<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PSBM Efektif Tangani Covid-19 Jika Pandemi Sudah Terkendali </title><description>Ia menambahkan, PSBB maupun PSBM merupakan strategi tambahan dalam penanggulangan pandemi Covid-19.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/10/04/620/2288247/psbm-efektif-tangani-covid-19-jika-pandemi-sudah-terkendali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/10/04/620/2288247/psbm-efektif-tangani-covid-19-jika-pandemi-sudah-terkendali"/><item><title>PSBM Efektif Tangani Covid-19 Jika Pandemi Sudah Terkendali </title><link>https://www.okezone.com/read/2020/10/04/620/2288247/psbm-efektif-tangani-covid-19-jika-pandemi-sudah-terkendali</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/10/04/620/2288247/psbm-efektif-tangani-covid-19-jika-pandemi-sudah-terkendali</guid><pubDate>Minggu 04 Oktober 2020 15:40 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/04/620/2288247/psbm-efektif-tangani-covid-19-jika-pandemi-sudah-terkendali-sGpz12X1iC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi: shutterstock</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/10/04/620/2288247/psbm-efektif-tangani-covid-19-jika-pandemi-sudah-terkendali-2o208xqnqy.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/04/620/2288247/psbm-efektif-tangani-covid-19-jika-pandemi-sudah-terkendali-sGpz12X1iC.jpg</image><title>ilustrasi: shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) atau lockdown mini lebih efektif dalam menangani pandemi Covid-19.
(Baca juga: Kasus Covid-19 Dekati Angka 300 Ribu, Epidemiolog: Imbas dari Deteksi Dini Masih Rendah)
Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, PSBB maupun PSBM atau mini lockdown akan efektif dilakukan jika pemerintah sudah mampu mengendalikan pandemi Covid-19 dengan menekan angka kematian dan positivity rate di bawah 5%.
&quot;Ketika kondisinya di awal pandemi, jadi belum banyak kasus, belum banyak klaster. Kedua ini juga akan efektif ketika kondisi di wilayah tersebut sudah terkendali. Antara lain positivity rate di bawah 5 persen. Tidak ada kematian,&quot; kata Dicky kepada Okezone, Minggu (4/10/2020).
(Baca juga: Krisis Tenaga Kesehatan di Tengah Peningkatan Kasus Covid-19)
&quot;Dan juga upaya yang dilakukan testing, tracing dan isolasi sudah memadai. Jadi itu bisa dilakukan, yang jelas pada saat ini belum bisa. Kita harus kendalikan dulu,&quot; tambah dia.
Ia menambahkan, PSBB maupun PSBM merupakan strategi tambahan dalam penanggulangan pandemi Covid-19.
Menurut dia, strategi esensial dalam penanganan pandemi virus corona yakni dengan mengoptimalkan testing, tracing, dan isolasi/karantina.
&quot;(PSBB atau PSBM dan mini lockdown) ini dua-duanya adalah bentuk strategi tambahan untuk memperkuat strategi fundamental, atau strategi esensial testing, tracing, isolasi/karantina,&quot; ujar Dicky.
Dicky memaparkan bahwa PSBM atau mini lockdown hanya kebijakan untuk memperkuat penanggulangan pandemi virus corona. &quot;Jadi bukan strategi utama,&quot; tutupnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) atau lockdown mini lebih efektif dalam menangani pandemi Covid-19.
(Baca juga: Kasus Covid-19 Dekati Angka 300 Ribu, Epidemiolog: Imbas dari Deteksi Dini Masih Rendah)
Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, PSBB maupun PSBM atau mini lockdown akan efektif dilakukan jika pemerintah sudah mampu mengendalikan pandemi Covid-19 dengan menekan angka kematian dan positivity rate di bawah 5%.
&quot;Ketika kondisinya di awal pandemi, jadi belum banyak kasus, belum banyak klaster. Kedua ini juga akan efektif ketika kondisi di wilayah tersebut sudah terkendali. Antara lain positivity rate di bawah 5 persen. Tidak ada kematian,&quot; kata Dicky kepada Okezone, Minggu (4/10/2020).
(Baca juga: Krisis Tenaga Kesehatan di Tengah Peningkatan Kasus Covid-19)
&quot;Dan juga upaya yang dilakukan testing, tracing dan isolasi sudah memadai. Jadi itu bisa dilakukan, yang jelas pada saat ini belum bisa. Kita harus kendalikan dulu,&quot; tambah dia.
Ia menambahkan, PSBB maupun PSBM merupakan strategi tambahan dalam penanggulangan pandemi Covid-19.
Menurut dia, strategi esensial dalam penanganan pandemi virus corona yakni dengan mengoptimalkan testing, tracing, dan isolasi/karantina.
&quot;(PSBB atau PSBM dan mini lockdown) ini dua-duanya adalah bentuk strategi tambahan untuk memperkuat strategi fundamental, atau strategi esensial testing, tracing, isolasi/karantina,&quot; ujar Dicky.
Dicky memaparkan bahwa PSBM atau mini lockdown hanya kebijakan untuk memperkuat penanggulangan pandemi virus corona. &quot;Jadi bukan strategi utama,&quot; tutupnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
