<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kunjungan Turis ke Karimunjawa Menurun Akibat Gelombang Laut Tinggi</title><description>Gelombang di laut Jepara mulai meningkat bahkan bisa lebih dari 1 meter.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/01/14/620/2344610/kunjungan-turis-ke-karimunjawa-menurun-akibat-gelombang-laut-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/01/14/620/2344610/kunjungan-turis-ke-karimunjawa-menurun-akibat-gelombang-laut-tinggi"/><item><title>Kunjungan Turis ke Karimunjawa Menurun Akibat Gelombang Laut Tinggi</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/01/14/620/2344610/kunjungan-turis-ke-karimunjawa-menurun-akibat-gelombang-laut-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/01/14/620/2344610/kunjungan-turis-ke-karimunjawa-menurun-akibat-gelombang-laut-tinggi</guid><pubDate>Jum'at 15 Januari 2021 04:18 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/14/620/2344610/kunjungan-turis-ke-karimunjawa-menurun-akibat-gelombang-laut-tinggi-bBUiBdVx11.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Taman Nasional Karimunjawa (tnkarimunjawa.id)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/01/14/620/2344610/kunjungan-turis-ke-karimunjawa-menurun-akibat-gelombang-laut-tinggi-oACHWhbH6N.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/14/620/2344610/kunjungan-turis-ke-karimunjawa-menurun-akibat-gelombang-laut-tinggi-bBUiBdVx11.jpg</image><title>Taman Nasional Karimunjawa (tnkarimunjawa.id)</title></images><description>JUMLAH wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Pulau Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mulai menurun.
Hal ini karena pengaruh dari pengalaman sebelumnya pada Januari merupakan musim gelombang tinggi yang bisa mengakibatkan kapal penyeberangan berhenti beroperasi.

&quot;Gelombang di laut Jepara memang mulai terlihat meningkat karena saat ini bisa lebih dari 1 meter. Sehingga wisatawan yang berkunjung mulai berkurang,&quot; kata Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara Suroto di Jepara, Kamis (14/1/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Taman Bunga Bakal Hiasi Kawasan Wisata Pantai Kata Pariaman&amp;nbsp;
Ia mengungkapkan setiap memasuki Desember, Januari dan Februari memang musim gelombang tinggi di laut, sehingga wisatawan yang berniat berwisata ke Karimunjawa dimungkinkan menunda keberangkatannya menunggu cuaca laut kembali normal.

Pengalaman tahun sebelumnya, kata dia, sempat terjadi gelombang tinggi yang mengakibatkan kapal penyeberangan tidak bisa beroperasi. Dampaknya, banyak wisatawan di Karimunjawa tidak bisa pulang hingga ada yang kehabisan uang.

Hal itu, lanjut dia, dimungkinkan menjadi pertimbangan bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Karimunjawa, sehingga saat ini jumlah wisatawan yang ke Karimunjawa berkurang banyak.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNS8wNy81LzExMTkxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Mayoritas penumpang kapal menuju Karimunjawa merupakan warga lokal. Jumlah penumpang kapal juga menurun berkisar 60-an orang saja, sedangkan sebelumnya bisa mencapai 100 lebih penumpang sekali berangkat,&quot; ujarnya.

Petugas Kesyahbandaran Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Jepara Arif Setyobudi membenarkan bahwa gelombang laut mulai meningkat karena saat ini ketinggian gelombang berkisar 1,2 meter hingga 2,5 meter, sedangkan kecepatan anginnya mencapai 4-20 knots.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;5 Kuliner Bogor Murah Meriah, Yuk Dicoba!
Meskipun demikian, ketinggian gelombang laut tersebut masih aman untuk kapal penyeberangan dari Jepara ke Karimunjawa.

&quot;Hari ini (Kamis 14 Januari) ada kapal penyeberangan yang baru saja sandar di Pelabuhan Jepara, yakni KMP Siginjai dari Karimunjawa. Sedangkan esok hari merupakan jadwal keberangkatan KMP Siginjai pukul 07.00 WIB dan Express pukul 09.00 WIB,&quot; ujarnya.

Kepastian keberangkatannya, kata dia, menunggu pengajuan dari kedua operator kapal tersebut. Apakah gelombang lautnya aman untuk penyeberangan atau tidak.

</description><content:encoded>JUMLAH wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Pulau Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mulai menurun.
Hal ini karena pengaruh dari pengalaman sebelumnya pada Januari merupakan musim gelombang tinggi yang bisa mengakibatkan kapal penyeberangan berhenti beroperasi.

&quot;Gelombang di laut Jepara memang mulai terlihat meningkat karena saat ini bisa lebih dari 1 meter. Sehingga wisatawan yang berkunjung mulai berkurang,&quot; kata Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara Suroto di Jepara, Kamis (14/1/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Taman Bunga Bakal Hiasi Kawasan Wisata Pantai Kata Pariaman&amp;nbsp;
Ia mengungkapkan setiap memasuki Desember, Januari dan Februari memang musim gelombang tinggi di laut, sehingga wisatawan yang berniat berwisata ke Karimunjawa dimungkinkan menunda keberangkatannya menunggu cuaca laut kembali normal.

Pengalaman tahun sebelumnya, kata dia, sempat terjadi gelombang tinggi yang mengakibatkan kapal penyeberangan tidak bisa beroperasi. Dampaknya, banyak wisatawan di Karimunjawa tidak bisa pulang hingga ada yang kehabisan uang.

Hal itu, lanjut dia, dimungkinkan menjadi pertimbangan bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Karimunjawa, sehingga saat ini jumlah wisatawan yang ke Karimunjawa berkurang banyak.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNS8wNy81LzExMTkxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Mayoritas penumpang kapal menuju Karimunjawa merupakan warga lokal. Jumlah penumpang kapal juga menurun berkisar 60-an orang saja, sedangkan sebelumnya bisa mencapai 100 lebih penumpang sekali berangkat,&quot; ujarnya.

Petugas Kesyahbandaran Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Jepara Arif Setyobudi membenarkan bahwa gelombang laut mulai meningkat karena saat ini ketinggian gelombang berkisar 1,2 meter hingga 2,5 meter, sedangkan kecepatan anginnya mencapai 4-20 knots.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;5 Kuliner Bogor Murah Meriah, Yuk Dicoba!
Meskipun demikian, ketinggian gelombang laut tersebut masih aman untuk kapal penyeberangan dari Jepara ke Karimunjawa.

&quot;Hari ini (Kamis 14 Januari) ada kapal penyeberangan yang baru saja sandar di Pelabuhan Jepara, yakni KMP Siginjai dari Karimunjawa. Sedangkan esok hari merupakan jadwal keberangkatan KMP Siginjai pukul 07.00 WIB dan Express pukul 09.00 WIB,&quot; ujarnya.

Kepastian keberangkatannya, kata dia, menunggu pengajuan dari kedua operator kapal tersebut. Apakah gelombang lautnya aman untuk penyeberangan atau tidak.

</content:encoded></item></channel></rss>
