<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peristiwa G30S PKI, Mengintip ke Rumah Ahmad Yani Semasa Hidup</title><description>Setiap 30 September masyarakat Indonesia kembali memperingati Peristiwa G30S PKI.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/09/30/620/2286220/peristiwa-g30s-pki-mengintip-ke-rumah-ahmad-yani-semasa-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/09/30/620/2286220/peristiwa-g30s-pki-mengintip-ke-rumah-ahmad-yani-semasa-hidup"/><item><title>Peristiwa G30S PKI, Mengintip ke Rumah Ahmad Yani Semasa Hidup</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/09/30/620/2286220/peristiwa-g30s-pki-mengintip-ke-rumah-ahmad-yani-semasa-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/09/30/620/2286220/peristiwa-g30s-pki-mengintip-ke-rumah-ahmad-yani-semasa-hidup</guid><pubDate>Rabu 30 September 2020 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Andhika Fikri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/30/620/2286220/peristiwa-g30s-pki-mengintip-ke-rumah-ahmad-yani-semasa-hidup-ELYCGnSZBs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Isi rumah Ahmad Yani yang kini jadi museum. (Foto: Dimas/Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/09/30/620/2286220/peristiwa-g30s-pki-mengintip-ke-rumah-ahmad-yani-semasa-hidup-fUAx1AFzdh.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/30/620/2286220/peristiwa-g30s-pki-mengintip-ke-rumah-ahmad-yani-semasa-hidup-ELYCGnSZBs.jpg</image><title>Isi rumah Ahmad Yani yang kini jadi museum. (Foto: Dimas/Okezone)</title></images><description>SETIAP 30 September masyarakat Indonesia kembali memperingati Peristiwa G30S PKI. Peristiwa tersebut merupakan hari yang kelam bagi sejarah bangsa Indonesia.

Karena pada 30 September 1965, 7 jenderal dan 3 orang lainnya dibunuh dan dimasukkan ke Lubang Buaya. Salah satu yang menjadi korban pembunuhan dalam peristiwa G30S PKI adalah Jenderal Ahmad Yani. Dia ditembak oleh pasukan Tjakrabirawa di kediamannya yang berada di bilangan Menteng, Jakarta Pusat.

Kenangan pilu itu, hingga saat ini masih membekas jelas di hati dan pikiran putra bungsu Jenderal Ahmad Yani, Irawan Sura Eddy (Eddy Yani). Kala itu, Eddy memang menyaksikan langsung peristiwa berdarah tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menikmati Indahnya Gunung Lawu Dipadukan dengan Nuansa Jepang
&quot;Saya bahkan yang membangunkan bapak, saat pasukan datang mengepung rumah ini,&quot; ungkap Eddy saat memandu Okezone Travel di Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2020).

Kini, rumah yang menjadi saksi bisu peristiwa berdarah itu masih berdiri kokoh dan dialihfungsikan sebagai Museum Sasmita Loka Ahmad Yani. Ada banyak sekali peninggalan-peninggalan bersejarah milik Jenderal Ahmad Yani, yang dapat dieksplorasi pengunjung. Berikut ulasannya.

Patung Jenderal Ahmad Yani

Ketika sampai di area museum, pengunjung akan disambut langsung oleh patung Jenderal Ahmad Yani setinggi tiga meter. Patung karya seniman Soenarto PR itu diukir terlihat gagah dengan postur tubuh yang tegap, lalu mengenakan seragam Angkatan Darat (AD).</description><content:encoded>SETIAP 30 September masyarakat Indonesia kembali memperingati Peristiwa G30S PKI. Peristiwa tersebut merupakan hari yang kelam bagi sejarah bangsa Indonesia.

Karena pada 30 September 1965, 7 jenderal dan 3 orang lainnya dibunuh dan dimasukkan ke Lubang Buaya. Salah satu yang menjadi korban pembunuhan dalam peristiwa G30S PKI adalah Jenderal Ahmad Yani. Dia ditembak oleh pasukan Tjakrabirawa di kediamannya yang berada di bilangan Menteng, Jakarta Pusat.

Kenangan pilu itu, hingga saat ini masih membekas jelas di hati dan pikiran putra bungsu Jenderal Ahmad Yani, Irawan Sura Eddy (Eddy Yani). Kala itu, Eddy memang menyaksikan langsung peristiwa berdarah tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menikmati Indahnya Gunung Lawu Dipadukan dengan Nuansa Jepang
&quot;Saya bahkan yang membangunkan bapak, saat pasukan datang mengepung rumah ini,&quot; ungkap Eddy saat memandu Okezone Travel di Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2020).

Kini, rumah yang menjadi saksi bisu peristiwa berdarah itu masih berdiri kokoh dan dialihfungsikan sebagai Museum Sasmita Loka Ahmad Yani. Ada banyak sekali peninggalan-peninggalan bersejarah milik Jenderal Ahmad Yani, yang dapat dieksplorasi pengunjung. Berikut ulasannya.

Patung Jenderal Ahmad Yani

Ketika sampai di area museum, pengunjung akan disambut langsung oleh patung Jenderal Ahmad Yani setinggi tiga meter. Patung karya seniman Soenarto PR itu diukir terlihat gagah dengan postur tubuh yang tegap, lalu mengenakan seragam Angkatan Darat (AD).</content:encoded></item></channel></rss>
