<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Fakta Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, RI Harus Belajar dari China</title><description>Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung memasuki babak baru.</description><link>https://www.okezone.com/read/2020/12/18/620/2330175/7-fakta-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-ri-harus-belajar-dari-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2020/12/18/620/2330175/7-fakta-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-ri-harus-belajar-dari-china"/><item><title>7 Fakta Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, RI Harus Belajar dari China</title><link>https://www.okezone.com/read/2020/12/18/620/2330175/7-fakta-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-ri-harus-belajar-dari-china</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2020/12/18/620/2330175/7-fakta-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-ri-harus-belajar-dari-china</guid><pubDate>Sabtu 19 Desember 2020 09:07 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/18/620/2330175/7-fakta-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-ri-harus-belajar-dari-china-OYvn4ZDVSk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Foto: Sindonews/Michelle)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2020/12/18/620/2330175/7-fakta-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-ri-harus-belajar-dari-china-cHqwvEa5aK.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/18/620/2330175/7-fakta-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-ri-harus-belajar-dari-china-OYvn4ZDVSk.jpg</image><title>Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Foto: Sindonews/Michelle)</title></images><description>JAKARTA - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung memasuki babak baru. Proyek prestisius yang sering molor dari target kini sudah mencapai 64,4%. Pencapaian Proyek Strategis Nasional (PSN) ini telah menyelesaikan konstruksi Tunnel #1 proyek Kereta Cepat Indonesia-Bandung (KCJB) sepanjang 1.885 meter yang melintang di bawah Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi tembusnya Tunnel #1 KCJB. Prestasi itu menunjukkan bahwa kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam konstruksi proyek ini berjalan sangat baik.

&quot;Hanya dengan team work yang kuatlah, kita semua bisa mewujudkan transportasi mobile modern yang kelak membanggakan bangsa Indonesia,&amp;rdquo; ujar Luhut dalam sambutannya, Selasa (15/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Cerita Luhut Tak Dilibatkan Proyek Kereta Cepat dan Kini Disuruh Diselesaikan&amp;nbsp;
Berikut fakta-faktanya seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (19/12/2020).

1. Menko Luhut: Kita Harus Belajar dari China

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan penjelasan terkait banyak masalah yang bisa terjadi pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Menurut dia, masalah itu mulai dari investasi, pembebasan lahan hingga hubungan dengan masyarakat.

&quot;Jadi saya meminta koordinasi dengan pihak China yang bekerja sama dalam proyek ini harus ditingkatkan. Kita juga ingin Indonesia harus belajar dari China. Sebab setiap proyek yang digarap oleh pihak China bisa berjalan dengan cepat,&quot; ujar dia.
&amp;nbsp;
2. Banyak Perubahan

Luhut menceritakan proyek ini dibangun saat itu masih menjadi Kepala Staf Presiden. Di mana saat itu sudah banyak perubahan yang terjadi pada proyek kereta cepat.

&quot;Pada saat itu saya masih jadi Kepala Staf Presiden. Dan saat itu banyak perbedaan, namun itu harus dilakukan. Seperti kerjasama yang baik dengan teman-teman China agar proyek bisa lanjut seperti ini,&quot; ungkap dia.

Dia juga menegaskan masih banyak pekerjaan yang menanti proyek kereta cepat. Diantaranya menyambungkan jalur hingga menyiapkan operasional kereta cepat.

&quot;Hal ini kita harus hubungkan pilar demi pilar, susun rel menjadi jalur, siapkan serangkaian sertifikasi, siapkan operasi kereta cepat. Itu adalah pekerjaan yang menanti,&quot; tandas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung memasuki babak baru. Proyek prestisius yang sering molor dari target kini sudah mencapai 64,4%. Pencapaian Proyek Strategis Nasional (PSN) ini telah menyelesaikan konstruksi Tunnel #1 proyek Kereta Cepat Indonesia-Bandung (KCJB) sepanjang 1.885 meter yang melintang di bawah Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi tembusnya Tunnel #1 KCJB. Prestasi itu menunjukkan bahwa kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam konstruksi proyek ini berjalan sangat baik.

&quot;Hanya dengan team work yang kuatlah, kita semua bisa mewujudkan transportasi mobile modern yang kelak membanggakan bangsa Indonesia,&amp;rdquo; ujar Luhut dalam sambutannya, Selasa (15/12/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Cerita Luhut Tak Dilibatkan Proyek Kereta Cepat dan Kini Disuruh Diselesaikan&amp;nbsp;
Berikut fakta-faktanya seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (19/12/2020).

1. Menko Luhut: Kita Harus Belajar dari China

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan penjelasan terkait banyak masalah yang bisa terjadi pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Menurut dia, masalah itu mulai dari investasi, pembebasan lahan hingga hubungan dengan masyarakat.

&quot;Jadi saya meminta koordinasi dengan pihak China yang bekerja sama dalam proyek ini harus ditingkatkan. Kita juga ingin Indonesia harus belajar dari China. Sebab setiap proyek yang digarap oleh pihak China bisa berjalan dengan cepat,&quot; ujar dia.
&amp;nbsp;
2. Banyak Perubahan

Luhut menceritakan proyek ini dibangun saat itu masih menjadi Kepala Staf Presiden. Di mana saat itu sudah banyak perubahan yang terjadi pada proyek kereta cepat.

&quot;Pada saat itu saya masih jadi Kepala Staf Presiden. Dan saat itu banyak perbedaan, namun itu harus dilakukan. Seperti kerjasama yang baik dengan teman-teman China agar proyek bisa lanjut seperti ini,&quot; ungkap dia.

Dia juga menegaskan masih banyak pekerjaan yang menanti proyek kereta cepat. Diantaranya menyambungkan jalur hingga menyiapkan operasional kereta cepat.

&quot;Hal ini kita harus hubungkan pilar demi pilar, susun rel menjadi jalur, siapkan serangkaian sertifikasi, siapkan operasi kereta cepat. Itu adalah pekerjaan yang menanti,&quot; tandas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
