<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Terungkap! Ini Asal Muasal Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok </title><description>Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) buka-bukaan soal maraknya pungutan liar (pungli) yang terjadi kepada para sopir truk petikemas.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/06/14/620/2424739/terungkap-ini-asal-muasal-pungli-di-pelabuhan-tanjung-priok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/06/14/620/2424739/terungkap-ini-asal-muasal-pungli-di-pelabuhan-tanjung-priok"/><item><title> Terungkap! Ini Asal Muasal Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok </title><link>https://www.okezone.com/read/2021/06/14/620/2424739/terungkap-ini-asal-muasal-pungli-di-pelabuhan-tanjung-priok</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/06/14/620/2424739/terungkap-ini-asal-muasal-pungli-di-pelabuhan-tanjung-priok</guid><pubDate>Senin 14 Juni 2021 11:20 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/14/620/2424739/terungkap-ini-asal-muasal-pungli-di-pelabuhan-tanjung-priok-k9RL1smWxP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelabuhan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/06/14/620/2424739/terungkap-ini-asal-muasal-pungli-di-pelabuhan-tanjung-priok-V3cI2shQ00.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/14/620/2424739/terungkap-ini-asal-muasal-pungli-di-pelabuhan-tanjung-priok-k9RL1smWxP.jpg</image><title>Pelabuhan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) buka-bukaan soal maraknya pungutan liar (pungli) yang terjadi kepada para sopir truk petikemas, ketika proses bongkar muat barang di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.

Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengatakan, persoalan pungli ini bermula ketika kemacetan terjadi di wilayah Tanjung Priok.

&quot;Ketika jalan raya ini penuh sehingga truk tidak dapat bergerak, maka ketika itu datanglah segerombolan orang untuk memeras pengemudi kami. Baik itu memeras uangnya, handphonenya, bahkan mobil yang dalam keadaan hidup pun bisa dicabut baterainya,&quot; kata Gemilang dalam sebuah sesi wawancara, dikutip Senin (14/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pungli, Preman Tanjung Priok dan Biaya Logistik RI Tertinggi&amp;nbsp;
Hal ini menurutnya sangat meresahkan, sebab terkadang pengemudi truk memang hanya seorang diri, di mana mereka membawa petikemas yang tujuannya ekspor.  &quot;Jadi kita lihat akar masalahnya adalah jalan macet,&quot; katanya.

Kemudian akar permasalahan kedua yaitu ada di depo yang menerima order pengangkutan barang, namun tidak sesuai dengan kemampuannya. Kondisi ini kemudian menyebabkan antrian yang begitu panjang dan merugikan pengemudi lainnya.

&quot;Mereka mengantri lama di jalanan, panas dan kemudian diperas juga sama preman. Inilah duduk persoalan yang sebenarnya dan ini sudah lama dibicarakan di Tanjung Priok. Bahkan dengan Kapolres Tanjung Priok sudah pernah dibicarakan hal itu,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) buka-bukaan soal maraknya pungutan liar (pungli) yang terjadi kepada para sopir truk petikemas, ketika proses bongkar muat barang di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.

Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengatakan, persoalan pungli ini bermula ketika kemacetan terjadi di wilayah Tanjung Priok.

&quot;Ketika jalan raya ini penuh sehingga truk tidak dapat bergerak, maka ketika itu datanglah segerombolan orang untuk memeras pengemudi kami. Baik itu memeras uangnya, handphonenya, bahkan mobil yang dalam keadaan hidup pun bisa dicabut baterainya,&quot; kata Gemilang dalam sebuah sesi wawancara, dikutip Senin (14/6/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pungli, Preman Tanjung Priok dan Biaya Logistik RI Tertinggi&amp;nbsp;
Hal ini menurutnya sangat meresahkan, sebab terkadang pengemudi truk memang hanya seorang diri, di mana mereka membawa petikemas yang tujuannya ekspor.  &quot;Jadi kita lihat akar masalahnya adalah jalan macet,&quot; katanya.

Kemudian akar permasalahan kedua yaitu ada di depo yang menerima order pengangkutan barang, namun tidak sesuai dengan kemampuannya. Kondisi ini kemudian menyebabkan antrian yang begitu panjang dan merugikan pengemudi lainnya.

&quot;Mereka mengantri lama di jalanan, panas dan kemudian diperas juga sama preman. Inilah duduk persoalan yang sebenarnya dan ini sudah lama dibicarakan di Tanjung Priok. Bahkan dengan Kapolres Tanjung Priok sudah pernah dibicarakan hal itu,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
