<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Joe Biden Menang, Bagaimana Penyelesaian Perang Dagang AS-China?</title><description>Terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS belum menjadi angin segar untuk Indonesia</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/11/09/620/2306458/joe-biden-menang-bagaimana-penyelesaian-perang-dagang-as-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/11/09/620/2306458/joe-biden-menang-bagaimana-penyelesaian-perang-dagang-as-china"/><item><title>Joe Biden Menang, Bagaimana Penyelesaian Perang Dagang AS-China?</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/11/09/620/2306458/joe-biden-menang-bagaimana-penyelesaian-perang-dagang-as-china</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/11/09/620/2306458/joe-biden-menang-bagaimana-penyelesaian-perang-dagang-as-china</guid><pubDate>Senin 09 November 2020 10:48 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/09/620/2306458/joe-biden-menang-bagaimana-penyelesaian-perang-dagang-as-china-cee2BikDiQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden AS Joe Biden. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/11/09/620/2306458/joe-biden-menang-bagaimana-penyelesaian-perang-dagang-as-china-xcAGz5cDK1.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/09/620/2306458/joe-biden-menang-bagaimana-penyelesaian-perang-dagang-as-china-cee2BikDiQ.jpg</image><title>Presiden AS Joe Biden. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Ekonom Indef Tauhid Ahmad menilai terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS belum menjadi angin segar untuk Indonesia. Menurutnya, pemerintahan Biden akan lebih memilih kerjasama perdagangan secara regional daripada bilateral.
Salah satunya kembali mengikuti Trans Pacific Partnership (TPP) yang dicetuskan pada kepemimpinan Obama.
&quot;Ruang bilateral akan menjadi lebih ketat antara Indonesia dan AS,&quot; kata Tauhid di Jakarta, Senin (9/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Joe Biden Terpilih Jadi Presiden AS, Obama: Kemenangan Bersejarah
Meskipun memiliki pendekatan lebih diplomatis, tetapi Biden tetap akan mendorong perang dagang, bahkan dengan frekuensi tinggi. Kritik Biden terhadap Trump pada perjanjian phase one dengan China dianggap gagal dan tidak memberikan efek terhadap penurunan perdagangan dari China dan meningkatkan produksi dalam negeri.
&quot;Biden akan menggunakan kekuatan sekutu untuk menerapkan perang dagang dengan China dan eskalasi perang dagang akan meningkat,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jadi Presiden AS, Intip Kekayaan Joe Biden
Selain itu, akan terjadi investment diversion dari China karena secara global supply chain dengan China akan dikurangi serta masih belum pastinya kesepakatan trade war.
&quot;Dalam kampanyenya, Biden mengutamakan produk yang dibuat dan dihasilkan oleh orang Amerika di Amerika, atau dikenal sebagai &amp;ldquo;Buy American&amp;rdquo;. Rencana ini akan digunakan sebagai program pemulihan pasca Covid&amp;mdash;19 dengan investasi pengadaan sebesar USD400 miliar yang berpusat pada produk buatan Amerika,&quot; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wOC8xMC8xMjQyNDkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonom Indef Tauhid Ahmad menilai terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS belum menjadi angin segar untuk Indonesia. Menurutnya, pemerintahan Biden akan lebih memilih kerjasama perdagangan secara regional daripada bilateral.
Salah satunya kembali mengikuti Trans Pacific Partnership (TPP) yang dicetuskan pada kepemimpinan Obama.
&quot;Ruang bilateral akan menjadi lebih ketat antara Indonesia dan AS,&quot; kata Tauhid di Jakarta, Senin (9/11/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Joe Biden Terpilih Jadi Presiden AS, Obama: Kemenangan Bersejarah
Meskipun memiliki pendekatan lebih diplomatis, tetapi Biden tetap akan mendorong perang dagang, bahkan dengan frekuensi tinggi. Kritik Biden terhadap Trump pada perjanjian phase one dengan China dianggap gagal dan tidak memberikan efek terhadap penurunan perdagangan dari China dan meningkatkan produksi dalam negeri.
&quot;Biden akan menggunakan kekuatan sekutu untuk menerapkan perang dagang dengan China dan eskalasi perang dagang akan meningkat,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jadi Presiden AS, Intip Kekayaan Joe Biden
Selain itu, akan terjadi investment diversion dari China karena secara global supply chain dengan China akan dikurangi serta masih belum pastinya kesepakatan trade war.
&quot;Dalam kampanyenya, Biden mengutamakan produk yang dibuat dan dihasilkan oleh orang Amerika di Amerika, atau dikenal sebagai &amp;ldquo;Buy American&amp;rdquo;. Rencana ini akan digunakan sebagai program pemulihan pasca Covid&amp;mdash;19 dengan investasi pengadaan sebesar USD400 miliar yang berpusat pada produk buatan Amerika,&quot; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wOC8xMC8xMjQyNDkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
