<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vaksin Covid-19 Pfizer Diisukan Sebabkan Kemandulan, Ini Faktanya</title><description>Keputusan pemerintah untuk mendatangkan vaksin Covid-19 terus menuai pro kontra di masyarakat.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/12/15/620/2327832/vaksin-covid-19-pfizer-diisukan-sebabkan-kemandulan-ini-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/12/15/620/2327832/vaksin-covid-19-pfizer-diisukan-sebabkan-kemandulan-ini-faktanya"/><item><title>Vaksin Covid-19 Pfizer Diisukan Sebabkan Kemandulan, Ini Faktanya</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/12/15/620/2327832/vaksin-covid-19-pfizer-diisukan-sebabkan-kemandulan-ini-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/12/15/620/2327832/vaksin-covid-19-pfizer-diisukan-sebabkan-kemandulan-ini-faktanya</guid><pubDate>Selasa 15 Desember 2020 10:17 WIB</pubDate><dc:creator>Leonardus Selwyn Kangsaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/15/620/2327832/vaksin-covid-19-pfizer-diisukan-sebabkan-kemandulan-ini-faktanya-KubQcoBbEq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 masih terus diteliti (Foto : Medicaldaily)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/12/15/620/2327832/vaksin-covid-19-pfizer-diisukan-sebabkan-kemandulan-ini-faktanya-qIpjpnO8sT.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/15/620/2327832/vaksin-covid-19-pfizer-diisukan-sebabkan-kemandulan-ini-faktanya-KubQcoBbEq.jpg</image><title>Vaksin Covid-19 masih terus diteliti (Foto : Medicaldaily)</title></images><description>Keputusan pemerintah untuk mendatangkan vaksin Covid-19 terus menuai pro kontra di masyarakat. Saat ini Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menetapkan 6 macam vaksin Covid-19 yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat.
Hal tersebut berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/ 9860/ 2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disesase 2019 (Covid-19). Kepmen ini ditandatangani Terawan pada 3 Desember 2020. Dalam keputusan itu juga tersebut enam vaksin yang akan digunakan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wNy8xLzEyNTY0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Meski demikian, banyak kabar miring terkait dengan efek samping vaksin Covid-19. Salah satunya adalah vaksin Pfizer yang disebut menyebabkan kemandulan. Selain itu ada juga gejala-gejala jangka panjang yang bisa dialami penyintas Covid-19 seperti kelelahan, nyeri otot, hingga berkurangnya indera penciuman.
Menanggapi masalah tersebut Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhammad Fajri Adda&amp;rsquo;i mengatakan, vaksin yang ada saat ini belum disuntikkan secara luas. Jadi masih harus memerlukan penelitian lebih lanjut.

Bahkan dari enam vaksin yang disetujui Menkes Terawan hanya 1 vaksin, yakni Pfizer yang keluar datanya secara cukup lengkap. Pfizer juga menilai kalau memang tidak ada yang signifikan pada vaksin mereka.
&amp;ldquo;Mereka juga masih menunggu laporan. Sebab laporannya masih belum ada, maka tidak ada yang bisa menyimpulkan apapun,&amp;rdquo; terang dr. Fajri saat dihubungi Okezone, beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Perawat Ini Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19 di Amerika
Terkait dengan efektivitas, dr. Fajri memperihatkan laporan risiko penggunaan vaksin Pfizer bagi para penggunanya. Dalam laporan tersebut tertulis bahwa vaksin buatan Pfizer memiliki efek samping kepada penggunanya.
&amp;ldquo;Vaksin telah terbukti menimbulkan peningkatan reaksi merugikan lokal dan sistemik dibandingkan dengan yang ada di kelompok plasebo, biasanya berlangsung beberapa hari,&amp;rdquo; tulis laporan tersebut.
&amp;ldquo;Reaksi merugikan yang paling sering muncul adalah reaksi di tempat suntikan (84,1%), kelelahan (62,9%), sakit kepala (55,1%), nyeri otot (38,3%), menggigil (31,9%), nyeri sendi (23,6%), demam (14,2) %). Reaksi merugikan yang dicirikan sebagai reaktogenisitas umumnya ringan sampai sedang,&amp;rdquo; tambahnya.</description><content:encoded>Keputusan pemerintah untuk mendatangkan vaksin Covid-19 terus menuai pro kontra di masyarakat. Saat ini Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menetapkan 6 macam vaksin Covid-19 yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat.
Hal tersebut berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/ 9860/ 2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disesase 2019 (Covid-19). Kepmen ini ditandatangani Terawan pada 3 Desember 2020. Dalam keputusan itu juga tersebut enam vaksin yang akan digunakan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wNy8xLzEyNTY0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Meski demikian, banyak kabar miring terkait dengan efek samping vaksin Covid-19. Salah satunya adalah vaksin Pfizer yang disebut menyebabkan kemandulan. Selain itu ada juga gejala-gejala jangka panjang yang bisa dialami penyintas Covid-19 seperti kelelahan, nyeri otot, hingga berkurangnya indera penciuman.
Menanggapi masalah tersebut Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhammad Fajri Adda&amp;rsquo;i mengatakan, vaksin yang ada saat ini belum disuntikkan secara luas. Jadi masih harus memerlukan penelitian lebih lanjut.

Bahkan dari enam vaksin yang disetujui Menkes Terawan hanya 1 vaksin, yakni Pfizer yang keluar datanya secara cukup lengkap. Pfizer juga menilai kalau memang tidak ada yang signifikan pada vaksin mereka.
&amp;ldquo;Mereka juga masih menunggu laporan. Sebab laporannya masih belum ada, maka tidak ada yang bisa menyimpulkan apapun,&amp;rdquo; terang dr. Fajri saat dihubungi Okezone, beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Perawat Ini Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19 di Amerika
Terkait dengan efektivitas, dr. Fajri memperihatkan laporan risiko penggunaan vaksin Pfizer bagi para penggunanya. Dalam laporan tersebut tertulis bahwa vaksin buatan Pfizer memiliki efek samping kepada penggunanya.
&amp;ldquo;Vaksin telah terbukti menimbulkan peningkatan reaksi merugikan lokal dan sistemik dibandingkan dengan yang ada di kelompok plasebo, biasanya berlangsung beberapa hari,&amp;rdquo; tulis laporan tersebut.
&amp;ldquo;Reaksi merugikan yang paling sering muncul adalah reaksi di tempat suntikan (84,1%), kelelahan (62,9%), sakit kepala (55,1%), nyeri otot (38,3%), menggigil (31,9%), nyeri sendi (23,6%), demam (14,2) %). Reaksi merugikan yang dicirikan sebagai reaktogenisitas umumnya ringan sampai sedang,&amp;rdquo; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
