<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hati-Hati, Olahraga Berlebihan Malah Lemahkan Sistem Imun   </title><description>Jangan heran kalau semakin banyak orang yang berolahraga sekarang ini.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/10/18/620/2295484/hati-hati-olahraga-berlebihan-malah-lemahkan-sistem-imun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/10/18/620/2295484/hati-hati-olahraga-berlebihan-malah-lemahkan-sistem-imun"/><item><title>Hati-Hati, Olahraga Berlebihan Malah Lemahkan Sistem Imun   </title><link>https://www.okezone.com/read/2020/10/18/620/2295484/hati-hati-olahraga-berlebihan-malah-lemahkan-sistem-imun</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/10/18/620/2295484/hati-hati-olahraga-berlebihan-malah-lemahkan-sistem-imun</guid><pubDate>Minggu 18 Oktober 2020 12:55 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/18/620/2295484/hati-hati-olahraga-berlebihan-malah-lemahkan-sistem-imun-N653cg8UcL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/10/18/620/2295484/hati-hati-olahraga-berlebihan-malah-lemahkan-sistem-imun-p3qHW0Zm0U.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/18/620/2295484/hati-hati-olahraga-berlebihan-malah-lemahkan-sistem-imun-N653cg8UcL.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>MENJAGA kebugaran tubuh menjadi salah satu cara memperkuat imunitas melawan virus penyakit, tak terkecuali Covid-19. Makanya, jangan heran kalau semakin banyak orang yang berolahraga sekarang ini.

Tidak hanya di dalam ruangan, olahraga luar ruangan semakin 'ngetren' sekarang ini, sebut saja gowes, lari, atau juga sepatu roda. Aktivitas fisik semacam itu memang disarankan untuk dilakukan, tentunya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

Dalam studi berjudul 'Sports activities during any pandemic lockdown' yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, olahraga menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari yang harus dilakukan masyarakat selama pandemi. Tapi, dengan catatan tidak berlebihan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8xNi8xLzEyMjE1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Olahraga yang terlalu berlebihan atau dengan intensitas yang tinggi menyebabkan disfungsi kekebalan, dan dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih parah, termasuk infeksi saluran pernapasan atas,&quot; kata laporan tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) sendiri mengeluarkan rekomendasi durasi olahraga untuk anak-anak itu 60 menit per hari, sedangkan orang dewasa cukup 30 menit per hari.

Dijelaskan juga di sana kategori olahraga berdasarkan risiko paparan Covid-19. Adalah, risiko rendah yaitu olahraga yang dilakukan sendiri di rumah atau bersama anggota rumah dengan peralatan masing-masing dan disanitasi dengan rutin.
</description><content:encoded>MENJAGA kebugaran tubuh menjadi salah satu cara memperkuat imunitas melawan virus penyakit, tak terkecuali Covid-19. Makanya, jangan heran kalau semakin banyak orang yang berolahraga sekarang ini.

Tidak hanya di dalam ruangan, olahraga luar ruangan semakin 'ngetren' sekarang ini, sebut saja gowes, lari, atau juga sepatu roda. Aktivitas fisik semacam itu memang disarankan untuk dilakukan, tentunya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

Dalam studi berjudul 'Sports activities during any pandemic lockdown' yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, olahraga menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari yang harus dilakukan masyarakat selama pandemi. Tapi, dengan catatan tidak berlebihan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8xNi8xLzEyMjE1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Olahraga yang terlalu berlebihan atau dengan intensitas yang tinggi menyebabkan disfungsi kekebalan, dan dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih parah, termasuk infeksi saluran pernapasan atas,&quot; kata laporan tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) sendiri mengeluarkan rekomendasi durasi olahraga untuk anak-anak itu 60 menit per hari, sedangkan orang dewasa cukup 30 menit per hari.

Dijelaskan juga di sana kategori olahraga berdasarkan risiko paparan Covid-19. Adalah, risiko rendah yaitu olahraga yang dilakukan sendiri di rumah atau bersama anggota rumah dengan peralatan masing-masing dan disanitasi dengan rutin.
</content:encoded></item></channel></rss>
