<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inovasi Riset Kedokteran Perlu Ditambah di Era Digital</title><description>Riset di dunia kedokteran terus berkembang seiring berjalannya waktu.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/12/14/620/2327415/inovasi-riset-kedokteran-perlu-ditambah-di-era-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/12/14/620/2327415/inovasi-riset-kedokteran-perlu-ditambah-di-era-digital"/><item><title>Inovasi Riset Kedokteran Perlu Ditambah di Era Digital</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/12/14/620/2327415/inovasi-riset-kedokteran-perlu-ditambah-di-era-digital</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/12/14/620/2327415/inovasi-riset-kedokteran-perlu-ditambah-di-era-digital</guid><pubDate>Senin 14 Desember 2020 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Helmi Ade Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/14/620/2327415/inovasi-riset-kedokteran-perlu-ditambah-di-era-digital-or8zmzxOzu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/12/14/620/2327415/inovasi-riset-kedokteran-perlu-ditambah-di-era-digital-6wntRjM0wN.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/14/620/2327415/inovasi-riset-kedokteran-perlu-ditambah-di-era-digital-or8zmzxOzu.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>RISET di dunia kedokteran terus berkembang seiring berjalannya waktu. Namun perlu inovasi untuk mengembangkan riset di dunia kedokteran pada era digital.

Ketua Bidang Riset PB IDI Dr Ahmad Hidayat mengatakan, ada dua kelompok penelitian dasar yang dilakukan dokter. Baik itu di laboratorium, juga epidemiologi dan klinis, semua dilakukan dari survei masyarakat dan di faskes.

&quot;Dari dua kelompok itu penelitian dasar atau pre klinik, diharapkan nantinya untuk uji klinik atau penelitian yang menggunakan subjek manusia,&quot; katanya saat Konferensi Pers Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia, baru-baru ini.
&amp;nbsp;
Baca Juga:&amp;nbsp;Meski Pandemi, Pasien Diabetes Wajib Kontrol untuk Tekan Risiko Kebutaan

Dr Ahmad menambahkan, umumnya penelitian yang dinilai adalah hasil penelitian kedokteran yang memberikan dampak positif di bidang kesehatan atau teknologi kesehatan. Para dokter setiap hari mencari informasi baru dan menyesuaikan dengan digitalisasi.

Ada beberapa kategori yakni kategori penelitian dasar, penelitian klinis, dan epidemiologi kedokteran. Kriteria penilaian meliputi kreativitas dan orisinalitas, review literatur, metodologi riset dan hasil penelitian itu sendiri.

&quot;Namun masih perlu banyak penelitian pendukung lainnya dengan motivasi tambahan untuk bisa bisa meneruskan hasil studinya dengan hasil di faskes,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yNS81LzEyMTg3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
</description><content:encoded>RISET di dunia kedokteran terus berkembang seiring berjalannya waktu. Namun perlu inovasi untuk mengembangkan riset di dunia kedokteran pada era digital.

Ketua Bidang Riset PB IDI Dr Ahmad Hidayat mengatakan, ada dua kelompok penelitian dasar yang dilakukan dokter. Baik itu di laboratorium, juga epidemiologi dan klinis, semua dilakukan dari survei masyarakat dan di faskes.

&quot;Dari dua kelompok itu penelitian dasar atau pre klinik, diharapkan nantinya untuk uji klinik atau penelitian yang menggunakan subjek manusia,&quot; katanya saat Konferensi Pers Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia, baru-baru ini.
&amp;nbsp;
Baca Juga:&amp;nbsp;Meski Pandemi, Pasien Diabetes Wajib Kontrol untuk Tekan Risiko Kebutaan

Dr Ahmad menambahkan, umumnya penelitian yang dinilai adalah hasil penelitian kedokteran yang memberikan dampak positif di bidang kesehatan atau teknologi kesehatan. Para dokter setiap hari mencari informasi baru dan menyesuaikan dengan digitalisasi.

Ada beberapa kategori yakni kategori penelitian dasar, penelitian klinis, dan epidemiologi kedokteran. Kriteria penilaian meliputi kreativitas dan orisinalitas, review literatur, metodologi riset dan hasil penelitian itu sendiri.

&quot;Namun masih perlu banyak penelitian pendukung lainnya dengan motivasi tambahan untuk bisa bisa meneruskan hasil studinya dengan hasil di faskes,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yNS81LzEyMTg3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
