<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Perdagangan Surplus Lagi, Apa Manfaatnya?</title><description>BPS mencatat surplus neraca dagang sebesar USD3,61miliar.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/11/16/620/2310327/neraca-perdagangan-surplus-lagi-apa-manfaatnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/11/16/620/2310327/neraca-perdagangan-surplus-lagi-apa-manfaatnya"/><item><title>Neraca Perdagangan Surplus Lagi, Apa Manfaatnya?</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/11/16/620/2310327/neraca-perdagangan-surplus-lagi-apa-manfaatnya</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/11/16/620/2310327/neraca-perdagangan-surplus-lagi-apa-manfaatnya</guid><pubDate>Senin 16 November 2020 13:14 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/16/620/2310327/neraca-perdagangan-surplus-lagi-apa-manfaatnya-cfVUBkXsTJ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/11/16/620/2310327/neraca-perdagangan-surplus-lagi-apa-manfaatnya-vvbL3rxxcu.jpeg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/16/620/2310327/neraca-perdagangan-surplus-lagi-apa-manfaatnya-cfVUBkXsTJ.jpeg</image><title>Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - BPS mencatat surplus neraca dagang sebesar USD3,61miliar. Angka surplus ini sesuai dengan prediksi melihat masih rendahnya permintaan bahan baku industri di dalam negeri.
Impor bahan baku yang turun 5% dibandingkan bulan September 2020 atau minus 415,7 juta USD mencerminkan produsen masih menahan kenaikan produksi karena daya beli konsumen masih turun.
Baca Juga: Indonesia Resesi, Neraca Dagang Oktober Surplus USD3,61 Miliar
&quot;Data ini sejalan dengan indeks penjualan riil BI yang terkontraksi 8,7% pada bulan September. Indeks keyakinan konsumen pun masih menurun dari 83,4 menjadi 79 pada Oktober,&quot; kata Ekonom Bhima Yudhistira saat dihubungi di Jakarta, Senin (16/11/2020).
Selama konsumen kelas menengah dan atas tahan belanja maka industri tidak berani menambah stok pasokan bahan baku termasuk bahan baku impor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjI0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Selain itu dari sisi impor barang konsumsi negatif -7,58% dibanding bulan sebelumnya. &quot;Padahal pelaku usaha kan biasanya stok impor barang konsumsi untuk mempersiapkan Harbolnas 11.11 pada bulan berikutnya,&quot; ungkap dia.
Selain itu penjualan lewat e-commerce meskipun naik tapi belum bisa mengimbangi penurunan tajam pada ritel konvensional. &quot;Ini berarti konsumsi memang belum pulih,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - BPS mencatat surplus neraca dagang sebesar USD3,61miliar. Angka surplus ini sesuai dengan prediksi melihat masih rendahnya permintaan bahan baku industri di dalam negeri.
Impor bahan baku yang turun 5% dibandingkan bulan September 2020 atau minus 415,7 juta USD mencerminkan produsen masih menahan kenaikan produksi karena daya beli konsumen masih turun.
Baca Juga: Indonesia Resesi, Neraca Dagang Oktober Surplus USD3,61 Miliar
&quot;Data ini sejalan dengan indeks penjualan riil BI yang terkontraksi 8,7% pada bulan September. Indeks keyakinan konsumen pun masih menurun dari 83,4 menjadi 79 pada Oktober,&quot; kata Ekonom Bhima Yudhistira saat dihubungi di Jakarta, Senin (16/11/2020).
Selama konsumen kelas menengah dan atas tahan belanja maka industri tidak berani menambah stok pasokan bahan baku termasuk bahan baku impor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjI0MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Selain itu dari sisi impor barang konsumsi negatif -7,58% dibanding bulan sebelumnya. &quot;Padahal pelaku usaha kan biasanya stok impor barang konsumsi untuk mempersiapkan Harbolnas 11.11 pada bulan berikutnya,&quot; ungkap dia.
Selain itu penjualan lewat e-commerce meskipun naik tapi belum bisa mengimbangi penurunan tajam pada ritel konvensional. &quot;Ini berarti konsumsi memang belum pulih,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
