<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Resmikan Wisata Grojogan Watu Purba, Bupati: Semoga Sleman Dibanjiri Wisatawan</title><description>Sleman tetap akan menerima kunjungan wisatawan saat libur panjang akhir tahun, meski masih zona merah Covid-19.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/11/22/620/2313937/resmikan-wisata-grojogan-watu-purba-bupati-semoga-sleman-dibanjiri-wisatawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/11/22/620/2313937/resmikan-wisata-grojogan-watu-purba-bupati-semoga-sleman-dibanjiri-wisatawan"/><item><title>Resmikan Wisata Grojogan Watu Purba, Bupati: Semoga Sleman Dibanjiri Wisatawan</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/11/22/620/2313937/resmikan-wisata-grojogan-watu-purba-bupati-semoga-sleman-dibanjiri-wisatawan</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/11/22/620/2313937/resmikan-wisata-grojogan-watu-purba-bupati-semoga-sleman-dibanjiri-wisatawan</guid><pubDate>Senin 23 November 2020 02:09 WIB</pubDate><dc:creator>Priyo Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/22/620/2313937/resmikan-wisata-grojogan-watu-purba-bupati-semoga-sleman-dibanjiri-wisatawan-YNqkRfItgN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grojogan Watu Purba di Bangunrejo, Sleman, DI Yogyakarta (Koran Sindo/Priyo)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/11/22/620/2313937/resmikan-wisata-grojogan-watu-purba-bupati-semoga-sleman-dibanjiri-wisatawan-DAN4dhpaV5.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/22/620/2313937/resmikan-wisata-grojogan-watu-purba-bupati-semoga-sleman-dibanjiri-wisatawan-YNqkRfItgN.jpg</image><title>Grojogan Watu Purba di Bangunrejo, Sleman, DI Yogyakarta (Koran Sindo/Priyo)</title></images><description>PEMKAB Sleman tetap akan menerima kunjungan wisatawan ke kabupaten di DI Yogyakarta itu  saat libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021, untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi masyarakat. Meskipun Sleman saat ini masih berstatus zona merah covid-19.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, kasus Covid-19 di Sleman masih tinggi, tapi pasien yang sudah sembuh dari virus corona juga terus bertambah. Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Sleman diklaim di atas 80%.
Baca juga:&amp;nbsp;5 Destinasi Wisata Populer di Sleman, Candi Prambanan hingga Bukit Klangon
Hal ini, menurut Purnomo sangat memungkinkan Sleman tetap menerima kunjungan wisatawan saat libur panjang akhir tahun dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.
&amp;ldquo;Libur panjang, sudah meminta Dinas Pariwisata berkoordinasi dengan kapenewonan, BUMDes dan penyelanggara wisata. Diharapkan dengan koordinasi akan membawa barokah dan keselamatan bukan petaka dan bencana,&amp;rdquo;  kata Sri Purnomo di sela meresmikan objek wisata Grojogan Watu Purba di Bangunrejo, Merdikorejo, Tempel, Sleman, Sabtu 21 November 2020.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNS8yMC8xMjM3MTYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sleman memiliki banyak destinasi wisata alam dan budaya. Mulai dari Candi Prambanan, Bukit Klangon, situs Ratu Boko, Tebing Breksi, Merapi Park, hingga Grojongan Watu Purba yang eksotis.
Baca juga:&amp;nbsp;4 Daftar Pantai di Gunungkidul yang Wajib Disambangi, Panoramanya Mantap Lur
Menurut Sri Purnomo peresmian Grojogan Watu Purba juga sebagai promosi, jika objek wisata di Sleman aman dikunjungi dan tetap disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Semua pengunjung harus memaki masker, cuci tangan dengan sabun di air mengalir, cek suhunya dan jaga jarak tidak berkerumun.
&amp;ldquo;Ini bagian dari promosi.  Mudah-mudahan Sleman bisa dibanjiri wisatawan namun, tidak terjadi transmisi lokal kaitannya dengan pariwisata,&amp;rdquo;  paparnya.</description><content:encoded>PEMKAB Sleman tetap akan menerima kunjungan wisatawan ke kabupaten di DI Yogyakarta itu  saat libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021, untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi masyarakat. Meskipun Sleman saat ini masih berstatus zona merah covid-19.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, kasus Covid-19 di Sleman masih tinggi, tapi pasien yang sudah sembuh dari virus corona juga terus bertambah. Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Sleman diklaim di atas 80%.
Baca juga:&amp;nbsp;5 Destinasi Wisata Populer di Sleman, Candi Prambanan hingga Bukit Klangon
Hal ini, menurut Purnomo sangat memungkinkan Sleman tetap menerima kunjungan wisatawan saat libur panjang akhir tahun dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.
&amp;ldquo;Libur panjang, sudah meminta Dinas Pariwisata berkoordinasi dengan kapenewonan, BUMDes dan penyelanggara wisata. Diharapkan dengan koordinasi akan membawa barokah dan keselamatan bukan petaka dan bencana,&amp;rdquo;  kata Sri Purnomo di sela meresmikan objek wisata Grojogan Watu Purba di Bangunrejo, Merdikorejo, Tempel, Sleman, Sabtu 21 November 2020.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNS8yMC8xMjM3MTYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sleman memiliki banyak destinasi wisata alam dan budaya. Mulai dari Candi Prambanan, Bukit Klangon, situs Ratu Boko, Tebing Breksi, Merapi Park, hingga Grojongan Watu Purba yang eksotis.
Baca juga:&amp;nbsp;4 Daftar Pantai di Gunungkidul yang Wajib Disambangi, Panoramanya Mantap Lur
Menurut Sri Purnomo peresmian Grojogan Watu Purba juga sebagai promosi, jika objek wisata di Sleman aman dikunjungi dan tetap disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Semua pengunjung harus memaki masker, cuci tangan dengan sabun di air mengalir, cek suhunya dan jaga jarak tidak berkerumun.
&amp;ldquo;Ini bagian dari promosi.  Mudah-mudahan Sleman bisa dibanjiri wisatawan namun, tidak terjadi transmisi lokal kaitannya dengan pariwisata,&amp;rdquo;  paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
