<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lonjakan Kasus Covid-19 Diperkirakan Berlangsung hingga Pertengahan Juli</title><description>Peningkatan Covid-19 saat ini terjadi dampak dari mobilisasi massa secara besar pada saat libur Hari Raya Idul Fitri.</description><link>https://www.okezone.com/read/2021/06/18/620/2427088/lonjakan-kasus-covid-19-diperkirakan-berlangsung-hingga-pertengahan-juli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://www.okezone.com/read/2021/06/18/620/2427088/lonjakan-kasus-covid-19-diperkirakan-berlangsung-hingga-pertengahan-juli"/><item><title>Lonjakan Kasus Covid-19 Diperkirakan Berlangsung hingga Pertengahan Juli</title><link>https://www.okezone.com/read/2021/06/18/620/2427088/lonjakan-kasus-covid-19-diperkirakan-berlangsung-hingga-pertengahan-juli</link><guid isPermaLink="false">https://www.okezone.com/read/2021/06/18/620/2427088/lonjakan-kasus-covid-19-diperkirakan-berlangsung-hingga-pertengahan-juli</guid><pubDate>Jum'at 18 Juni 2021 09:56 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Maaruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/06/18/620/2427088/lonjakan-kasus-covid-19-diperkirakan-berlangsung-hingga-pertengahan-juli-lVAgJi7ZrI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb>https://img.okezone.com/okz/300/content/2021/06/18/620/2427088/lonjakan-kasus-covid-19-diperkirakan-berlangsung-hingga-pertengahan-juli-CwhcIfUfHN.jpg</thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/06/18/620/2427088/lonjakan-kasus-covid-19-diperkirakan-berlangsung-hingga-pertengahan-juli-lVAgJi7ZrI.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyebut lonjakan kasus Covid-19 saat ini akibat libur panjang Hari Raya Idul Fitri.
Dia pun memperkirakan puncak penyebaran Covid-19 akan terus terjadi hingga pekan kedua atau pertengahan Juli 2021.
&quot;Puncak (Covid) ini diprediksi sampe 5 pekan ke depan artinya di akhir Juni sampai Juli minggu ke-2,&quot; kata Sini Nadia yang juga Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (18/6/2021).
Dia menjelaskan, peningkatan Covid-19 saat ini terjadi dampak dari mobilisasi massa secara besar pada saat sebelum bulan suci Ramdhan, hingga pascalibur Hari Raya Idul Fitri.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Harian Covid-19 Melonjak, Ini Lima Rekomendasi Mantan Direktur WHO
&quot;Peningkatan yang merupakan dampak mobilitas saat sebebelum Ramadhan, sebelum lebaran, pasca lebaran dan protokol kesehatan yang kendor,&quot; jelasnya.
Siti Nadia menyebut untuk menekan angka penyebaran yang lebih luas dia meminta agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan secara ketat dengan menerapkan 5M mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Baca juga:&amp;nbsp;Kemenkes: 90% Tenaga Kesehatan yang Terpapar Covid-19 di Kudus Sembuh
&quot;Sekarang masyarakat tetap disipilin 5M dan tes untuk deteksi dini sehingga kasus lbebih cepat terdeteksi,&quot; pungkasnya
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyebut lonjakan kasus Covid-19 saat ini akibat libur panjang Hari Raya Idul Fitri.
Dia pun memperkirakan puncak penyebaran Covid-19 akan terus terjadi hingga pekan kedua atau pertengahan Juli 2021.
&quot;Puncak (Covid) ini diprediksi sampe 5 pekan ke depan artinya di akhir Juni sampai Juli minggu ke-2,&quot; kata Sini Nadia yang juga Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (18/6/2021).
Dia menjelaskan, peningkatan Covid-19 saat ini terjadi dampak dari mobilisasi massa secara besar pada saat sebelum bulan suci Ramdhan, hingga pascalibur Hari Raya Idul Fitri.
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Harian Covid-19 Melonjak, Ini Lima Rekomendasi Mantan Direktur WHO
&quot;Peningkatan yang merupakan dampak mobilitas saat sebebelum Ramadhan, sebelum lebaran, pasca lebaran dan protokol kesehatan yang kendor,&quot; jelasnya.
Siti Nadia menyebut untuk menekan angka penyebaran yang lebih luas dia meminta agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan secara ketat dengan menerapkan 5M mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Baca juga:&amp;nbsp;Kemenkes: 90% Tenaga Kesehatan yang Terpapar Covid-19 di Kudus Sembuh
&quot;Sekarang masyarakat tetap disipilin 5M dan tes untuk deteksi dini sehingga kasus lbebih cepat terdeteksi,&quot; pungkasnya
</content:encoded></item></channel></rss>
