<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ilmuwan Bocorkan Fakta di Balik Vaksin Covid-19 Pfizer</title><description>Vaksin Covid-19 produksi Pfizer dan BioNTech diklaim 90 persen efektif mencegah seseorang terinfeksi SARS-CoV2</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/11/16/620/2310311/ilmuwan-bocorkan-fakta-di-balik-vaksin-covid-19-pfizer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/11/16/620/2310311/ilmuwan-bocorkan-fakta-di-balik-vaksin-covid-19-pfizer"/><item><title>Ilmuwan Bocorkan Fakta di Balik Vaksin Covid-19 Pfizer</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/11/16/620/2310311/ilmuwan-bocorkan-fakta-di-balik-vaksin-covid-19-pfizer</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/11/16/620/2310311/ilmuwan-bocorkan-fakta-di-balik-vaksin-covid-19-pfizer</guid><pubDate>Senin 16 November 2020 12:59 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/16/620/2310311/ilmuwan-bocorkan-fakta-di-balik-vaksin-covid-19-pfizer-E8lP2C8fjX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Live Science)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/11/16/620/2310311/ilmuwan-bocorkan-fakta-di-balik-vaksin-covid-19-pfizer-KLh7lQrRST.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/16/620/2310311/ilmuwan-bocorkan-fakta-di-balik-vaksin-covid-19-pfizer-E8lP2C8fjX.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Live Science)</title></images><description>Vaksin Covid-19 produksi Pfizer dan BioNTech diklaim 90 persen efektif mencegah seseorang terinfeksi SARS-CoV2. Klaim ini keluar minggu lalu dan mengejutkan dunia.
Di sisi lain, ilmuwan yang terlibat dalam pembuatan vaksin Covid-19, U&amp;#287;ur &amp;#350;ahin, menegaskan bahwa vaksin bikinannya itu bisa menyelesaikan pandemi yang sudah membunuh banyak sekali nyawa manusia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMi80LzEyNDQyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hal itu karena vaksin Covid-19 bikinan Pfizer dan BioNTech diyakini mampu menghalau virus menyebar dari satu orang ke orang lain, meski persentasenya hanya 50 persen, bukan 90 persen. Namun, angka persentase tersebut diyakini mampu mengendalikan pandemi secara drastis.

&quot;Saya sangat yakin bahwa penularan di antara orang-orang akan berkurang dengan vaksin ini,&quot; katanya seperti dikutip dari laman The GUardian, Senin (16/11/2020).
Baca Juga : Resmi Dinikahi Sule, Nathalie Holscher Cantik Pakai Gaun Bertabur Swarovski
U&amp;#287;ur &amp;#350;ahin menambahkan, para peneliti akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dampak kandidat vaksin dalam memperlambat transmisi 'dalam beberapa bulan' setelah analisis lebih lanjut dari respons antibodi pada peserta uji coba.
BioNTech sebelumnya mengatakan bahwa beberapa pertanyaan pentingh terkait kemanjuran vaksin hanya akan dijawab dalam beberapa minggu atau bulan mendatang. Sebab, masih dalam proses pengujian lebih lanjut.
&quot;Nah, kalau menetapkan apakah vaksin ini juga dapat menghentikan infeksi tanpa gejala perlu waktu hingga satu tahun,&quot; menurut laporan BioNTech.</description><content:encoded>Vaksin Covid-19 produksi Pfizer dan BioNTech diklaim 90 persen efektif mencegah seseorang terinfeksi SARS-CoV2. Klaim ini keluar minggu lalu dan mengejutkan dunia.
Di sisi lain, ilmuwan yang terlibat dalam pembuatan vaksin Covid-19, U&amp;#287;ur &amp;#350;ahin, menegaskan bahwa vaksin bikinannya itu bisa menyelesaikan pandemi yang sudah membunuh banyak sekali nyawa manusia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMi80LzEyNDQyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hal itu karena vaksin Covid-19 bikinan Pfizer dan BioNTech diyakini mampu menghalau virus menyebar dari satu orang ke orang lain, meski persentasenya hanya 50 persen, bukan 90 persen. Namun, angka persentase tersebut diyakini mampu mengendalikan pandemi secara drastis.

&quot;Saya sangat yakin bahwa penularan di antara orang-orang akan berkurang dengan vaksin ini,&quot; katanya seperti dikutip dari laman The GUardian, Senin (16/11/2020).
Baca Juga : Resmi Dinikahi Sule, Nathalie Holscher Cantik Pakai Gaun Bertabur Swarovski
U&amp;#287;ur &amp;#350;ahin menambahkan, para peneliti akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dampak kandidat vaksin dalam memperlambat transmisi 'dalam beberapa bulan' setelah analisis lebih lanjut dari respons antibodi pada peserta uji coba.
BioNTech sebelumnya mengatakan bahwa beberapa pertanyaan pentingh terkait kemanjuran vaksin hanya akan dijawab dalam beberapa minggu atau bulan mendatang. Sebab, masih dalam proses pengujian lebih lanjut.
&quot;Nah, kalau menetapkan apakah vaksin ini juga dapat menghentikan infeksi tanpa gejala perlu waktu hingga satu tahun,&quot; menurut laporan BioNTech.</content:encoded></item></channel></rss>
