<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Corona Mengganas, IDI: Covid-19 Susah Ditebak!</title><description>Saat ini belum bisa diprediksi kapan menjadi puncak dari kasus Covid-19 di Tanah Air.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/10/05/620/2288734/corona-mengganas-idi-covid-19-susah-ditebak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/10/05/620/2288734/corona-mengganas-idi-covid-19-susah-ditebak"/><item><title>Corona Mengganas, IDI: Covid-19 Susah Ditebak!</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/10/05/620/2288734/corona-mengganas-idi-covid-19-susah-ditebak</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/10/05/620/2288734/corona-mengganas-idi-covid-19-susah-ditebak</guid><pubDate>Senin 05 Oktober 2020 16:42 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/05/620/2288734/corona-mengganas-idi-covid-19-susah-ditebak-8kP5WTHCT8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi: shutterstock</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/10/05/620/2288734/corona-mengganas-idi-covid-19-susah-ditebak-M831YSU8Fy.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/05/620/2288734/corona-mengganas-idi-covid-19-susah-ditebak-8kP5WTHCT8.jpg</image><title>ilustrasi: shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Penambahan kasus Covid-19 di Tanah Air saat ini masih fluktuatif atau naik turun. Hari ini tercatat jumlah kasus positif Covid-19 hingga 5 Oktober 2020 bertambah 3.622 kasus. Sehingga akumulasi kasus sebanyak 307.120 orang.
(Baca juga: Rata-Rata Kematian Akibat Corona di Indonesia 3,7% dengan Total 11.253 Orang)
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Slamet Budiarto mengatakan bahwa penyebaran virus Covid-19 susah ditebak. Sehingga penambahan kasus Covid-19 fluktuatif setiap harinya. &amp;ldquo;Covid-19 ini susah ditebak,&amp;rdquo; tegas Slamet di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB Jakarta, Senin (5/10/2020).
(Baca juga: Omnibus Law Angin Segar bagi Korban PHK Akibat Covid-19)
Apalagi, kata Slamet pada awal ditemukan kasus Covid-19 DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus Covid-19 terbanyak lalu disusul Jawa Timur. Dan kini DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus tertinggi lagi.
&amp;ldquo;Saya masih ingat di bulan Maret-April, kita saat itu (kasus Covid-19) di DKI Jakarta tinggi kemudian setelah itu pindah ke Surabaya, Jawa Timur. Kita (Jakarta) merendah turun. Tapi begitu Jawa Timur sekarang mulai menurun, kita (DKI Jakarta) naik nih meledak lagi,&amp;rdquo; ujarnya.
Slamet pun mengatakan saat ini belum bisa diprediksi kapan menjadi puncak dari kasus Covid-19 di Tanah Air. &amp;ldquo;Jadi kita belum bisa memprediksi apakah ini sudah kita sudah sampai puncaknya atau sudah landai atau sudah turun. Karena memang polanya selalu berubah-ubah,&amp;rdquo;ungkapnya.
Menurutnya, di sejumlah negara juga masih terjadi penambahan kasus Covid-19. &amp;ldquo;Di negara-negara lain juga sama belum ada atau sebagian besar negara hari ini 0 (kasus) itu masih sangat jarang sekali. Rata-rata masih ada infeksi baru terus,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Penambahan kasus Covid-19 di Tanah Air saat ini masih fluktuatif atau naik turun. Hari ini tercatat jumlah kasus positif Covid-19 hingga 5 Oktober 2020 bertambah 3.622 kasus. Sehingga akumulasi kasus sebanyak 307.120 orang.
(Baca juga: Rata-Rata Kematian Akibat Corona di Indonesia 3,7% dengan Total 11.253 Orang)
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Slamet Budiarto mengatakan bahwa penyebaran virus Covid-19 susah ditebak. Sehingga penambahan kasus Covid-19 fluktuatif setiap harinya. &amp;ldquo;Covid-19 ini susah ditebak,&amp;rdquo; tegas Slamet di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB Jakarta, Senin (5/10/2020).
(Baca juga: Omnibus Law Angin Segar bagi Korban PHK Akibat Covid-19)
Apalagi, kata Slamet pada awal ditemukan kasus Covid-19 DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus Covid-19 terbanyak lalu disusul Jawa Timur. Dan kini DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus tertinggi lagi.
&amp;ldquo;Saya masih ingat di bulan Maret-April, kita saat itu (kasus Covid-19) di DKI Jakarta tinggi kemudian setelah itu pindah ke Surabaya, Jawa Timur. Kita (Jakarta) merendah turun. Tapi begitu Jawa Timur sekarang mulai menurun, kita (DKI Jakarta) naik nih meledak lagi,&amp;rdquo; ujarnya.
Slamet pun mengatakan saat ini belum bisa diprediksi kapan menjadi puncak dari kasus Covid-19 di Tanah Air. &amp;ldquo;Jadi kita belum bisa memprediksi apakah ini sudah kita sudah sampai puncaknya atau sudah landai atau sudah turun. Karena memang polanya selalu berubah-ubah,&amp;rdquo;ungkapnya.
Menurutnya, di sejumlah negara juga masih terjadi penambahan kasus Covid-19. &amp;ldquo;Di negara-negara lain juga sama belum ada atau sebagian besar negara hari ini 0 (kasus) itu masih sangat jarang sekali. Rata-rata masih ada infeksi baru terus,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
