di masa transisi new normal ini. Jadi kalau kamu ingin menikmati momen liburan yang nyaman dan sepi dari kerumunan, sebaiknya hindari mengunjungi Bromo di akhir pekan. Datang lah di hari biasa.


Siapkan baju hangat

Perlu kamu ketahui bahwa Gunung Bromo berada di ketinggian 2.329 mdpl. Alhasil, suhu udara di tempat ini bisa biasanya berada di angka 10 derajat celcius, bahkan bisa dibawahnga. Jadi, buat kamu yang tidak terbiasa dengan dingin, siapkan baju hangat, syal, sarung tangan, dan jangan lupa membawa inhealer bagi yang memiliki asma.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8xMC81LzEyMjA3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
</description><content:encoded>KAWASAN wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk umum setelah sempat ditutup guna mencegah penyebaran Covid-19. Namun, kini pihak pengelola menerapkan peraturan dan protokol kesehatan ketat yang wajib dipatuhi wisatawan.

Bukan tanpa alasan, Gunung Bromo memang merupakan salah satu primadona di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Pesonanya tidak terbantahkan lagi.

Di tempat ini, wisatawan dapat menikmati momen matahari terbit yang spektakuler, menjajal sensasi berkemah di alam terbuka, hingga berpetualang menyisiri hamparan gurun pasir yang eksotis.


Nah, bila dalam waktu dekat ini kamu berencana ke Gunung Bromo, berikut Okezone rangkumkan 6 tips agar momen liburan kamu jadi lebih seru dan menyenangkan. Ingat, selalu patuhi protokol kesehatan yang berlaku ya!

Baca Juga:&amp;nbsp;Prita Aunalal Bikinian di Pantai, Lebih Menggoda Mana Sama Bu Bos Nia Ramadhani?
Musim kemarau waktu terbaik mengunjungi Bromo

Tips yang pertama sebetulnya kembalj ke preferensi masing-masing. Tapi kalau kamu ingin melihat Bromo dengan panorama yang eksotis, datanglah di musim kemarau. Kamu akan menikmati pemandangan Gunung Bromo yang tampak kecokelatan dengan hiasan hamparan gurun pasir yang luas.

Datang di hari biasa

Meski pihak pengelola telah meningkatkan jumlah kuota kunjungan hingga 40%, Gunung Bromo itu selalu ramai dikunjungi wisatawan. Termasuk di masa transisi new normal ini. Jadi kalau kamu ingin menikmati momen liburan yang nyaman dan sepi dari kerumunan, sebaiknya hindari mengunjungi Bromo di akhir pekan. Datang lah di hari biasa.


Siapkan baju hangat

Perlu kamu ketahui bahwa Gunung Bromo berada di ketinggian 2.329 mdpl. Alhasil, suhu udara di tempat ini bisa biasanya berada di angka 10 derajat celcius, bahkan bisa dibawahnga. Jadi, buat kamu yang tidak terbiasa dengan dingin, siapkan baju hangat, syal, sarung tangan, dan jangan lupa membawa inhealer bagi yang memiliki asma.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8xMC81LzEyMjA3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
