<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Covid-19, Face Shield Plastik Tidak Bisa Halau Droplet!</title><description>Anda yang masih mengandalkan face shield berbahan plastik mesti waspada, karena alat pelindung diri tersebut tidak ada</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/09/25/620/2283526/cegah-covid-19-face-shield-plastik-tidak-bisa-halau-droplet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/09/25/620/2283526/cegah-covid-19-face-shield-plastik-tidak-bisa-halau-droplet"/><item><title>Cegah Covid-19, Face Shield Plastik Tidak Bisa Halau Droplet!</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/09/25/620/2283526/cegah-covid-19-face-shield-plastik-tidak-bisa-halau-droplet</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/09/25/620/2283526/cegah-covid-19-face-shield-plastik-tidak-bisa-halau-droplet</guid><pubDate>Jum'at 25 September 2020 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/25/620/2283526/cegah-covid-19-face-shield-plastik-tidak-bisa-halau-droplet-QwUvxir1QZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Face shield plastik tak bisa halau droplet (Foto : Forbes)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/09/25/620/2283526/cegah-covid-19-face-shield-plastik-tidak-bisa-halau-droplet-ZIB0kJRDK3.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/25/620/2283526/cegah-covid-19-face-shield-plastik-tidak-bisa-halau-droplet-QwUvxir1QZ.jpg</image><title>Face shield plastik tak bisa halau droplet (Foto : Forbes)</title></images><description>Anda yang masih mengandalkan face shield berbahan plastik mesti waspada, karena alat pelindung diri tersebut tidak ada gunanya halau Covid-19. Salah satu alasannya, droplet masih tetap menyebar ke udara.
Para peneliti dari Riken Center di Jepang menguji studi mereka dengan melakukan simulasi menggunakan Fugaku atau superkomputer tercepat di dunia. Simulasi ini pun menemukan fakta bahwa hampir 100 persen droplet berukuran 5 mikrometer 'lolos' dari face shield plastik, lalu 50 persen droplet berukuran besar menyebar di udara.
Menurut laporan Mirror, Makoto Tsubokura, ketua tim pnelitian, menyatakan bahwa dilihat dari hasil simulasi, efektivitas face shield plastik yang awalnya difungsikan untuk menghalau droplet keluar bebas ke udara ternyata hasilnya nihil.

&quot;Ini terjadi pada droplet berukuran sangat kecil, kurang dari 20 mikrometer. Pada saat yang sama, droplet yang berukuran besar pun tetap tidak bisa terhalau face shield,&quot; katanya pada The Guardian.
Para peneliti pun menyarankan agar masyarakat yang menggunakan lagi face shield berbahan plastik ini. Di negara seperti Inggris bahkan tidak diberi pedoman untuk mengganti masker dengan menggunakan face shield.
Baca Juga : Intip Jessica Iskandar Santai di Kolam Renang, Netizen: Sambil Makan Odading Makin Nikmat
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pun sampai saat ini belum mengetahui dengan jelas apakah face shield memiliki fungsi perlindungan yang baik dari paparan virus. Bahkan, CDC tidak merekomendasikan face shield untuk aktivitas sehari-hari sebagai pengganti masker.
Di sisi lain, pemerintah Skotlandia memperbolehkan warganya untuk mengganti masker dengan menggunakan face shield. Namun, ada catatan yang harus diperhatikan masyarakatnya. &quot;Face shield yang dipakai harus memastikan hidung dan mulut Anda terlindungi dengan baik,&quot; catat pemerintah Skotlandia.</description><content:encoded>Anda yang masih mengandalkan face shield berbahan plastik mesti waspada, karena alat pelindung diri tersebut tidak ada gunanya halau Covid-19. Salah satu alasannya, droplet masih tetap menyebar ke udara.
Para peneliti dari Riken Center di Jepang menguji studi mereka dengan melakukan simulasi menggunakan Fugaku atau superkomputer tercepat di dunia. Simulasi ini pun menemukan fakta bahwa hampir 100 persen droplet berukuran 5 mikrometer 'lolos' dari face shield plastik, lalu 50 persen droplet berukuran besar menyebar di udara.
Menurut laporan Mirror, Makoto Tsubokura, ketua tim pnelitian, menyatakan bahwa dilihat dari hasil simulasi, efektivitas face shield plastik yang awalnya difungsikan untuk menghalau droplet keluar bebas ke udara ternyata hasilnya nihil.

&quot;Ini terjadi pada droplet berukuran sangat kecil, kurang dari 20 mikrometer. Pada saat yang sama, droplet yang berukuran besar pun tetap tidak bisa terhalau face shield,&quot; katanya pada The Guardian.
Para peneliti pun menyarankan agar masyarakat yang menggunakan lagi face shield berbahan plastik ini. Di negara seperti Inggris bahkan tidak diberi pedoman untuk mengganti masker dengan menggunakan face shield.
Baca Juga : Intip Jessica Iskandar Santai di Kolam Renang, Netizen: Sambil Makan Odading Makin Nikmat
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pun sampai saat ini belum mengetahui dengan jelas apakah face shield memiliki fungsi perlindungan yang baik dari paparan virus. Bahkan, CDC tidak merekomendasikan face shield untuk aktivitas sehari-hari sebagai pengganti masker.
Di sisi lain, pemerintah Skotlandia memperbolehkan warganya untuk mengganti masker dengan menggunakan face shield. Namun, ada catatan yang harus diperhatikan masyarakatnya. &quot;Face shield yang dipakai harus memastikan hidung dan mulut Anda terlindungi dengan baik,&quot; catat pemerintah Skotlandia.</content:encoded></item></channel></rss>
