<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspadai 5 Masalah Psikologis Selama Pandemi Covid-19</title><description>Tidak hanya kesehatan fisik, pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai juga berdampak terhadap psikologis</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/10/15/620/2294007/waspadai-5-masalah-psikologis-selama-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/10/15/620/2294007/waspadai-5-masalah-psikologis-selama-pandemi-covid-19"/><item><title>Waspadai 5 Masalah Psikologis Selama Pandemi Covid-19</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/10/15/620/2294007/waspadai-5-masalah-psikologis-selama-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/10/15/620/2294007/waspadai-5-masalah-psikologis-selama-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Kamis 15 Oktober 2020 13:01 WIB</pubDate><dc:creator>Leonardus Selwyn Kangsaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/15/620/2294007/waspadai-5-masalah-psikologis-selama-pandemi-covid-19-JnryjJYOh1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/10/15/620/2294007/waspadai-5-masalah-psikologis-selama-pandemi-covid-19-5weJx9vZj1.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/15/620/2294007/waspadai-5-masalah-psikologis-selama-pandemi-covid-19-JnryjJYOh1.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Freepik)</title></images><description>
Tidak hanya kesehatan fisik, pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai juga berdampak terhadap psikologis. Tak sedikit masyarakat yang pada akhirnya mengalami masalah kesehatan mental selama pandemi.
Perhimpunan Dokter Spesialis kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dan Ikatan Psikologi Klinis Indonesia (IPK Indonesia) mengadakan penelitian dan menemukan gambaran masalah psikologis yang dialami masyarakat.
Penelitian tersebut meminta masyarakat untuk mengakses Swaperiksa Web PDKSJI. Mereka juga diminta mengakses layanan psikologi klinis selama pandemi Covid-19.
Dari penelitian tersebut ditemukan lima gambaran masalah psikologis masyarakat yang paling sering ditemui selama masa pandemi Covid-19.
1. Masalah psikologis 

Selama Oktober 2020, jumlah pengisian swaperiksa masyarakat di web PDSKJI berjumlah 5661 buah, berasal dari 31 provinsi dengan temuan 32% mengalami masalah psikologis dan 68% tidak ada masalah psikologis.
Baca Juga : Hilangkan Stres, Hampir 8 Tahun Pekerjaan Pria Ini Bikin Orang Menangis
2. Gejala cemas 

Dari 2606 swaperiksa, sebanyak 67.4% yang mengisi swaperiksa mengalami gejala cemas. Gejala Kecemasan terbanyak ditemukan pada kelompok usia &amp;lt;30 tahun dengan uraian: sebanyak 75,9% terjadi pada kategori usia &amp;lt;20 tahun; 71,5% pada usia 20-29 tahun; 58,8% pada usia 30-39 tahun; 48,7% pada usia 40-49 tahun; 42% usia 50-59 tahun; dan 47,1% usia &amp;gt;60 tahun.
</description><content:encoded>
Tidak hanya kesehatan fisik, pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai juga berdampak terhadap psikologis. Tak sedikit masyarakat yang pada akhirnya mengalami masalah kesehatan mental selama pandemi.
Perhimpunan Dokter Spesialis kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dan Ikatan Psikologi Klinis Indonesia (IPK Indonesia) mengadakan penelitian dan menemukan gambaran masalah psikologis yang dialami masyarakat.
Penelitian tersebut meminta masyarakat untuk mengakses Swaperiksa Web PDKSJI. Mereka juga diminta mengakses layanan psikologi klinis selama pandemi Covid-19.
Dari penelitian tersebut ditemukan lima gambaran masalah psikologis masyarakat yang paling sering ditemui selama masa pandemi Covid-19.
1. Masalah psikologis 

Selama Oktober 2020, jumlah pengisian swaperiksa masyarakat di web PDSKJI berjumlah 5661 buah, berasal dari 31 provinsi dengan temuan 32% mengalami masalah psikologis dan 68% tidak ada masalah psikologis.
Baca Juga : Hilangkan Stres, Hampir 8 Tahun Pekerjaan Pria Ini Bikin Orang Menangis
2. Gejala cemas 

Dari 2606 swaperiksa, sebanyak 67.4% yang mengisi swaperiksa mengalami gejala cemas. Gejala Kecemasan terbanyak ditemukan pada kelompok usia &amp;lt;30 tahun dengan uraian: sebanyak 75,9% terjadi pada kategori usia &amp;lt;20 tahun; 71,5% pada usia 20-29 tahun; 58,8% pada usia 30-39 tahun; 48,7% pada usia 40-49 tahun; 42% usia 50-59 tahun; dan 47,1% usia &amp;gt;60 tahun.
</content:encoded></item></channel></rss>
