<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kucing Ternyata Bisa Tularkan Virus Corona Covid-19   </title><description>Kucing menyebarkan virus Covid-19 ke kucing lain yang tidak terinfeksi.  Namun, tidak memperlihatkan tanda-tanda klinis penyakit.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/10/03/620/2287825/kucing-ternyata-bisa-tularkan-virus-corona-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/10/03/620/2287825/kucing-ternyata-bisa-tularkan-virus-corona-covid-19"/><item><title>Kucing Ternyata Bisa Tularkan Virus Corona Covid-19   </title><link>https://www.okezone.com/read/2020/10/03/620/2287825/kucing-ternyata-bisa-tularkan-virus-corona-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/10/03/620/2287825/kucing-ternyata-bisa-tularkan-virus-corona-covid-19</guid><pubDate>Sabtu 03 Oktober 2020 12:38 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/03/620/2287825/kucing-ternyata-bisa-tularkan-virus-corona-covid-19-xgnOIRkSTY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/10/03/620/2287825/kucing-ternyata-bisa-tularkan-virus-corona-covid-19-uuuHGISySK.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/03/620/2287825/kucing-ternyata-bisa-tularkan-virus-corona-covid-19-xgnOIRkSTY.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>STUDI terbaru menemukan bahwa kucing dapat menyebarkan virus Covid-19 ke kucing lainnya. Tapi, peneliti menekankan bahwa sampai saat ini belum ada bukti kalau kucing memiliki peran dalam penyebaran Covid-19 pada manusia.

Oleh karena itu, peneliti berharap agar pasien Covid-19 yang memelihara kucing menjauh sementara dari kucing kesayangan. Fakta lain yang ditemukan adalah kucing menyebarkan virus Covid-19 ke kucing lain yang tidak terinfeksi. Namun, kucing tidak memperlihatkan tanda-tanda klinis penyakit, beda dengan manusia.

Menurut laporan Huffpost, karena kekhawatiran pencinta hewan akan penularan dari manusia ke hewan peliharaan, para peneliti ingin menyelidiki kerentanan kucing maupun anjing terhadap infeksi, termasuk potensi penyebaran Covid-19 dari kucing ke kucing lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMy80LzEyMzA0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga:   DPR Harap Uji Klinis Alat Deteksi Covid-19 Lewat Hembusan Napas Segera Rampung
Studi ini dilakukan dengan menempatkan beberapa kucing yang terinfeksi Covid-19 di ruangan yang sama dengan kucing yang tidak terinfeksi. Setelah menunggu beberapa waktu, peneliti menemukan fakta bahwa kucing sangat rentan terhadap infeksi Covid-19. Proses penularannya itu dari mulut ke hidung.

Kabar baiknya, para peneliti menemukan bahwa kucing mengembangkan respons antibodi penetral yang kuat. Ini sangat penting untuk mencegah kekambuhan infeksi akibat paparan virus yang sama.

Sebaliknya, anjing tidak melepaskan virus setelah infeksi mulai terjadi. Namun, anjing menunjukkan peningkatan yang menurut peneliti disebut dengan 'antiviral neutralising antibody response'.

&quot;Kucing peliharaan yang terinfeksi tidak boleh dibiarkan berkeliaran bebas di luar ruangan untuk mencegah potensi risiko penyebaran infeksi ke sesama kucing semakin luas, bahkan mungkin bisa menyebar ke hewan lainnya,&quot; kata peneliti.
</description><content:encoded>STUDI terbaru menemukan bahwa kucing dapat menyebarkan virus Covid-19 ke kucing lainnya. Tapi, peneliti menekankan bahwa sampai saat ini belum ada bukti kalau kucing memiliki peran dalam penyebaran Covid-19 pada manusia.

Oleh karena itu, peneliti berharap agar pasien Covid-19 yang memelihara kucing menjauh sementara dari kucing kesayangan. Fakta lain yang ditemukan adalah kucing menyebarkan virus Covid-19 ke kucing lain yang tidak terinfeksi. Namun, kucing tidak memperlihatkan tanda-tanda klinis penyakit, beda dengan manusia.

Menurut laporan Huffpost, karena kekhawatiran pencinta hewan akan penularan dari manusia ke hewan peliharaan, para peneliti ingin menyelidiki kerentanan kucing maupun anjing terhadap infeksi, termasuk potensi penyebaran Covid-19 dari kucing ke kucing lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMy80LzEyMzA0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga:   DPR Harap Uji Klinis Alat Deteksi Covid-19 Lewat Hembusan Napas Segera Rampung
Studi ini dilakukan dengan menempatkan beberapa kucing yang terinfeksi Covid-19 di ruangan yang sama dengan kucing yang tidak terinfeksi. Setelah menunggu beberapa waktu, peneliti menemukan fakta bahwa kucing sangat rentan terhadap infeksi Covid-19. Proses penularannya itu dari mulut ke hidung.

Kabar baiknya, para peneliti menemukan bahwa kucing mengembangkan respons antibodi penetral yang kuat. Ini sangat penting untuk mencegah kekambuhan infeksi akibat paparan virus yang sama.

Sebaliknya, anjing tidak melepaskan virus setelah infeksi mulai terjadi. Namun, anjing menunjukkan peningkatan yang menurut peneliti disebut dengan 'antiviral neutralising antibody response'.

&quot;Kucing peliharaan yang terinfeksi tidak boleh dibiarkan berkeliaran bebas di luar ruangan untuk mencegah potensi risiko penyebaran infeksi ke sesama kucing semakin luas, bahkan mungkin bisa menyebar ke hewan lainnya,&quot; kata peneliti.
</content:encoded></item></channel></rss>
