<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setahun Wabah Covid-19 Melanda, Peneliti Temukan Fakta Mengejutkan</title><description>Setahun Covid-19 mewabah, secara global sudah 72,1 juta jiwa terinfeksi, 47,1 juta orang sembuh, dan 1,61 juta meninggal dunia.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/12/14/620/2327521/setahun-wabah-covid-19-melanda-peneliti-temukan-fakta-mengejutkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/12/14/620/2327521/setahun-wabah-covid-19-melanda-peneliti-temukan-fakta-mengejutkan"/><item><title>Setahun Wabah Covid-19 Melanda, Peneliti Temukan Fakta Mengejutkan</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/12/14/620/2327521/setahun-wabah-covid-19-melanda-peneliti-temukan-fakta-mengejutkan</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/12/14/620/2327521/setahun-wabah-covid-19-melanda-peneliti-temukan-fakta-mengejutkan</guid><pubDate>Senin 14 Desember 2020 17:24 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/14/620/2327521/setahun-wabah-covid-19-melanda-peneliti-temukan-fakta-mengejutkan-64ZMlf0rNT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wabah Covid-19 sudah setahun melanda dunia (Foto : Wishtv)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/12/14/620/2327521/setahun-wabah-covid-19-melanda-peneliti-temukan-fakta-mengejutkan-whsnC0tmNo.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/14/620/2327521/setahun-wabah-covid-19-melanda-peneliti-temukan-fakta-mengejutkan-64ZMlf0rNT.jpg</image><title>Wabah Covid-19 sudah setahun melanda dunia (Foto : Wishtv)</title></images><description>Setahun Covid-19 mewabah, secara global sudah 72,1 juta jiwa terinfeksi, 47,1 juta orang sembuh, dan 1,61 juta meninggal dunia. Mengungkap bagaimana virus baru membuat lompatan mikroskopis pertamanya ke dalam tubuh manusia merupakan pekerjaan yang menantang bagi para ilmuwan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun kini mulai menyelidiki asal-usul kemunculan virus SARS-CoV2 penyebab pandemi ini.
Menurut South China Morning Post, WHO terus melakukan penelitian untuk mengungkap awal pandemi Covid-19 dengan melibatkan 10 pakar internasional. Mereka semua akan bergabung dengan para ilmuwan China yang bekerja di Wuhan, pusat penyebaran virus pertama kali.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xMy8xLzEyNTk0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Para peneliti yang berasal dari Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Vietnam, Australia, Rusia, dan Qatar itu pun dikatakan akan masuk ke dalam 'rawa politik'. Ya, Amerika Serikat secara terang-terangan menyalahkan China atas wabah ini dan Beijing mengatakan bahwa virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19 hanya terdeteksi di Wuhan.

Pada pertemuan PBB bulan ini, Menteri Kesehatan Amerika Serikat Alex Azar mengatakan, masalah utama dari semua ini bukan di mana virus pertama kali muncul, melainkan apakah informasi tentang virus dibagikan tepat waktu dan transparan.
Baca Juga : Rasakan Gejala Covid-19, Ini Pengobatan yang Bisa Dilakukan di Rumah
Di sisi lain, menjalankan misi pencarian asal-usul pandemi menjadi sangat penting bagi WHO yang kehilangan kepercayaan Amerika Serikat. Ya, Donald Trup mengatakan bahwa badan PBB tersebut dikendalikan China.
&quot;Kami akan menemukan awal dari pandemi ini dan melakukan segalanya untuk mengetahui hal tersebut. Anda tidak perlu bingung mengenai ini,&quot; kata Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus. &quot;Menemukan asal-usul pandemi akan membantu kami mencegah wabah di masa depan,&quot; tambahnya.
So, seperti apa temuan sementara para peneliti?
Phase satu: Perburuan pasien nol Covid-19 
Ketika Wuhan di China tengah mengeluarkan peringatan tentang pneumonia misterius pada 31 Desember 2019 sore, otoritas kesehatan setempat mengaitkan lebih dari dua lusin pasien yang diduga terinfeksi di pasar basah yang menjual makanan laut, daging, dan satwa liar.
Pasar basah Wuhan tersebut ternyata sudah dikaitkan dengan wabah sindrom pernapasan akut (SARS) di China hampir 20 tahun sebelumnya. Kemudian, virus corona penyebab pneumonia kemungkinan melonjak ke manusia dari musang yang terinfeksi di pasar basah serupa di selatan negara itu.

