<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Temukan Varian Delta B1617.2 pada Orang yang Sudah Divaksin Covid-19   </title><description>Varian Delta (B1.617.2) ditemukan pada mereka yang sudah divaksin, baik itu satu maupun dua dosis.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/06/14/620/2424895/peneliti-temukan-varian-delta-b1617-2-pada-orang-yang-sudah-divaksin-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/06/14/620/2424895/peneliti-temukan-varian-delta-b1617-2-pada-orang-yang-sudah-divaksin-covid-19"/><item><title>Peneliti Temukan Varian Delta B1617.2 pada Orang yang Sudah Divaksin Covid-19   </title><link>https://www.okezone.com/read/2021/06/14/620/2424895/peneliti-temukan-varian-delta-b1617-2-pada-orang-yang-sudah-divaksin-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/06/14/620/2424895/peneliti-temukan-varian-delta-b1617-2-pada-orang-yang-sudah-divaksin-covid-19</guid><pubDate>Senin 14 Juni 2021 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Sukardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/14/620/2424895/peneliti-temukan-varian-delta-b1617-2-pada-orang-yang-sudah-divaksin-covid-19-absuecswNu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Vaksin. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/06/14/620/2424895/peneliti-temukan-varian-delta-b1617-2-pada-orang-yang-sudah-divaksin-covid-19-EE9oyBl2Nz.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/14/620/2424895/peneliti-temukan-varian-delta-b1617-2-pada-orang-yang-sudah-divaksin-covid-19-absuecswNu.jpg</image><title>Ilustrasi Vaksin. (Foto: Freepik)</title></images><description>MENDAPATKAN vaksin Covid-19 bukan berarti kita akan kebali terhadap virusnya. Banya orang sudah terbukti terpapar Covid-19, meskipun sudah mendapatkan vaksin.

Oleh karena itu, kita harus tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan di tempat umum. Apalagi, belakangan terbukti varian baru Covid-19 sudah masuk ke Indonesia.

Studi awal yang dilakukan All India Institute of Medicine Science (AIIMS) berbasis di New Delhi mengklaim bahwa Covid-19 varian Delta (B1.617.2) ditemukan pada mereka yang sudah divaksin, baik itu satu maupun dua dosis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNi8wOS8xLzEzNDY0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Studi AIIMS ini melibatkan 63 orang sebagai subjek penelitian dengan detail 36 orang penerima dua dosis vaksin Covid-19, dan 27 orang penerima satu dosis. Hasil penelitian pun menjelaskan, kemungkinan paparan itu masih ada meski sudah divaksin.

&quot;Varian Delta ditemukan pada 36 orang (57,1%) dari 63 subjek penelitian dengan detail ada pada 19 pasien penerima dua dosis vaksin (52,8%) dan 17 orang penerima satu dosis vaksin (47,2%),&quot; terang studi AIIMS tersebut, dikutip dari Live Mint, Senin (14/6/2021).

&quot;10 pasien menerima Covishield (AZD1222), sementara 53 lainnya menerima Covaxin (BBV152), di mana 41 orang berjenis kelamin laki-laki dan 22 lainnya perempuan,&quot; tambah laporan tersebut.
</description><content:encoded>MENDAPATKAN vaksin Covid-19 bukan berarti kita akan kebali terhadap virusnya. Banya orang sudah terbukti terpapar Covid-19, meskipun sudah mendapatkan vaksin.

Oleh karena itu, kita harus tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan di tempat umum. Apalagi, belakangan terbukti varian baru Covid-19 sudah masuk ke Indonesia.

Studi awal yang dilakukan All India Institute of Medicine Science (AIIMS) berbasis di New Delhi mengklaim bahwa Covid-19 varian Delta (B1.617.2) ditemukan pada mereka yang sudah divaksin, baik itu satu maupun dua dosis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNi8wOS8xLzEzNDY0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Studi AIIMS ini melibatkan 63 orang sebagai subjek penelitian dengan detail 36 orang penerima dua dosis vaksin Covid-19, dan 27 orang penerima satu dosis. Hasil penelitian pun menjelaskan, kemungkinan paparan itu masih ada meski sudah divaksin.

&quot;Varian Delta ditemukan pada 36 orang (57,1%) dari 63 subjek penelitian dengan detail ada pada 19 pasien penerima dua dosis vaksin (52,8%) dan 17 orang penerima satu dosis vaksin (47,2%),&quot; terang studi AIIMS tersebut, dikutip dari Live Mint, Senin (14/6/2021).

&quot;10 pasien menerima Covishield (AZD1222), sementara 53 lainnya menerima Covaxin (BBV152), di mana 41 orang berjenis kelamin laki-laki dan 22 lainnya perempuan,&quot; tambah laporan tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
