<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Beberkan Tantangan yang Dihadapi Perbankan</title><description>Ada sejumlah tantangan struktural yang akan dihadapi sektor perbankan ke depannya.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/11/25/620/2315963/ojk-beberkan-tantangan-yang-dihadapi-perbankan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/11/25/620/2315963/ojk-beberkan-tantangan-yang-dihadapi-perbankan"/><item><title>OJK Beberkan Tantangan yang Dihadapi Perbankan</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/11/25/620/2315963/ojk-beberkan-tantangan-yang-dihadapi-perbankan</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/11/25/620/2315963/ojk-beberkan-tantangan-yang-dihadapi-perbankan</guid><pubDate>Rabu 25 November 2020 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/25/620/2315963/ojk-beberkan-tantangan-yang-dihadapi-perbankan-TuxJnDfk03.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perbankan (Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/11/25/620/2315963/ojk-beberkan-tantangan-yang-dihadapi-perbankan-Atg00TLzLo.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/25/620/2315963/ojk-beberkan-tantangan-yang-dihadapi-perbankan-TuxJnDfk03.jpg</image><title>Perbankan (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anung Herlianto membeberkan sejumlah tantangan struktural yang akan dihadapi sektor perbankan ke depannya.

&quot;Pertama, dalam hal penguatan struktur dan daya saing, skala ekonomi masih kecil dibandingkan perbankan ASEAN. Disparitas perbankan masih sangat besar, juga pengembangan ekonomi digital yang menantang,&quot; ujar Anung dalam video virtual di Jakarta, Rabu(25/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: OJK Sebut Perbankan Masih Stabil, Tapi....
Tantangan selanjutnya, adalah dalam hal revolusi ekonomi dan layanan digital, dimana ada disrupsi perilaku konsumen, kurangnya digital talent, dan butuh regulasi yang mendorong inovasi.

&quot;Dari segi OJK sendiri, ada tantangan dalam transformasi pengaturan dan pengawasan yang dilengkapi data terkini secara cepat, tepat, dan akurat. Kemampuan SDM OJK masih terbatas dalam pengawasan berbasis TI,&quot; tambah Anung.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bos LPS Berdoa agar Tak Ada Bank Jatuh
Selain itu, dia menyebutkan bahwa ada masalah terkait ketimpangan literasi dan inklusi keuangan. Kenaikan indeks inklusi keuangan belum diikuti kenaikan indeks literasi.

&quot;Butuh pemerataan indeks inklusi dan literasi terutama sektor prioritas, investasi ilegal juga masih marak,&quot; ucap Anung.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anung Herlianto membeberkan sejumlah tantangan struktural yang akan dihadapi sektor perbankan ke depannya.

&quot;Pertama, dalam hal penguatan struktur dan daya saing, skala ekonomi masih kecil dibandingkan perbankan ASEAN. Disparitas perbankan masih sangat besar, juga pengembangan ekonomi digital yang menantang,&quot; ujar Anung dalam video virtual di Jakarta, Rabu(25/11/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: OJK Sebut Perbankan Masih Stabil, Tapi....
Tantangan selanjutnya, adalah dalam hal revolusi ekonomi dan layanan digital, dimana ada disrupsi perilaku konsumen, kurangnya digital talent, dan butuh regulasi yang mendorong inovasi.

&quot;Dari segi OJK sendiri, ada tantangan dalam transformasi pengaturan dan pengawasan yang dilengkapi data terkini secara cepat, tepat, dan akurat. Kemampuan SDM OJK masih terbatas dalam pengawasan berbasis TI,&quot; tambah Anung.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bos LPS Berdoa agar Tak Ada Bank Jatuh
Selain itu, dia menyebutkan bahwa ada masalah terkait ketimpangan literasi dan inklusi keuangan. Kenaikan indeks inklusi keuangan belum diikuti kenaikan indeks literasi.

&quot;Butuh pemerataan indeks inklusi dan literasi terutama sektor prioritas, investasi ilegal juga masih marak,&quot; ucap Anung.</content:encoded></item></channel></rss>