Para ilmuwan pun secara luas setuju bahwa virus baru ini juga berasal dari hewan, mungkin kelelawar. Keyakinannya adalah bahwa virus menyerang hewan perantara, yang kemudian masuk ke tubuh manusia dan mulai menginfeksi.
Namun, letak pasti pertama kalinya virus mulai menginfeksi belum bisa diketahui, karena tidak ada bukti kuat yang mengaitkan hewan terinfeksi mulai menularkan penyakit ke manusia di pasar atau tempat lain.
Dari ketidakpastian tersebut, muncul banyak sekali teori konspirasi, seperti salah satunya mengatakan bahwa patogen direkayasa di laboratorium Wuhan yang memang mempelajari virus corona bahkan ada anggapan militer Amerika Serikat sengaja menanamkan virus tersebut di China.
Baru-baru ini ahli epidemiologi China mengatakan dengan tanpa bukti bahwa virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19 itu berasal dari luar negeri, dibawa ke pasar dengan medium barang impor.
Di tengah desas-desus spekulasi, memahami bagaimana virus itu menyebar di Wuhan menjadi inti studi 'fase satu' misi WHO yang diuraikan dalam dokumen kerangka acuan yang dirilis November 2020.

Jadi, fase satu tersebut dimulai di kota dan termasuk perburuan 'pasien nol'. Ya, ini termasuk juga memeriksa catatan rumah sakit terkait pasien nol untuk menemukan fakta mengenai kasus awal yang mungkin terlewat. Lalu, peneliti juga akan menguji sampel darah yang disimpan dan mewawancarai pasien paling awal untuk memahami faktor risiko, seperti kontak dengan hewan liar.
Peneliti juga akan berburu sumber hewan yang ada di pasar, memetakan rantai pasokan, dan mengembangkan strategi untuk menguji lebih banyak hewan. Pekerjaan ini akan dilakukan peneliti berbagai negara berkolaborasi dengan peneliti China.
&quot;Satu hal yang harus jelas adalah studi ini akan dimulai dari Wuhan, sesuai laporan pertama kali disampaikan dan setelah dari sana, berdasarkan temuan, kita bisa pergi ke mana saja,&quot; terang Tedros.</description><content:encoded>Setahun Covid-19 mewabah, secara global sudah 72,1 juta jiwa terinfeksi, 47,1 juta orang sembuh, dan 1,61 juta meninggal dunia. Mengungkap bagaimana virus baru membuat lompatan mikroskopis pertamanya ke dalam tubuh manusia merupakan pekerjaan yang menantang bagi para ilmuwan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun kini mulai menyelidiki asal-usul kemunculan virus SARS-CoV2 penyebab pandemi ini.
Menurut South China Morning Post, WHO terus melakukan penelitian untuk mengungkap awal pandemi Covid-19 dengan melibatkan 10 pakar internasional. Mereka semua akan bergabung dengan para ilmuwan China yang bekerja di Wuhan, pusat penyebaran virus pertama kali.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xMy8xLzEyNTk0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Para peneliti yang berasal dari Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Vietnam, Australia, Rusia, dan Qatar itu pun dikatakan akan masuk ke dalam 'rawa politik'. Ya, Amerika Serikat secara terang-terangan menyalahkan China atas wabah ini dan Beijing mengatakan bahwa virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19 hanya terdeteksi di Wuhan.

