<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penelitian Temukan Gejala Covid-19 Bisa Dirasakan Selama 6 Bulan</title><description>Sebuah penelitian di Wuhan mendapati gejala covid-19 bisa dirasakan sampai enam bulan lamanya.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/01/13/620/2343812/penelitian-temukan-gejala-covid-19-bisa-dirasakan-selama-6-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/01/13/620/2343812/penelitian-temukan-gejala-covid-19-bisa-dirasakan-selama-6-bulan"/><item><title>Penelitian Temukan Gejala Covid-19 Bisa Dirasakan Selama 6 Bulan</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/01/13/620/2343812/penelitian-temukan-gejala-covid-19-bisa-dirasakan-selama-6-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/01/13/620/2343812/penelitian-temukan-gejala-covid-19-bisa-dirasakan-selama-6-bulan</guid><pubDate>Rabu 13 Januari 2021 16:13 WIB</pubDate><dc:creator>Diana Rafikasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/13/620/2343812/penelitian-temukan-gejala-covid-19-bisa-dirasakan-selama-6-bulan-2Qup61EN0G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi penanganan covid-19. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/01/13/620/2343812/penelitian-temukan-gejala-covid-19-bisa-dirasakan-selama-6-bulan-hjy3R7Qi5m.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/13/620/2343812/penelitian-temukan-gejala-covid-19-bisa-dirasakan-selama-6-bulan-2Qup61EN0G.jpg</image><title>Ilustrasi penanganan covid-19. (Foto: Freepik)</title></images><description>VIRUS corona atau covid-19 masih mewabah di banyak negara. Langkah penanganan pun terus dilakukan untuk memutus mata rantai persebarannya, salah satunya mendatangkan vaksin.
Selain itu, penelitian terkait covid-19 terus dilakukan. Tujuannya untuk benar-benar mengetahui cara mengentaskan wabah penyakit tersebut dari lingkungan masyarakat.
Baca juga:   Kenali Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19&amp;nbsp;
 
Dalam sebuah penelitian di Wuhan, China, ditemukan fakta bahwa gejala covid-19 bisa bertahan atau dirasakan hingga 6 bulan. Hasil penelitian ini sudah diterbitkan di jurnal medis The Lancet. Penelitian tersebut mengamati beberapa orang pertama yang dirawat di rumah sakit karena menderita covid-19.
Studi berfokus pada 1.733 orang yang dirawat di rumah sakit karena covid-19 di Wuhan, tempat virus corona baru pertama kali terdeteksi pada Januari hingga Mei 2020. Banyak yang dirawat di rumah sakit, bahkan sebelum penyakit itu memiliki nama.

Sekira 3/4 pasien melaporkan gejala yang menetap 6 bulan setelah diagnosis awal mereka. Sebanyak 63 persen mengatakan mereka masih mengalami kelelahan atau kelemahan otot, 23 persen menyatakan kecemasan atau depresi, dan 26 persen melaporkan kesulitan tidur.
&quot;Analisis kami menunjukkan bahwa sebagian besar pasien terus hidup dengan setidaknya beberapa efek virus setelah meninggalkan rumah sakit, dan menyoroti kebutuhan untuk perawatan pascakeluar,&quot; ungkap Dr Bin Cao, penulis studi ini sekalgus wakil direktur Pusat Penyakit Pernapasan di Rumah Sakit Persahabatan China-Jepang di Beijing, dalam sebuah pernyataannya.
Baca juga:   Catat! Ini 11 Gejala yang Muncul karena Covid-19 Jenis Baru&amp;nbsp;
 
Namun, ini adalah studi observasi yang berarti tidak mungkin untuk menghubungkan gejala-gejala tersebut secara langsung dengan virus corona jenis baru. Untuk menunjukkan hubungan yang sebenarnya, penelitian perlu membandingkan hasil covid-19 dengan mereka yang dirawat di rumah sakit dengan infeksi serupa yang juga dapat menyebabkan pneumonia.
&quot;Saya ingin melihat data pasien yang dirawat dengan penyakit selain covid-19 selama periode itu,&quot; jelas Dr Hana El Sahly, profesor virologi molekuler dan mikrobiologi serta kedokteran di Baylor College of Medicine di Houston, Amerika Serikat.
</description><content:encoded>VIRUS corona atau covid-19 masih mewabah di banyak negara. Langkah penanganan pun terus dilakukan untuk memutus mata rantai persebarannya, salah satunya mendatangkan vaksin.
Selain itu, penelitian terkait covid-19 terus dilakukan. Tujuannya untuk benar-benar mengetahui cara mengentaskan wabah penyakit tersebut dari lingkungan masyarakat.
Baca juga:   Kenali Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19&amp;nbsp;
 
Dalam sebuah penelitian di Wuhan, China, ditemukan fakta bahwa gejala covid-19 bisa bertahan atau dirasakan hingga 6 bulan. Hasil penelitian ini sudah diterbitkan di jurnal medis The Lancet. Penelitian tersebut mengamati beberapa orang pertama yang dirawat di rumah sakit karena menderita covid-19.
Studi berfokus pada 1.733 orang yang dirawat di rumah sakit karena covid-19 di Wuhan, tempat virus corona baru pertama kali terdeteksi pada Januari hingga Mei 2020. Banyak yang dirawat di rumah sakit, bahkan sebelum penyakit itu memiliki nama.

Sekira 3/4 pasien melaporkan gejala yang menetap 6 bulan setelah diagnosis awal mereka. Sebanyak 63 persen mengatakan mereka masih mengalami kelelahan atau kelemahan otot, 23 persen menyatakan kecemasan atau depresi, dan 26 persen melaporkan kesulitan tidur.
&quot;Analisis kami menunjukkan bahwa sebagian besar pasien terus hidup dengan setidaknya beberapa efek virus setelah meninggalkan rumah sakit, dan menyoroti kebutuhan untuk perawatan pascakeluar,&quot; ungkap Dr Bin Cao, penulis studi ini sekalgus wakil direktur Pusat Penyakit Pernapasan di Rumah Sakit Persahabatan China-Jepang di Beijing, dalam sebuah pernyataannya.
Baca juga:   Catat! Ini 11 Gejala yang Muncul karena Covid-19 Jenis Baru&amp;nbsp;
 
Namun, ini adalah studi observasi yang berarti tidak mungkin untuk menghubungkan gejala-gejala tersebut secara langsung dengan virus corona jenis baru. Untuk menunjukkan hubungan yang sebenarnya, penelitian perlu membandingkan hasil covid-19 dengan mereka yang dirawat di rumah sakit dengan infeksi serupa yang juga dapat menyebabkan pneumonia.
&quot;Saya ingin melihat data pasien yang dirawat dengan penyakit selain covid-19 selama periode itu,&quot; jelas Dr Hana El Sahly, profesor virologi molekuler dan mikrobiologi serta kedokteran di Baylor College of Medicine di Houston, Amerika Serikat.
</content:encoded></item></channel></rss>
