<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Vaksin Covid-19 Bakal Punya Efek Samping Lebih Kuat dari Suntikan Flu   </title><description>Vaksin Covid-19 memang memiliki efek samping yang lebih kuat daripada suntikan flu.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/11/29/620/2318349/vaksin-covid-19-bakal-punya-efek-samping-lebih-kuat-dari-suntikan-flu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/11/29/620/2318349/vaksin-covid-19-bakal-punya-efek-samping-lebih-kuat-dari-suntikan-flu"/><item><title>   Vaksin Covid-19 Bakal Punya Efek Samping Lebih Kuat dari Suntikan Flu   </title><link>https://www.okezone.com/read/2020/11/29/620/2318349/vaksin-covid-19-bakal-punya-efek-samping-lebih-kuat-dari-suntikan-flu</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/11/29/620/2318349/vaksin-covid-19-bakal-punya-efek-samping-lebih-kuat-dari-suntikan-flu</guid><pubDate>Minggu 29 November 2020 17:38 WIB</pubDate><dc:creator>Kezia Putri Sagita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/11/29/620/2318349/vaksin-covid-19-bakal-punya-efek-samping-lebih-kuat-dari-suntikan-flu-cAlHTJX0GC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/11/29/620/2318349/vaksin-covid-19-bakal-punya-efek-samping-lebih-kuat-dari-suntikan-flu-LpgUQVxBXA.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/11/29/620/2318349/vaksin-covid-19-bakal-punya-efek-samping-lebih-kuat-dari-suntikan-flu-cAlHTJX0GC.jpg</image><title>Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)</title></images><description>PANDEMI Covid-19 mulai menemukan titik terang, setelah perusahaan obat Pfizer dan BioNTech mencatatkan keberhasilan vaksin corona di atas 90 persen. Vaksin itu pun bekerja dengan baik pada orang-orang dari segala usia dan etnis.

Uji coba tersebut melibatkan 41.000 orang di seluruh dunia. Sebagian diberi vaksin, dan yang lainnya diberi plasebo. Meski demikian,  vaksin Covid-19 tetap memiliki efek samping.

Namun, Dr. Marc Siegel, Profesor Kedokteran Universitas New York-Langone, mengatakan efek samping ini cenderung bertahan tidak lebih dari satu hari. Menurutnya, vaksin Covid-19 memang memiliki efek samping yang lebih kuat daripada suntikan flu.

&quot;Orang-orang perlu mengetahui efek sampingnya, sehingga mereka siap untuk itu dan memahami bahwa efek samping mempengaruhi sebagian kecil orang dan bersifat sementara,&quot; jelasnya seperti dilansir dari foxnews.

Ia menambahkan, 2 persen subjek vaksin Moderna dan Pfizer mengalami demam dan hanya beberapa subjek mengalami kelelahan yang intens. Oleh karena itu, dia ingin semua orang di seluruh negeri tervaksinasi, termasuk petugas kesehatan dan petugas darurat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMy82Ny8xMjQ1MDUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga:   Menjadi Harapan, Benarkah Vaksin Covid-19 Aman?
Di Indonesia, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih berharap, pemerintah bisa menyediakan vaksin bagi seluruh masyarakat. Itu karena vaksin menjadi harapan besar agar masyarakat tak tertular Covid-19.

&amp;ldquo;Kami semua, saya petugas kesehatan memang berharap begitu. Jadi mudah-mudahan pemerintah bisa menyediakan bagi seluruh rakyatnya untuk bisa vaksin. Karena vaksin itu harapan besar supaya kita tidak tertular Covid-19,&amp;rdquo; kata Daeng M Faqih

Namun, Daeng menegaskan, vaksinasi memang betul cara pencegahan Covid-19, tapi tidak satu-satunya. Karena itu, ia menganjurkan masyarakat untuk harus tetap menjaga protokol kesehatan dengan disiplin menjalankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun).

&amp;ldquo;Vaksinasi memang betul cara pencegahan yang sangat baik, tetapi tidak satu-satunya. Ini yang perlu dicamkan. Sehingga, untuk menghasilkan pencegahan agar tidak tertular Covid-19 yang sangat baik, vaksinasi juga dipadukan dengan protokol kesehatan yang 3M,&amp;rdquo; ujar Daeng.
</description><content:encoded>PANDEMI Covid-19 mulai menemukan titik terang, setelah perusahaan obat Pfizer dan BioNTech mencatatkan keberhasilan vaksin corona di atas 90 persen. Vaksin itu pun bekerja dengan baik pada orang-orang dari segala usia dan etnis.

Uji coba tersebut melibatkan 41.000 orang di seluruh dunia. Sebagian diberi vaksin, dan yang lainnya diberi plasebo. Meski demikian,  vaksin Covid-19 tetap memiliki efek samping.

Namun, Dr. Marc Siegel, Profesor Kedokteran Universitas New York-Langone, mengatakan efek samping ini cenderung bertahan tidak lebih dari satu hari. Menurutnya, vaksin Covid-19 memang memiliki efek samping yang lebih kuat daripada suntikan flu.

&quot;Orang-orang perlu mengetahui efek sampingnya, sehingga mereka siap untuk itu dan memahami bahwa efek samping mempengaruhi sebagian kecil orang dan bersifat sementara,&quot; jelasnya seperti dilansir dari foxnews.

Ia menambahkan, 2 persen subjek vaksin Moderna dan Pfizer mengalami demam dan hanya beberapa subjek mengalami kelelahan yang intens. Oleh karena itu, dia ingin semua orang di seluruh negeri tervaksinasi, termasuk petugas kesehatan dan petugas darurat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xMy82Ny8xMjQ1MDUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga:   Menjadi Harapan, Benarkah Vaksin Covid-19 Aman?
Di Indonesia, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih berharap, pemerintah bisa menyediakan vaksin bagi seluruh masyarakat. Itu karena vaksin menjadi harapan besar agar masyarakat tak tertular Covid-19.

&amp;ldquo;Kami semua, saya petugas kesehatan memang berharap begitu. Jadi mudah-mudahan pemerintah bisa menyediakan bagi seluruh rakyatnya untuk bisa vaksin. Karena vaksin itu harapan besar supaya kita tidak tertular Covid-19,&amp;rdquo; kata Daeng M Faqih

Namun, Daeng menegaskan, vaksinasi memang betul cara pencegahan Covid-19, tapi tidak satu-satunya. Karena itu, ia menganjurkan masyarakat untuk harus tetap menjaga protokol kesehatan dengan disiplin menjalankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun).

&amp;ldquo;Vaksinasi memang betul cara pencegahan yang sangat baik, tetapi tidak satu-satunya. Ini yang perlu dicamkan. Sehingga, untuk menghasilkan pencegahan agar tidak tertular Covid-19 yang sangat baik, vaksinasi juga dipadukan dengan protokol kesehatan yang 3M,&amp;rdquo; ujar Daeng.
</content:encoded></item></channel></rss>