Pada pertemuan PBB bulan ini, Menteri Kesehatan Amerika Serikat Alex Azar mengatakan, masalah utama dari semua ini bukan di mana virus pertama kali muncul, melainkan apakah informasi tentang virus dibagikan tepat waktu dan transparan.
Baca Juga : Rasakan Gejala Covid-19, Ini Pengobatan yang Bisa Dilakukan di Rumah
Di sisi lain, menjalankan misi pencarian asal-usul pandemi menjadi sangat penting bagi WHO yang kehilangan kepercayaan Amerika Serikat. Ya, Donald Trup mengatakan bahwa badan PBB tersebut dikendalikan China.
&quot;Kami akan menemukan awal dari pandemi ini dan melakukan segalanya untuk mengetahui hal tersebut. Anda tidak perlu bingung mengenai ini,&quot; kata Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus. &quot;Menemukan asal-usul pandemi akan membantu kami mencegah wabah di masa depan,&quot; tambahnya.
So, seperti apa temuan sementara para peneliti?
Phase satu: Perburuan pasien nol Covid-19 
Ketika Wuhan di China tengah mengeluarkan peringatan tentang pneumonia misterius pada 31 Desember 2019 sore, otoritas kesehatan setempat mengaitkan lebih dari dua lusin pasien yang diduga terinfeksi di pasar basah yang menjual makanan laut, daging, dan satwa liar.
Pasar basah Wuhan tersebut ternyata sudah dikaitkan dengan wabah sindrom pernapasan akut (SARS) di China hampir 20 tahun sebelumnya. Kemudian, virus corona penyebab pneumonia kemungkinan melonjak ke manusia dari musang yang terinfeksi di pasar basah serupa di selatan negara itu.

Para ilmuwan pun secara luas setuju bahwa virus baru ini juga berasal dari hewan, mungkin kelelawar. Keyakinannya adalah bahwa virus menyerang hewan perantara, yang kemudian masuk ke tubuh manusia dan mulai menginfeksi.
Namun, letak pasti pertama kalinya virus mulai menginfeksi belum bisa diketahui, karena tidak ada bukti kuat yang mengaitkan hewan terinfeksi mulai menularkan penyakit ke manusia di pasar atau tempat lain.
Dari ketidakpastian tersebut, muncul banyak sekali teori konspirasi, seperti salah satunya mengatakan bahwa patogen direkayasa di laboratorium Wuhan yang memang mempelajari virus corona bahkan ada anggapan militer Amerika Serikat sengaja menanamkan virus tersebut di China.
Baru-baru ini ahli epidemiologi China mengatakan dengan tanpa bukti bahwa virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19 itu berasal dari luar negeri, dibawa ke pasar dengan medium barang impor.
Di tengah desas-desus spekulasi, memahami bagaimana virus itu menyebar di Wuhan menjadi inti studi 'fase satu' misi WHO yang diuraikan dalam dokumen kerangka acuan yang dirilis November 2020.

Jadi, fase satu tersebut dimulai di kota dan termasuk perburuan 'pasien nol'. Ya, ini termasuk juga memeriksa catatan rumah sakit terkait pasien nol untuk menemukan fakta mengenai kasus awal yang mungkin terlewat. Lalu, peneliti juga akan menguji sampel darah yang disimpan dan mewawancarai pasien paling awal untuk memahami faktor risiko, seperti kontak dengan hewan liar.
Peneliti juga akan berburu sumber hewan yang ada di pasar, memetakan rantai pasokan, dan mengembangkan strategi untuk menguji lebih banyak hewan. Pekerjaan ini akan dilakukan peneliti berbagai negara berkolaborasi dengan peneliti China.
&quot;Satu hal yang harus jelas adalah studi ini akan dimulai dari Wuhan, sesuai laporan pertama kali disampaikan dan setelah dari sana, berdasarkan temuan, kita bisa pergi ke mana saja,&quot; terang Tedros.</content:encoded></item></channel></rss>
