<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Intip Rencana Besar Pembangunan Bandara di Indonesia</title><description>Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sejumlah grand plan atau kerangka rencana pembangunan infrastruktur transportasi udara.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/09/22/620/2281657/intip-rencana-besar-pembangunan-bandara-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/09/22/620/2281657/intip-rencana-besar-pembangunan-bandara-di-indonesia"/><item><title>   Intip Rencana Besar Pembangunan Bandara di Indonesia</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/09/22/620/2281657/intip-rencana-besar-pembangunan-bandara-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/09/22/620/2281657/intip-rencana-besar-pembangunan-bandara-di-indonesia</guid><pubDate>Selasa 22 September 2020 10:21 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/22/620/2281657/initp-rencana-besar-pembangunan-bandara-di-indonesia-DuHbXiUhnS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/09/22/620/2281657/initp-rencana-besar-pembangunan-bandara-di-indonesia-f5SdZmjrOc.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/22/620/2281657/initp-rencana-besar-pembangunan-bandara-di-indonesia-DuHbXiUhnS.jpg</image><title>Pesawat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sejumlah grand plan atau kerangka rencana pembangunan infrastruktur transportasi udara di sejumlah wilayah di Indonesia. Grand plan itu baik untuk hub primer dan super hub, serta transportasi udara untuk pariwisata.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan, grand plan Kemenhub terkait pembangunan infrastruktur transportasi udara tidak tidak terlepas dari posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki konektivitas nasional dan internasional di sektor udara.
Tercatat, ada tiga konektivitas yang dipunyai Indonesia di antaranya, pertama konektivitas area, kedua konektivitas logistik, dan ketiga konektivitas pariwisata. Karena itu, penggalakan pembangunan infrastruktur transportasi udara merupakan suatu keharusan.
&quot;Kalau berbicara mengenai hub dan super hub di penerbangan tidak terlepas dari konektivitas nasional dan internasional. Setidaknya, kita memiliki tiga hal, pertama adalah konektivitas area, kedua konektivitas logistik, ketiga adalah konektivitas pariwisata. Jadi ini yang menjadi  program Kemenhub untuk bisa menggunakan satu dengan yang lainnya,&quot; ujar Novie dalam Webinar, dikutip Selasa, (22/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;5 Bandara di Atas Air Segera Dibangun, Menhub: Pariwisata jadi Prioritas&amp;nbsp;
Dalam paparannya, Novie menguraikan lima proyek grand plan transportasi udara untuk hub primer dan super hub yang sudah dirancang dan akan direalisasikan dalam waktu dekat ini. Keempat proyek itu adalah pertama, program pembangunan 37 rute konektivitas udara di Papua.
Pembangunan ke-37 rute konektivitas ini bertujuan untuk mempermudah transaksi logistik yang menghubungkan satu kecamatan dengan kecamatan lainnya di pedalaman Papua. Dengan begitu, disparitas harga logistik dapat dipangkas atau dihilangkan.
Saat ini, Papua memiliki 109 rute penerbangan yang dikoneksikan menggunakan pesawat udara. Dari 109 itu, terbagi di beberapa daerah di Papua seperti, Timika ada 7 rute, Dikai 10 rute, Masamba 2 rute, Tarakan 3 rute, dan Tanah Merah 5 rute.
&quot;Kedua adalah pembangunan 21 bandar udara baru dalam hal untuk prioritas konektifitas bandar udara,&quot; kata Novie.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sejumlah grand plan atau kerangka rencana pembangunan infrastruktur transportasi udara di sejumlah wilayah di Indonesia. Grand plan itu baik untuk hub primer dan super hub, serta transportasi udara untuk pariwisata.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan, grand plan Kemenhub terkait pembangunan infrastruktur transportasi udara tidak tidak terlepas dari posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki konektivitas nasional dan internasional di sektor udara.
Tercatat, ada tiga konektivitas yang dipunyai Indonesia di antaranya, pertama konektivitas area, kedua konektivitas logistik, dan ketiga konektivitas pariwisata. Karena itu, penggalakan pembangunan infrastruktur transportasi udara merupakan suatu keharusan.
&quot;Kalau berbicara mengenai hub dan super hub di penerbangan tidak terlepas dari konektivitas nasional dan internasional. Setidaknya, kita memiliki tiga hal, pertama adalah konektivitas area, kedua konektivitas logistik, ketiga adalah konektivitas pariwisata. Jadi ini yang menjadi  program Kemenhub untuk bisa menggunakan satu dengan yang lainnya,&quot; ujar Novie dalam Webinar, dikutip Selasa, (22/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;5 Bandara di Atas Air Segera Dibangun, Menhub: Pariwisata jadi Prioritas&amp;nbsp;
Dalam paparannya, Novie menguraikan lima proyek grand plan transportasi udara untuk hub primer dan super hub yang sudah dirancang dan akan direalisasikan dalam waktu dekat ini. Keempat proyek itu adalah pertama, program pembangunan 37 rute konektivitas udara di Papua.
Pembangunan ke-37 rute konektivitas ini bertujuan untuk mempermudah transaksi logistik yang menghubungkan satu kecamatan dengan kecamatan lainnya di pedalaman Papua. Dengan begitu, disparitas harga logistik dapat dipangkas atau dihilangkan.
Saat ini, Papua memiliki 109 rute penerbangan yang dikoneksikan menggunakan pesawat udara. Dari 109 itu, terbagi di beberapa daerah di Papua seperti, Timika ada 7 rute, Dikai 10 rute, Masamba 2 rute, Tarakan 3 rute, dan Tanah Merah 5 rute.
&quot;Kedua adalah pembangunan 21 bandar udara baru dalam hal untuk prioritas konektifitas bandar udara,&quot; kata Novie.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
