<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WHO: Vaksin Covid-19 Tidak Mengakhiri Pandemi</title><description>Seorang pejabat Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingati masyarakat semua bahwa vaksin Covid-19 bukanlah senjata utama</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/12/18/620/2330028/who-vaksin-covid-19-tidak-mengakhiri-pandemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/12/18/620/2330028/who-vaksin-covid-19-tidak-mengakhiri-pandemi"/><item><title>WHO: Vaksin Covid-19 Tidak Mengakhiri Pandemi</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/12/18/620/2330028/who-vaksin-covid-19-tidak-mengakhiri-pandemi</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/12/18/620/2330028/who-vaksin-covid-19-tidak-mengakhiri-pandemi</guid><pubDate>Jum'at 18 Desember 2020 11:38 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/18/620/2330028/who-vaksin-covid-19-tidak-mengakhiri-pandemi-hlW7otaCkE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 tidak akan akhiri pandemi dalam waktu dekat (Foto : Medicaldaily)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/12/18/620/2330028/who-vaksin-covid-19-tidak-mengakhiri-pandemi-5sCkbzQwo4.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/18/620/2330028/who-vaksin-covid-19-tidak-mengakhiri-pandemi-hlW7otaCkE.jpg</image><title>Vaksin Covid-19 tidak akan akhiri pandemi dalam waktu dekat (Foto : Medicaldaily)</title></images><description>Seorang pejabat Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingati masyarakat semua bahwa vaksin Covid-19 bukanlah senjata utama mengakhiri pandemi. WHO menegaskan pandemi Covid-19 tidak akan berakhir dalam waktu dekat.
&quot;Hadirnya vaksin memberi cahaya di ujung lorong, tetapi vaksin bukan 'peluru perak' yang akan mengakhiri pandemi dalam waktu dekat,&quot; kata Takeshi Kasai, direktur regional WHO untuk Pasifik Barat pada kantor berita SCMP, dikutip dari Fox News.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xNi8xLzEyNjEwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ia tak memungkiri bahwa semua orang lelah dengan pandemi Covid-19. Tapi, perjuangan kita semua jangan berhenti hanya karena adanya vaksin. &quot;Kita semua harus tetap berpegang pada kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan, karena itu menyelamatkan diri kita pun orang di sekitar kita,&quot; tambahnya.

Kasai menyarankan agar semua orang tetap rajin mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak aman setidaknya 2 meter, dan menghindari tempat yang ramai karena berisiko tinggi terjadinya transmisi virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19.
Baca Juga : Siap-Siap, Ini Efek Samping Usai Vaksin Covid-19
Di lain sisi, prioritas penerima vaksin harus menjadi perhatian utama semua negara. Salah satunya adalah kelompok berusia 60 tahun atau lebih, mereka ini menurut WHO harus didahulukan menerima vaksin.
&quot;Karena itu, skala dan jenis investasi yang tepat perlu dibuat dan harus ada dosis yang memadai untuk memvaksinasi populasi prioritas tersebut hingga akhir 2021,&quot; paparnya.
Kasai menambahkan, untuk orang lain di luar kelompok prioritas, WHO menjelaskan perlu menunggu 12 hingga 24 bulan sampai kelompok prioritas mendapatkan jatah vaksinasi Covid-19 secara adil.</description><content:encoded>Seorang pejabat Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingati masyarakat semua bahwa vaksin Covid-19 bukanlah senjata utama mengakhiri pandemi. WHO menegaskan pandemi Covid-19 tidak akan berakhir dalam waktu dekat.
&quot;Hadirnya vaksin memberi cahaya di ujung lorong, tetapi vaksin bukan 'peluru perak' yang akan mengakhiri pandemi dalam waktu dekat,&quot; kata Takeshi Kasai, direktur regional WHO untuk Pasifik Barat pada kantor berita SCMP, dikutip dari Fox News.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xNi8xLzEyNjEwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ia tak memungkiri bahwa semua orang lelah dengan pandemi Covid-19. Tapi, perjuangan kita semua jangan berhenti hanya karena adanya vaksin. &quot;Kita semua harus tetap berpegang pada kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan, karena itu menyelamatkan diri kita pun orang di sekitar kita,&quot; tambahnya.

Kasai menyarankan agar semua orang tetap rajin mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak aman setidaknya 2 meter, dan menghindari tempat yang ramai karena berisiko tinggi terjadinya transmisi virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19.
Baca Juga : Siap-Siap, Ini Efek Samping Usai Vaksin Covid-19
Di lain sisi, prioritas penerima vaksin harus menjadi perhatian utama semua negara. Salah satunya adalah kelompok berusia 60 tahun atau lebih, mereka ini menurut WHO harus didahulukan menerima vaksin.
&quot;Karena itu, skala dan jenis investasi yang tepat perlu dibuat dan harus ada dosis yang memadai untuk memvaksinasi populasi prioritas tersebut hingga akhir 2021,&quot; paparnya.
Kasai menambahkan, untuk orang lain di luar kelompok prioritas, WHO menjelaskan perlu menunggu 12 hingga 24 bulan sampai kelompok prioritas mendapatkan jatah vaksinasi Covid-19 secara adil.</content:encoded></item></channel></rss>
